Proposal
“Business Matching 2025
Gelar Karya Vokasi PKPLK”
Gelar Karya Vokasi PKPLK
“Produksi Trainer
Otomotif Pada Kendaraan Roda Empat Untuk Kebutuhan Sekolah Menengah Kejuruan
Pada Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan”
Oleh :
Konang Hari Pitoyo,
ST, M.Pd
Nip 19730902 200801 1011
2025
BIODATA DIRI
NAMA : KONANG HARI PITOYO, ST, M.Pd
NIP : 19730902 200801 1 011
UNIT
KERJA : SMK N 1 SINE NGAWI
PRESTASI :
1.
GURU TELADAN 2009
2.
ASESOR SENIOR OTOMOTIF LEVEL EFI ENGINE
3.
MENJADI GURU OTOMOTIF SEJAK 1998 HINGGA SEKARANG
4.
PEMILIK USAHA NEW PROTEKNIK YANG MEMPRODUKSI MEDIA PEMBELAJARAN
5.
MENJADI FASILITATOR UNTUK TEMAN SEJAWAT SEJAK 2010 HINGGA SEKARANG
Proposal
Kawan SMK Business
Matching 2025
Gelar Karya Vokasi PKPLK
1. Latar
Belakang
Perkembangan
teknologi otomotif pada kendaraan roda empat meningkat sangat pesat, ditandai
dengan hadirnya sistem elektronik yang semakin kompleks, peningkatan efisiensi
bahan bakar, serta penerapan sistem keselamatan yang lebih canggih. Kondisi ini
menuntut lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Program Keahlian Teknik
Kendaraan Ringan (TKR) untuk memiliki kompetensi yang relevan agar mampu
bersaing di dunia industri otomotif modern.
Namun
demikian, proses pembelajaran di banyak SMK masih menghadapi keterbatasan
sarana praktik, terutama media pembelajaran berupa trainer sistem otomotif yang
sesuai dengan perkembangan teknologi kendaraan terkini. Minimnya ketersediaan
trainer menyebabkan peserta didik sulit memahami konsep kerja komponen otomotif
secara komprehensif karena pembelajaran hanya bersifat teoritis atau
menggunakan unit kendaraan yang tidak selalu aman untuk praktik.
Pengembangan
trainer otomotif yang dirancang khusus untuk kebutuhan pembelajaran SMK menjadi
solusi efektif dalam meningkatkan kualitas proses belajar. Trainer mampu
menampilkan sistem otomotif secara terbuka (open display), memudahkan
pengamatan alur kerja, memfasilitasi praktik diagnosis kerusakan, serta
meningkatkan keterampilan troubleshooting peserta didik.
Oleh karena
itu, melalui proposal ini dirancang kegiatan “Produksi Trainer Otomotif Pada
Kendaraan Roda Empat Untuk Kebutuhan SMK Program Keahlian TKR”, sebagai inovasi
pengembangan media pembelajaran yang lebih efektif, aman, ekonomis, dan sesuai
capaian kompetensi kurikulum TKR.
2. Rumusan
Masalah
Berdasarkan
latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam proposal ini adalah sebagai
berikut:
1.
Bagaimana merancang trainer otomotif kendaraan
roda empat yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di SMK Program Keahlian
Teknik Kendaraan Ringan?
2.
Bagaimana proses produksi trainer otomotif yang
efektif, aman, dan mudah digunakan oleh guru maupun peserta didik?
3.
Fitur dan sistem apa saja yang harus disediakan
pada trainer agar dapat mendukung pembelajaran kompetensi dasar pada mapel
produktif TKR?
4.
Bagaimana memastikan trainer yang diproduksi
memiliki kualitas, ketahanan, dan fungsionalitas yang memenuhi standar
pembelajaran kejuruan?
5.
Bagaimana pemanfaatan trainer tersebut dapat
meningkatkan keterampilan praktik peserta didik pada bidang teknik kendaraan
ringan?
3. Tujuan
Proposal
Tujuan dari
penyusunan proposal ini adalah:
1.
Menghasilkan rancangan trainer otomotif roda
empat yang sesuai kebutuhan kurikulum SMK Program Keahlian TKR.
2.
Memproduksi trainer otomotif yang aman, efektif,
dan mudah dipelajari untuk mendukung kegiatan praktik peserta didik.
3.
Menyediakan media pembelajaran yang mampu
menjelaskan alur kerja sistem otomotif secara visual dan interaktif.
4.
Meningkatkan keterampilan diagnosis dan
troubleshooting peserta didik melalui penggunaan trainer yang terstandarisasi.
5.
Menunjang proses pembelajaran berbasis
kompetensi (Competency Based Training) yang menekankan praktik langsung.
6.
Menjadi model inovasi pembelajaran yang dapat
dikembangkan lebih lanjut untuk berbagai sistem otomotif.
4. Manfaat
A. Manfaat
bagi Peserta Didik
·
Memudahkan memahami konsep kerja sistem
kendaraan karena tampilan komponen lebih terbuka dan jelas.
·
Meningkatkan keterampilan praktik diagnosis dan
perbaikan.
·
Mendorong kemampuan problem solving dalam
analisis kerusakan.
·
Menambah pengalaman praktik yang relevan dengan
dunia kerja.
B. Manfaat
bagi Guru
·
Memudahkan penyampaian materi karena trainer
dapat digunakan untuk demonstrasi langsung.
·
Membantu guru merancang pembelajaran berbasis
proyek (PjBL) dan praktik mandiri.
·
Mendukung penilaian autentik melalui pengamatan
praktik siswa.
C. Manfaat
bagi Sekolah
·
Menambah fasilitas belajar yang modern, efektif,
dan ekonomis.
·
Meningkatkan kualitas lulusan SMK agar sesuai
kebutuhan industri otomotif.
·
Menjadi nilai tambah dalam akreditasi sekolah
dan kerjasama dengan industri.
D. Manfaat
bagi Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI)
·
Mendapatkan calon tenaga kerja yang sudah
kompeten dan siap kerja.
·
Meningkatkan link and match antara sekolah dan
industri.
5. Landasan
Teori
1. Media
Pembelajaran
Menurut Arsyad
(2017), media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan untuk
menyalurkan pesan dan informasi dalam proses belajar sehingga dapat merangsang
perhatian, minat, dan pemahaman peserta didik. Trainer otomotif merupakan media
pembelajaran yang bersifat konkret dan interaktif, sehingga mampu meningkatkan
efektivitas pembelajaran praktik.
2.
Pembelajaran Kejuruan (Vocational Education)
Pembelajaran
kejuruan menekankan pada penguasaan kompetensi keterampilan kerja melalui
praktik langsung (competency-based training). Trainer otomotif berfungsi
sebagai sarana praktik yang membantu pencapaian kompetensi pada mata pelajaran
produktif TKR seperti:
·
Pemeliharaan mesin,
·
Sistem kelistrikan,
·
Sistem bahan bakar,
·
Sistem transmisi dan pemindah tenaga,
·
Sistem sasis dan suspensi.
3. Teknologi
Otomotif Modern
Perkembangan
otomotif saat ini mengarah pada sistem yang semakin terintegrasi dengan kontrol
elektronik (ECU), sensor, aktuator, dan sistem jaringan komunikasi (CAN).
Trainer otomotif berperan penting sebagai alat simulasi untuk memahami kerja
sistem tersebut tanpa harus menggunakan kendaraan utuh.
4. Teori
Konstruktivisme
Menurut Piaget
dan Vygotsky, pembelajaran akan lebih bermakna ketika peserta didik membangun
pemahamannya melalui pengalaman langsung. Dengan trainer otomotif, peserta
didik dapat melakukan observasi, praktik, dan eksperimen secara mandiri
sehingga pembelajaran lebih konstruktivistik.
5. Keselamatan
dan Kesehatan Kerja (K3)
Kegiatan
praktik otomotif harus memperhatikan standar K3, terutama dalam penggunaan
peralatan listrik, mesin, serta komponen kendaraan. Trainer otomotif dirancang
agar aman untuk proses pembelajaran sehingga dapat meminimalkan risiko
kecelakaan kerja di bengkel SMK.
DISKRIPSI PRODUK
1.
Trainer Sistem Pendingin Ruangan AC pada
kendaraan New Avanza
Deskripsi Trainer Sistem Pendingin AC Mobil New Avanza
Trainer Sistem Pendingin AC New Avanza adalah sebuah media praktik
edukatif yang dirancang untuk membantu siswa SMK TKR mempelajari prinsip kerja,
komponen, serta proses diagnosis pada sistem pendingin udara kendaraan modern.
Trainer ini dibuat berdasarkan sistem AC pada Toyota New Avanza, sehingga
sangat relevan dengan teknologi otomotif yang digunakan pada kendaraan
sehari-hari.
Trainer terdiri dari komponen AC asli yang telah dimodifikasi menjadi
bentuk stand unit sehingga mudah dipahami, diamati, dan diuji oleh siswa.
Seluruh komponen dipasang pada rangka besi kokoh dan dilengkapi panel kontrol
untuk memudahkan pengoperasian serta pengujian parameter kerja.
Komponen Utama pada Trainer
1. Kompresor
AC New Avanza
Mengompresi refrigerant dan mensirkulasikannya ke seluruh sistem.
2. Kondensor
dan Kipas Kondensor
Berfungsi menurunkan suhu refrigerant dari bentuk gas bertekanan tinggi menjadi
cairan.
3. Receiver
Drier / Filter Dryer
Menyaring kotoran dan menghilangkan kelembaban pada refrigerant.
4. Katup
Ekspansi (Expansion Valve)
Mengatur aliran dan tekanan refrigerant menuju evaporator.
5. Evaporator
dan Blower
Mengubah refrigerant menjadi gas dingin dan meniupkannya ke kabin (simulasi).
6. Pipa
High Pressure & Low Pressure
Menunjukkan jalur aliran refrigerant (dilengkapi dengan marking).
7. Pressure
Gauge Set (Manifold Gauge)
Untuk memonitor tekanan sisi tinggi dan rendah.
8. Panel
Kontrol
Termasuk saklar ON/OFF, relay, fuse, indikator kerja, dan termostat.
9. Sistem
Keamanan
Overload protection, pressure switch, dan emergency stop.
Fitur Trainer
· Sirkulasi
AC dapat diamati secara visual (aliran, tekanan, suhu).
· Simulasi
kerusakan seperti tekanan rendah/tinggi, kebocoran refrigerant, kompresor tidak
bekerja, dan kondensor panas.
· Pengukuran
parameter: suhu keluar evaporator, tekanan high–low, arus kerja kompresor.
· Pemasangan
komponen transparan (opsional) untuk memudahkan pembelajaran.
· Stand
kokoh dengan roda sehingga mudah dipindahkan.
· Sistem
wiring lengkap sesuai skema AC New Avanza.
Tujuan Pembelajaran
· Memahami
prinsip kerja siklus refrigerasi pada AC mobil.
· Mengidentifikasi
dan mengenali fungsi masing-masing komponen AC New Avanza.
· Melakukan
troubleshooting dan diagnosis kerusakan sistem AC.
· Melatih
siswa membaca pressure gauge dan melakukan servis dasar AC.
· Memberikan
pengalaman praktik secara aman tanpa risiko pada kendaraan asli.
2.
Trainer Audio Vidio dan Asesorisnya Untuk Mobil New Avanza
Deskripsi Trainer Audio Vidio dan Asesorisnya Untuk Mobil New Avanza
Untuk Mobil New Avanza
Trainer Audio Video New Avanza adalah sebuah media pembelajaran
berbasis mock-up sistem audio video (AV) yang dirancang untuk memperagakan cara
kerja, rangkaian, fungsi komponen, serta prosedur diagnosis sistem audio dan
fitur kenyamanan pada kendaraan Toyota New Avanza. Trainer ini dibuat dalam
bentuk papan display (panel trainer) atau rangka tubular yang menampilkan
seluruh komponen secara terbuka (open display) sehingga memudahkan guru dan
peserta didik dalam memahami sistem secara visual dan praktis.
Trainer ini meniru sistem kerja asli kendaraan, dilengkapi instalasi
kelistrikan sesuai standar pabrikan, dan dapat digunakan untuk latihan
pengukuran, analisis rangkaian, serta simulasi kerusakan (troubleshooting).
1. Komponen Utama Trainer Audio Video New Avanza
A. Head Unit (Audio Video System)
· Menggunakan
head unit standar Toyota New Avanza (OEM) atau aftermarket kompatibel.
· Mendukung
fitur radio FM/AM, USB, Bluetooth, AUX, dan layar sentuh (jika tipe tinggi).
· Dilengkapi
output speaker dan saluran komunikasi dengan panel indikator.
B. Speaker System
· Speaker
depan (2 unit) terpasang pada panel.
· Speaker
belakang (2 unit) untuk demonstrasi sistem 4-channel.
· Impedansi
sesuai standar (4–6 Ohm).
C. Antena Radio
· Antena
eksternal yang dipasang pada rangka trainer.
· Menunjukkan
jalur penerimaan sinyal radio menuju head unit.
D. Panel Saklar & Fitur Kontrol
· Saklar
ON/OFF utama
· Saklar
simulasi ACC (accessory)
· Saklar
simulasi IG (ignition)
· Tombol
hazard dan lampu indikator (opsional)
E. Wiring Harness Audio
· Kabel
asli atau standar sesuai skema Toyota New Avanza.
· Dilengkapi
warna standar kabel audio (power 12 V, ground, speaker +/–, ACC).
· Disusun
dengan jalur ringkas, diberi label, dan ditampakkan secara terbuka untuk
memudahkan tracing.
2. Komponen Asesoris Pendukung Trainer
A. Kamera Mundur (Rear View Camera)
· Menampilkan
area belakang kendaraan saat transmisi pada posisi R (disimulasikan).
· Dilengkapi
jalur video ke head unit.
B. Sensor Parkir (Parking Sensor)
· Sensor
jarak belakang (2–4 titik).
· Dilengkapi
buzzer dan indikator.
C. Display Panel Sistem
· Panel
acrylic/metal yang menampilkan diagram blok, schematic wiring, dan alur kerja.
· Memudahkan
peserta didik memahami hubungan antar komponen.
D. Modul Simulasi Kerusakan
Digunakan untuk latihan troubleshooting:
· Putus
jalur kabel speaker
· Short
pada jalur power
· Gangguan
ground
· Kerusakan
fuse
· Gangguan
sinyal kamera
Modul ini terdiri dari saklar-saklar kerusakan atau simulator gangguan
(fault simulator) yang dapat diaktifkan oleh guru.
E. Power Supply
· 12
Volt DC stabil Regulated Power Supply.
· Arus
10–20 A, dilengkapi proteksi short circuit.
· Menggantikan
aki kendaraan untuk keamanan dan kepraktisan.
F. Fuse dan Relay Box
· Menampilkan
proteksi dan distribusi arus pada sistem audio.
· Dilengkapi
fuse ukuran 7.5–15 A sesuai standar OEM.
G. Multimeter Port (Terminal Pengukuran)
· Titik-titik
pengukuran disediakan untuk latihan praktik.
· Termasuk
pengukuran tegangan, kontinuitas, dan impedansi speaker.
3. Fitur Utama Trainer
1. Open
Display System
Semua komponen terlihat dan mudah diakses, memudahkan peserta didik memahami
rangkaian audio video.
2. Simulasi
Kerusakan (Fault Simulation)
Guru dapat mengaktifkan kerusakan tertentu untuk mengevaluasi kemampuan
troubleshooting peserta didik.
3. Sistem
Audio Lengkap
Termasuk head unit, speaker, antena, dan jalur tegangan sesuai kendaraan Toyota
New Avanza.
4. Fitur
Video dan Kamera Mundur
Menampilkan gambar real-time dari kamera saat posisi transmisi R disimulasikan.
5. Asesoris
Kelistrikan Lengkap
Sensor parkir, buzzer, indikator, fuse box, relay, serta jalur pengukuran.
6. Standar
Keamanan Tinggi
Menggunakan power supply aman, proteksi fuse, dan kabel berstandar otomotif.
4. Kegunaan Trainer
· Media
praktik siswa SMK TKR untuk memahami sistem audio video kendaraan.
· Demonstrasi
guru mengenai prinsip kerja dan fungsi komponen.
· Pelatihan
pengukuran listrik seperti tegangan, resistansi, dan impedansi.
· Latihan
troubleshooting untuk meningkatkan kemampuan diagnosis kerusakan.
· Pendukung
uji kompetensi atau asesmen berbasis proyek (PjBL).
4.
Engine
EFI dan Asesorisnya Untuk Mobil New
Avanza
|
|
|
Deskripsi Engine EFI dan Asesorisnya
Engine EFI (Electronic Fuel Injection) pada mobil Toyota New Avanza
merupakan sistem pengelolaan bahan bakar modern yang mengatur jumlah bahan
bakar dan udara yang masuk ke ruang bakar secara elektronik melalui kontrol ECU
(Engine Control Unit). Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi bahan
bakar, performa mesin, stabilitas emisi gas buang, serta kemudahan diagnosis
dan perbaikan.
Pada trainer atau modul pembelajaran, rangkaian EFI New Avanza
disajikan secara open display untuk memudahkan peserta didik memahami hubungan
antar komponen, alur kerja sistem, serta melakukan pengukuran dan
troubleshooting.
1. Komponen Utama Sistem Engine EFI New Avanza
A. Engine Control Unit (ECU)
· Merupakan
pusat pengendali sistem EFI.
· Menerima
data dari berbagai sensor dan mengatur injektor, pengapian, idle speed control,
serta kontrol lain.
· Dilengkapi
konektor diagnostik (DLC) yang kompatibel dengan scanner OBD2.
2. Sensor-Sensor pada Sistem EFI
A. MAF Sensor (Mass Air Flow Sensor)
· Mengukur
jumlah massa udara yang masuk ke intake.
· Data
digunakan ECU untuk menghitung kebutuhan bahan bakar.
B. MAP Sensor (Manifold Absolute Pressure) — jika tipe tertentu
· Mengukur
tekanan dalam intake manifold.
· Memberi
informasi beban mesin.
C. IAT Sensor (Intake Air Temperature Sensor)
· Mengukur
suhu udara masuk.
· Memengaruhi
perhitungan jumlah bahan bakar.
D. ECT Sensor (Engine Coolant Temperature Sensor)
· Mengukur
suhu cairan pendingin mesin.
· Berfungsi
menentukan enrichment saat mesin dingin.
E. TPS (Throttle Position Sensor)
· Mengukur
sudut pembukaan throttle valve.
· Indikasi
beban dan kebutuhan akselerasi.
F. O2 Sensor / Lambda Sensor
· Terletak
di exhaust manifold.
· Mengukur
kadar oksigen dalam gas buang untuk koreksi AFR (Air-Fuel Ratio).
G. Crankshaft Position Sensor (CKP Sensor)
· Mengukur
posisi dan kecepatan putaran poros engkol.
· Digunakan
ECU untuk mengatur pengapian dan injeksi bahan bakar.
H. Camshaft Position Sensor (CMP Sensor)
· Membaca
posisi camshaft untuk menentukan urutan penyemprotan injektor.
I. Vehicle Speed Sensor (VSS)
· Informasi
kecepatan kendaraan untuk kontrol idle dan transmisi otomatis.
3. Aktuator / Output Engine EFI
A. Injector
· Menyemprotkan
bahan bakar secara presisi sesuai perintah ECU.
· Injeksi
tipe multi-point pada tiap silinder.
B. Ignition Coil (Coil on Plug)
· Menghasilkan
loncatan bunga api pada busi tanpa kabel tegangan tinggi.
· Tiap
silinder memiliki ignition coil sendiri.
C. Idle Air Control / Electronic Throttle Control (ETC)
· Tergantung
tipe New Avanza:
o
Awal: IAC valve
o
Terbaru: ETCS-i (Electronic Throttle Control
System — intelligent)
· Mengatur
idle speed dan respon throttle.
D. Fuel Pump (In-Tank)
· Memberikan
tekanan bahan bakar 3–4 bar ke fuel line.
· Dilengkapi
filter dan pressure regulator.
E. EVAP System (Purge Control Valve)
· Mengatur
pengeluaran uap bahan bakar ke intake manifold untuk mengurangi emisi.
F. Cooling Fan Motor
· Mengatur
kecepatan kipas pendingin berdasarkan suhu mesin dan perintah ECU.
4. Komponen Sistem Pendukung EFI
A. Fuel Delivery System
· Tangki
bahan bakar
· Fuel
pump
· Fuel
filter
· Fuel
line
· Return
line (jika tipe tertentu)
· Pressure
regulator
B. Air Intake System
· Air
filter
· Intake
manifold
· Throttle
body
· Ducting
udara
C. Exhaust System
· Exhaust
manifold
· Front
pipe
· Catalytic
converter
· Muffler
D. Charging System
Karena EFI bergantung pada listrik:
· Alternator
· Regulator
tegangan
· Aki
E. Lubrication & Cooling System
Menjaga kerja mesin tetap stabil:
· Oil
pump
· Water
pump
· Radiator
· Thermostat
· Sensor
ECT
5. Asesoris Pendukung Trainer / Pembelajaran EFI
Jika digunakan sebagai trainer display:
A. Panel Wiring (Wiring Diagram Transparan)
Menampilkan jalur:
· Power
& ground
· Kabel
sensor
· Kabel
aktuator
· Communication
line (CAN jika tersedia)
B. Terminal Pengukuran (Multimeter Ports)
Untuk latihan pengukuran:
· Tegangan
sensor
· Sinyal
waveform
· Resistansi
· Frekuensi
CKP/CMP
C. Fault Simulation / Simulasi Kerusakan
Dilengkapi saklar kerusakan:
· Putus
kabel sensor
· Short
to ground
· Short
to power
· Kerusakan
injektor
· Gangguan
ignition coil
D. ECM Diagnostic Port (OBD2)
Untuk pembelajaran scanner:
· Membaca
DTC (Diagnostic Trouble Code)
· Freeze
frame
· Live
data sensor
E. Safety & Proteksi
· Fuse
box
· Emergency
stop
· Circuit
breaker
· Indikator
power on/off
6. Kegunaan Trainer Engine EFI
Trainer ini sangat bermanfaat untuk:
· Menjelaskan
alur kerja sistem EFI pada New Avanza.
· Demonstrasi
fungsi sensor dan aktuator.
· Analisis
data sensor menggunakan scanner OBD2.
· Praktik
diagnosis kerusakan (troubleshooting).
· Pembelajaran
pengukuran kelistrikan otomotif.
· Uji
kompetensi peserta didik SMK TKR.
5.
Trainer Power window dan Elektrin Spion Untuk Mobil New Avanza
|
|
|
Deskripsi Trainer Power window dan Elektrin Spion Untuk Mobil New Avanza
Trainer Power Window dan Electric
Mirror (Spion Elektrik) untuk mobil Toyota New Avanza adalah media
pembelajaran berbasis simulasi yang menampilkan sistem naik-turun kaca jendela
otomatis serta pengaturan spion elektrik secara terbuka dan mudah diamati.
Trainer ini dirancang khusus untuk kegiatan praktik siswa SMK Program Keahlian
Teknik Kendaraan Ringan (TKR), memungkinkan demonstrasi cara kerja, analisis
rangkaian kelistrikan, serta latihan diagnosis kerusakan.
Trainer disusun menggunakan rangka
tubular atau panel display yang kuat, dilengkapi komponen asli New Avanza atau
komponen kompatibel yang telah dimodifikasi untuk kebutuhan edukasi. Sistem
kelistrikan ditata terbuka (open wiring system) sehingga memudahkan
peserta didik memahami hubungan antar komponen.
1. Komponen Utama Trainer Power Window New Avanza
A. Motor Power Window (4 Unit)
· Motor
penggerak kaca jendela yang terdiri dari motor DC dua arah.
· Setiap
motor mewakili posisi: depan kanan, depan kiri, belakang kanan, dan belakang
kiri.
· Dilengkapi
limit switch internal (bawaan motor) untuk menghentikan pergerakan kaca.
B. Regulator Power Window
· Mekanisme
penggerak kaca (gear & track) yang disajikan secara terbuka.
· Memudahkan
peserta didik mengamati pergerakan mekanis saat motor bekerja.
C. Master Switch Power Window
· Saklar
utama yang terletak pada pintu pengemudi.
· Mengontrol
semua kaca jendela pada kendaraan.
· Menyediakan
fitur child lock (penguncian kontrol kaca belakang).
D. Sub Switch atau Door Switch
· Saklar
individual pada masing-masing pintu penumpang.
· Mengontrol
motor power window secara lokal.
E. Relay & Fuse Box
· Sistem
proteksi yang melindungi motor power window dari arus berlebih.
· Menggunakan
fuse ukuran sesuai standar Toyota New Avanza (20–30A).
2. Komponen Utama Electric Mirror (Spion Elektrik)
A. Electric Mirror Assembly (Kiri & Kanan)
· Spion
elektrik asli New Avanza yang terdiri dari:
o
Motor penggerak arah horizontal
o
Motor penggerak arah vertikal
o
Motor retract (jika dilengkapi fitur pelipatan
otomatis)
o
Housing kaca spion
B. Mirror Control Switch
· Saklar
pengatur arah spion (Left–Right selector dan tombol up/down/left/right).
· Ditempatkan
pada panel trainer untuk memudahkan pengoperasian.
C. Mirror Retract Switch (Jika Tipe High Grade)
· Mengaktifkan
pelipatan (folding) dan pembukaan spion.
D. Wiring Harness Elektrik Mirror
· Kabel
penghubung motor arah, motor retract, ground, dan power.
· Diberi
label (coding warna) untuk memudahkan tracing kabel oleh peserta didik.
3. Asesoris Pendukung Trainer
A. Panel Wiring Diagram
· Menampilkan
rangkaian power window dan electric mirror New Avanza.
· Diagram
dibuat edukatif dan mudah dibaca untuk pembelajaran.
B. Terminal Pengukuran (Multimeter Port)
· Titik
pengukuran tegangan, arus, dan kontinuitas pada:
o
Motor power window
o
Switch master
o
Switch mirror
o
Motor retract
o
Fuse & relay
C. Unit Simulasi Kerusakan (Fault Simulator)
Untuk praktik troubleshooting:
· Putus
jalur power
· Short
to ground
· Motor
tidak berfungsi
· Saklar
drop tegangan
· Relay
macet
· Spion
tidak bergerak ke satu arah tertentu
D. Rangka Display
· Rangka
tubular besi atau aluminium yang kuat dan mudah dipindahkan.
· Dilengkapi
roda (cast wheel) agar trainer mudah dipindahkan di ruang bengkel.
E. Power Supply 12 Volt DC
· Menggantikan
aki kendaraan untuk keamanan.
· Dilengkapi
circuit breaker dan fuse proteksi.
F. Indikator LED/Lampu Panel
· Menunjukkan
jalur aktif (ON) dan proses kerja tertentu.
4. Fitur Utama Trainer Power Window & Electric
Mirror
1. Open
Display System
Seluruh komponen terlihat dan mudah diamati cara kerjanya.
2. Simulasi
Kerusakan
Guru dapat mengatur jenis kerusakan untuk latihan diagnosis.
3. Multi
Switch Control
Trainer mendukung master switch + sub switch, mirip kendaraan asli.
4. Arah
Spion Elektrik Lengkap
Mengontrol arah spion:
o
Naik
o
Turun
o
Kiri
o
Kanan
o
Lipat (retract)
5. Proteksi
Sistem Otomotif
Dilengkapi fuse dan circuit breaker untuk keamanan.
6. Media
Pembelajaran Multifungsi
Cocok untuk mata pelajaran:
o
Sistem Kelistrikan Body
o
Pemeliharaan Kelistrikan
o
Diagnosa Kerusakan Kelistrikan
o
Praktik TKR (Produktif)
5.
Kegunaan Trainer
Trainer
ini dapat dimanfaatkan untuk:
· Praktik
memahami cara kerja power window dan spion elektrik.
· Latihan
analisis wiring diagram sistem body.
· Pengukuran
tegangan, arus, resistansi motor kelistrikan.
· Demonstrasi
mekanisme kerja regulator jendela.
· Simulasi
kerusakan nyata untuk asesmen guru.
· Pendukung
Uji Kompetensi (UKK) dan PjBL.
· Meningkatkan
keterampilan troubleshooting peserta didik.
6.
Kelistrikan Penerangan Untuk Mobil New Avanza
Diskripsi Kelistrikan Penerangan Untuk Mobil New Avanza
Sistem
kelistrikan penerangan pada Toyota New Avanza dirancang untuk memberikan
pencahayaan optimal, meningkatkan keselamatan berkendara, serta memenuhi
standar regulasi yang berlaku di Indonesia. Sistem ini terdiri atas rangkaian
lampu eksterior, lampu interior, sirkuit kontrol, sensor, serta perangkat
proteksi yang bekerja terintegrasi dengan sistem kelistrikan bodi (body
electrical).
1.
Tujuan Sistem Penerangan
·
Memberikan visibilitas maksimal bagi pengemudi
pada kondisi gelap dan cuaca buruk.
·
Memberikan tanda dan informasi kepada pengguna
jalan lain mengenai arah dan kondisi kendaraan.
·
Memudahkan pengguna mengakses kabin dan bagasi
dengan pencahayaan yang cukup.
·
Mendukung estetika kendaraan melalui lampu
desain modern (halogen / LED tergantung varian).
2. Komponen Utama
Sistem Penerangan New Avanza
A. Lampu Eksterior
1.
Headlamp (Lampu Depan)
o
Tipe: Halogen/LED (tergantung varian).
o
Fungsi:
§
Low Beam untuk penerangan dekat.
§
High Beam untuk penerangan jauh.
o
Dilengkapi reflektor multi-parabola untuk
distribusi cahaya lebih merata.
o
Kontrol menggunakan combination switch pada
setir.
2.
Lampu Kota (Position Lamp)
o
Berfungsi sebagai tanda keberadaan kendaraan
saat kondisi gelap atau senja.
o
Biasanya memakai LED berenergi rendah.
3.
Lampu Sein (Turn Signal Lamp)
o
Terdapat pada bagian depan, samping (fender/side
mirror), dan belakang.
o
Menggunakan flasher elektronik yang stabil.
o
Pada beberapa varian terintegrasi dengan LED di
spion samping.
4.
Lampu Hazard
o
Menggunakan lampu sein kiri dan kanan yang
menyala bersamaan.
o
Dioperasikan melalui tombol hazard pada
dashboard.
5.
Fog Lamp (Lampu Kabut) (varian tertentu)
o
Berfungsi memberikan pencahayaan tambahan pada
kondisi hujan lebat atau berkabut.
o
Menghasilkan penyebaran cahaya rendah dan
melebar.
6.
Stop Lamp / Brake Lamp
o
Lampu merah menyala terang ketika pedal rem
diinjak.
o
Terdiri dari:
§
Stop lamp kiri-kanan,
§
High mount stop lamp (terletak di kaca
belakang).
7.
Tail Lamp (Lampu Belakang)
o
Menyala redup saat lampu kota diaktifkan.
o
Kombinasi dengan lampu rem dan lampu sein.
8.
Reverse Lamp (Lampu Mundur)
o
Menyala ketika transmisi masuk posisi R.
o
Warna putih sebagai tanda kendaraan akan mundur.
9.
License Plate Lamp (Lampu Plat Nomor)
o
Penerangan LED/halogen kecil yang menyala
bersama lampu kota.
B. Lampu Interior
1.
Room Lamp / Cabin Lamp
o
Menyala saat pintu dibuka atau melalui sakelar
ON/DOOR/OFF.
o
Beberapa varian menggunakan LED untuk hemat
energi.
2.
Map Lamp (Lampu Baca)
o
Terdapat di bagian depan, dinyalakan manual
untuk keperluan membaca.
3.
Luggage Lamp (Lampu Bagasi)
o
Menyala saat pintu bagasi dibuka pada varian
tertentu.
3. Sistem Kontrol dan
Pengoperasian
·
Combination Switch: Mengendalikan lampu utama,
lampu kota, headlamp dimmer (high/low), dan sein.
·
Hazard Switch: Mengontrol lampu hazard.
·
Door Courtesy Switch: Mengaktifkan lampu kabin
saat pintu dibuka.
·
Relay dan Sekering (Fuse Box):
o
Relay lampu utama, relay fog lamp, relay sein.
o
Fuse disesuaikan ratingnya untuk melindungi
rangkaian dari arus lebih.
·
Body Control Module (BCM) (tergantung tahun
dan varian):
o
Mengatur fungsi otomatis lampu kabin, delay
time, lampu hazard otomatis saat panic braking (fitur tertentu), serta sistem
smart entry.
4. Prinsip Kerja
Sistem Penerangan
1.
Saat pengemudi mengaktifkan tuas lampu, arus
mengalir melalui fuse → relay → lampu.
2.
Untuk headlamp, dimmer switch menentukan apakah
arus menuju low beam atau high beam.
3.
Lampu sein bekerja menggunakan flasher
elektronik yang mengatur ritme kedip stabil.
4.
Lampu rem mendapat sinyal langsung dari brake
switch pada pedal rem.
5.
Lampu mundur aktif ketika sensor posisi
transmisi (reverse switch) menyuplai arus ke lampu belakang.
6.
Lampu interior dikendalikan oleh door switch
atau BCM, tergantung tipe kendaraan.
5. Kelebihan Sistem
Penerangan New Avanza
·
Konsumsi listrik rendah (banyak komponen sudah
menggunakan LED).
·
Desain lampu modern dan mudah perawatan.
·
Sistem proteksi baik dengan fuse/relay
individual.
·
Integrasi dengan Body Control Module membuat
respons lampu lebih stabil dan aman.
·
Komponen aftermarket dan OEM mudah ditemukan
sehingga memudahkan pengembangan trainer.
6. Potensi
Pengembangan Trainer Penerangan untuk SMK
Trainer kelistrikan
penerangan New Avanza dapat menampilkan:
·
Instalasi wiring asli (lampu
depan–belakang–kabin).
·
Panel simulasi combination switch dan hazard.
·
Modul relay, flasher elektronik, fuse box.
·
Simulasi kerusakan (open circuit, short, fuse
blow, relay rusak).
·
Indikator tegangan & arus untuk pembelajaran
diagnosa.
Analisis
Pasar
1. Ringkasan singkat
pasar
Pasar
alat peraga/trainer otomotif untuk SMK di Indonesia adalah pasar sekolah baik negeri. maupun swasta, serta BLK/LPK dan
program teaching factory). Sudah ada beberapa penyedia lokal yang memasok
trainer kelistrikan, power window/central lock, engine trainer, dan paket
lengkap peraga SMK; banyak produk juga dipasarkan sebagai paket DAK/pengadaan
sekolah. Segmentasi pasar
1.
Jenis pembeli (institusi)
o
SMK Negeri (pengadaan lewat DAK/DAU/anggaran
sekolah; sering ada persyaratan standar kurikulum dan spesifikasi).
o
SMK Swasta (lebih fleksibel, variasi
anggaran—mencari solusi lebih murah atau kustom).
o
Balai Latihan Kerja (BLK) & LPK (butuh unit
industrial/komersial, durabilitas tinggi).
o
Teaching Factory / Program PKL industri di SMK
(minta trainer semi-industri, bisa untuk teaching factory internal atau kerja
sama industri).
2.
Spesifikasi kebutuhan (produk)
o
Trainer kelistrikan & body electrical (power
window, central lock, alarm, spion elektrik). Engine / EFI trainer (mesin nyata
atau mesin stand, VIN/Electronic Fuel Injection simulators). Modul-mechatronics
/ elektronik otomotif (PLC, sensor, ECU simulator, jaringan CAN-bus).
o
Sekolah di daerah mungkin membeli lebih sedikit
unit, atau lewat tender pusat/dana DAK. Banyak pemasok nasional yang melayani
seluruh provinsi.
Pengambil keputusan
o
Kepala sekolah, koordinator kompetensi keahlian,
tim pengadaan daerah (Dinas Pendidikan), penyusun proposal DAK. (Artinya
pemasaran perlu materi teknis & administratif untuk pengadaan.)
3. Target konsumen (prioritas rekomendasi)
1.
Segmen primer (target utama)
o
SMK Negeri (jurusan TKR) yang sedang memperbarui
laboratorium/praktikum lewat dana DAK/DAU/BSNP — volume pembelian besar per
paket kurikulum. (Butuh sertifikasi mutu, spesifikasi teknis dan dokumen
pengadaan).
2.
Segmen sekunder
o
SMK Swasta (mencari paket hemat atau kustom).
o
BLK & LPK yang memerlukan trainer tahan
pakai untuk pelatihan massal.
3.
Segmen peluang (long-term)
o
Program Teaching Factory SMK (kolaborasi
industri) — bisa menjual unit yang mendekati kondisi bengkel riil; juga jasa
instalasi, training guru, modul pembelajaran.
4. Analisis pesaing
(competitor landscape) — singkat namun
Alatsmk.com /
AlatSMK — produsen & supplier alat peraga SMK dengan klaim pengalaman
>10 tahun, sudah memasok banyak sekolah (jaringan distribusi luas).
Kekuatan: pengalaman, portofolio produk lengkap, cakupan nasional. Kelemahan:
produk generik; peluang diferensiasi untuk produk kustom atau lebih
terintegrasi. PeragaSMK (peragasmk.com) — fokus alat peraga edukasi, katalog
trainer kelistrikan, engine trainer, dsb. Kekuatan: spesialisasi edukasi.
·
Panca Jaya Equipment / Yasindo / TrainersMK /
penyedia di Indotrading & IndoNetwork — banyak penjual/kontraktor lokal
yang menawarkan trainer power window, central lock, trainer mesin, dsb; sering
dipasarkan lewat katalog toko industri. Kekuatan: mudah ditemukan, harga
kompetitif. Kelemahan: dukungan purna jual bervariasi.
·
Produk modular (panel wiring, motor simulasi,
ECU sederhana).
·
Paket kurikulum pendukung (manual &
sometimes software).
·
Harga bervariasi; beberapa listing tidak
mengungkap harga publik (harus hubungi sales).
Kekuatan kompetitor
utama
·
Jaringan distribusi & pengalaman supply ke
banyak sekolah.
·
Sudah menyesuaikan produk untuk syarat pengadaan
(spesifikasi DAK/rekayasawan edukasi).
Kelemahan/peluang
kompetitif untuk produk baru Anda
·
Banyak produk terasa “generik” — peluang
diferensiasi: kualitas bahan lebih baik, modular yang mudah dikustom, integrasi
ECU / CAN-bus modern, dokumentasi lengkap untuk pengadaan (SNI/sertifikat jika
relevan).
·
Dukungan purna jual & pelatihan guru sering
terbatas — peluang menawarkan paket purna jual (service kontrak, training guru,
modul digital/video).
·
Harga dan kepastian supply menjadi penghalang
bagi SMK daerah — opsi pembiayaan/CC/penawaran paket bisa jadi keunggulan.
5. Rekomendasi posisi
produk & strategi pemasaran (actionable)
1.
Positioning produk: “Trainer Otomotif praktik
industri untuk SMK TKR — modular, mudah integrasi ke kurikulum, dan lengkap
dengan pelatihan guru + dokumentasi pengadaan.”
2.
Value propositions utama: durability (material),
relevansi kurikulum (sesuai SKKNI/KKNI), paket instalasi + training guru, dan
opsi paket (Basic / Standard / Teaching-Factory).
3.
Saluran penjualan: tender pengadaan DAK (siapkan
dokumen teknis), kerja sama Dinas Pendidikan provinsi, direct sales ke kepala
SMK/koordinator TKR, serta marketplace B2B (Indotrading, IndoNetwork).
4.
Produk & layanan tambahan: modul digital
(video & LMS), layanan maintenance berlangganan, garansi & spare parts,
opsi leasing atau cicilan untuk SMK swasta.
5.
Harga & paket: buat tiga tier untuk
menjangkau SMK dengan anggaran berbeda; tampilkan TCO (total cost of ownership)
— tekankan lifetime & dukungan teknis.
6. Risiko pasar &
mitigasi
·
Persaingan harga rendah — mitigasi: tekankan
kualitas, layanan & bukti sekolah pelanggan (case studies).
·
Tender dan birokrasi pengadaan — mitigasi:
siapkan dokumen lengkap (spesifikasi teknis, manual, data keselamatan, daftar
suku cadang), jalin relasi dengan pengambil keputusan di Dinas Pendidikan.
·
Permintaan teknologi terbaru
(ECU/CAN-bus/Hybrid) — mitigasi: roadmap produk untuk upgrade modul dan
training guru.
7. langkah operasional
singkat untuk go-to-market (prioritas 90 hari)
1.
Finalisasi 3 paket produk
(Basic/Standard/Premium) dan price sheet.
2.
Menyiapkan dokumen pengadaan / spesifikasi
teknis untuk tender DAK.
3.
Membuat 1–2 studi kasus/pilot dengan 1 SMK lokal
(bukti implementasi & testimoni).
4.
Menyiapkan materi pemasaran: katalog teknis,
video demo, paket training guru.
5.
Mendaftarkan produk di marketplace & hubungi
Dinas Pendidikan provinsi target.
Gambaran Alur
Pemasukan Secara Berurutan (Flowchart Sederhana)
1. Promosi →
2. Sekolah Tertarik →
3. Penawaran Harga →
4. Negosiasi →
5. Pembayaran DP →
6. Produksi →
7. Pengiriman →
8. Pelunasan →
9. Layanan Pelatihan →
10. Maintenance →
11. Penjualan
Modul/Sparepart →
12. Kerja Sama
Berkelanjutan.
STRATEGI PEMASARAN
1. Segmentasi Pasar
(Market Segmentation)
Menentukan segmen
pasar yang spesifik agar strategi lebih tepat sasaran:
· Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) bidang TKR, Ototronik, dan Teknik Otomotif.
· Lembaga
pelatihan kerja (BLK) otomotif.
· Politeknik
/ pendidikan vokasi otomotif.
· Industri
otomotif yang membutuhkan media pembelajaran layanan teknis.
· Dinas
pendidikan (program pengadaan fasilitas belajar).
2. Penentuan Target
Pasar
Fokus utama
pemasaran:
· SMK
Negeri dan Swasta yang memerlukan media pembelajaran sesuai kurikulum Merdeka.
· Sekolah
yang sedang mengajukan Bantuan Pemerintah (Banper), Program PK, dan
Revitalisasi SMK.
· Sekolah
yang ingin meningkatkan sarpras untuk akreditasi atau LSP/UKK.
3. Positioning Produk
Menempatkan produk
sebagai Media Pembelajaran Praktik Otomotif yang Realistis, Aman, dan Sesuai
Kurikulum.
Posisi keunggulan:
· Trainer
berbasis kendaraan nyata (Avanza, Xenia, Suzuki, dll).
· Panel
wiring lengkap & mudah dipelajari.
· Dilengkapi
fitur simulasi kerusakan (fault simulator).
· Bahan
ajar lengkap (LKPD, modul troubleshooting, SOP praktikum).
· Harga
kompetitif dengan kualitas industri.
STRATEGI PEMASARAN
UTAMA
4. Strategi Produk
(Product Strategy)
· Menyediakan
berbagai jenis trainer: EFI, Penerangan, Power Window, Audio Video, ABS, ECU,
dll.
· Menyediakan
paket pembelajaran lengkap: trainer + modul + LKPD + SOP praktikum.
· Menawarkan
kustomisasi sesuai kebutuhan sekolah.
· Menambah
fitur keamanan: MCB, indikator arus, proteksi korsleting.
· Menyediakan
garansi 1 tahun & layanan servis cepat.
5. Strategi Harga
(Pricing Strategy)
· Menetapkan
harga berbasis value (Value-Based Pricing).
· Diskon
khusus untuk pembelian paket lebih dari 2 trainer.
· Sistem
pembayaran fleksibel: DP 30–50%, pelunasan saat barang diterima.
· Paket
bundling:
o
Paket EFI + Penerangan → harga lebih murah
o
Paket power window + audio video → bonus modul
· Program
loyalitas untuk sekolah yang pernah membeli.
6. Strategi Promosi
(Promotion Strategy)
A. Promosi Langsung
ke Sekolah
· Mengirim
proposal resmi ke kepala sekolah dan ketua kompetensi keahlian TKR.
· Melakukan
presentasi offline atau online (Zoom Meeting).
· Mengadakan
workshop atau demo trainer gratis di sekolah target.
· Menyediakan
harga promo awal tahun ajaran baru.
B. Digital Marketing
· Membuat
website khusus “Trainer Otomotif untuk SMK”.
· Menggunakan
media sosial: YouTube, Instagram, TikTok untuk konten:
Demonstrasi trainer Cara penggunaan Hasil praktik siswa
· Membuat
katalog digital (PDF) dan video pemasaran.
· Mengoptimalkan
WhatsApp Business untuk komunikasi cepat.
C. Pameran dan Event
Pendidikan
· Mengikuti
pameran pendidikan: Expo SMK, Vocational Festival.
· Menggelar
booth demo trainer.
· Menawarkan
diskon khusus event.
D. Jaringan &
Kemitraan
· Bekerja
sama dengan Dinas Pendidikan, Pengawas SMK, dan Komite Sekolah.
· Bekerja
sama dengan bengkel otomotif atau dealer untuk suku cadang.
· Membuat
paket rekomendasi bagi SMK yang mengikuti UKK.
7. Strategi
Distribusi (Place / Distribution Strategy)
· Pengiriman
trainer menggunakan ekspedisi besar (kayu + pelindung).
· Sistem
pemasangan trainer di lokasi sekolah untuk produk tertentu.
· Memiliki
tim teknis yang mendukung instalasi dan pelatihan di tempat.
· Menyediakan
layanan jarak jauh via video call untuk troubleshooting.
8. Strategi Pelayanan
dan After-Sales (Service Strategy)
· Menyediakan
garansi hingga 12 bulan.
· Menawarkan
perawatan berkala setiap 6–12 bulan.
· Layanan
perbaikan cepat (maks 3 hari kerja).
· Update
modul pembelajaran dan LKPD secara berkala.
· Grup
WhatsApp khusus layanan pelanggan (guru-guru SMK).
9. Strategi
Peningkatan Kepercayaan (Trust Building)
· Menampilkan
testimoni dari sekolah yang sudah membeli.
· Menyediakan
video proses pembuatan trainer agar terlihat profesional.
· Menjamin
ketersediaan sparepart jangka panjang.
· Memberikan
sertifikat produk dan manual book resmi.
10. Strategi
Pengembangan Produk Jangka Panjang
· Menambah
jenis trainer baru (EV/hybrid, ADAS, CAN Bus).
· Mengembangkan
trainer berbasis sistem digital dan IoT.
· Menyediakan
langganan modul pembelajaran online bagi sekolah.
RENCANA OPERASIONAL
Produksi Trainer Otomotif Kendaraan
Roda Empat untuk SMK TKR
1. Tujuan Operasional
1. Menghasilkan
produk trainer otomotif yang berkualitas, aman, dan sesuai kurikulum SMK TKR.
2. Memastikan
proses produksi berjalan efisien, terukur, dan tepat waktu.
3. Menjamin
ketersediaan bahan baku, SDM, dan fasilitas pendukung untuk produksi skala
kecil hingga menengah.
4. Menjalankan
sistem kontrol kualitas untuk memastikan trainer layak digunakan untuk
pembelajaran.
2. Struktur Organisasi Operasional
A. Tim Produksi
· Kepala
Produksi
· Desainer
Teknik / Engineer
· Teknisi
Mekanik
· Teknisi
Kelistrikan Otomotif
· Teknisi
Pengelasan dan Fabrikasi
· Teknisi
Instalasi & Finishing
B. Tim Pendukung
· Quality
Control (QC)
· Pengadaan
Bahan & Logistik
· Administrasi
& Dokumentasi Teknis
· Tim
Packaging & Pengiriman
3. Lokasi & Fasilitas Produksi
Fasilitas minimal:
1. Workshop
perakitan (40–60 m²)
2. Area
pengelasan & fabrikasi rangka
3. Area
perakitan kelistrikan
4. Ruang
kontrol kualitas (QC)
5. Gudang
bahan baku dan komponen
6. Area
finishing, pengecatan, dan branding
7. Area
pengemasan & penyimpanan barang jadi
Peralatan pendukung:
· Alat
las, bor, gerinda, dan alat fabrikasi logam
· Toolkit
otomotif lengkap
· Multimeter,
scanner OBD, power supply
· Peralatan
pengecatan
· Sistem
keamanan kerja (APAR, masker, sarung tangan)
4. Proses Produksi Trainer Otomotif
A. Tahap 1 – Analisis Kebutuhan & Desain
· Identifikasi
kebutuhan SMK sesuai kurikulum TKR
· Menentukan
jenis trainer (Contoh: EFI, Body Electrical, Power Window, AC Mobil, Engine
Stand, dsb.)
· Membuat
desain CAD rangka dan skema wiring
· Menentukan
komponen utama (sensor, aktuator, modul ECU, kabel harness, panel indikator)
· Menyusun
Bill of Material (BOM)
Output: Desain final + daftar bahan.
B. Tahap 2 – Pengadaan Bahan
· Pembelian
bahan baku:
o
Baja ringan / hollow
o
Komponen kelistrikan
o
ECU dan sensor OEM/aftermarket
o
Kabel, fuse, relay, konektor
o
Cat & material finishing
· Pengecekan
kualitas bahan sebelum masuk gudang
Output: Bahan siap perakitan.
C. Tahap 3 – Fabrikasi Rangka Trainer
· Pemotongan
baja sesuai desain
· Pengelasan
rangka utama
· Pembentukan
dudukan komponen (ECU, sensor, aktuator)
· Pengecekan
kekuatan konstruksi
· Pengecatan
rangka dan panel
Output: Rangka trainer siap instalasi.
D. Tahap 4 – Perakitan Sistem Mekanik & Kelistrikan
1. Instalasi
komponen mekanik
o
Dudukan mesin, kompresor AC, power window, motor
elektrik sesuai jenis trainer
2. Instalasi
wiring & panel listrik
o
Penarikan kabel harness
o
Penyambungan socket sesuai diagram
o
Pemasangan fuse, relay, saklar, lampu indikator
o
Instalasi OBD II (jika trainer EFI)
3. Integrasi
ECU & sensor
o
Memasang sensor (TPS, MAP, IAT, ECT, O2 Sensor)
o
Menyambungkan ke modul ECU
Output: Trainer terpasang lengkap secara mekanik & elektrik.
E. Tahap 5 – Pengujian & Quality Control (QC)
Pengujian meliputi:
· Cek
fungsi kelistrikan
· Sensor
dan aktuator responsif
· ECU
dapat dibaca dengan scanner
· Keselamatan
kabel (tidak short, wiring rapi)
· Beban
listrik stabil
· Panel
aman dan mudah dipahami siswa
QC membuat:
· Form
checklist kelayakan
· Dokumentasi
foto/video
Output: Trainer lulus uji QC.
F. Tahap 6 – Dokumentasi & Manual Book
Membuat:
· Buku
manual pengoperasian
· Modul
pembelajaran untuk guru
· Gambar
wiring dan blok diagram
· SOP
penggunaan dan keselamatan
Output: Paket produk + modul lengkap.
G. Tahap 7 – Finishing, Branding & Pengemasan
· Pengecatan
tambahan
· Pemasangan
stiker identitas sekolah
· Label
komponen
· Pengemasan
dengan bubble wrap + kardus tebal
· Persiapan
untuk pengiriman
H. Tahap 8 – Pengiriman & Instalasi
· Penjadwalan
ekspedisi
· Instalasi
di sekolah jika diperlukan
· Pelatihan
singkat penggunaan untuk guru TKR
5. Jadwal Produksi (Timeline)
|
Tahap Produksi |
Durasi |
|
Desain & BOM |
2–5 hari |
|
Pengadaan bahan |
3–7 hari |
|
Fabrikasi rangka |
3–5 hari |
|
Perakitan sistem elektrik & mekanik |
5–12 hari |
|
QC & pengujian |
2–3 hari |
|
Dokumentasi & modul |
2–4 hari |
|
Finishing & pengemasan |
1–3 hari |
Total estimasi waktu: 3–5 minggu per unit trainer.
6. Standar kualitas & keselamatan
· Wiring
harness sesuai standar otomotif
· Fuse
dan relay wajib untuk semua rangkaian
· Material
rangka minimal besi hollow 3×3 / 4×4
· Panel
aman, tepi tidak tajam
· Cat
tahan abrasif dan karat
· Komponen
elektrik berlabel SNI / OEM
7. Estimasi SDM & Beban Kerja
|
Jabatan |
Jumlah |
Tugas Utama |
|
Kepala Produksi |
1 |
Mengawasi keseluruhan proses |
|
Engineer/Desainer |
1 |
Mendesain trainer dan wiring |
|
Teknisi Fabrikasi |
1–2 |
Membuat rangka |
|
Teknisi Kelistrikan |
1–2 |
Pasang wiring & sistem ECU |
|
QC |
1 |
Pengujian |
|
Dokumentasi |
1 |
Modul & manual book |
8. Pengendalian Risiko Operasional
Potensi risiko:
· Keterlambatan
bahan → solusi: supplier cadangan
· Kesalahan
wiring → QC berjenjang
· Kerusakan
komponen → testing awal setiap komponen
· Over
budget → pengendalian BOM
· Kecelakaan
kerja → SOP K3 wajib
9. Output Akhir
Produk trainer otomotif yang:
· Sesuai
kurikulum SMK TKR
· Aman
dan mudah digunakan
· Dilengkapi
modul pembelajaran
RENCANA ANGGARAN
BIAYA (RAB)
Contoh :
Produksi Trainer Otomotif Pada
Kendaraan Roda Empat Untuk Kebutuhan SMK Program Keahlian Teknik Kendaraan
Ringan
A. Bahan dan Komponen Trainer
|
No |
Uraian Bahan/Komponen |
Jumlah |
Harga Satuan (Rp) |
Total (Rp) |
|
1 |
Frame rangka besi hollow 4×4 cm |
1 set |
1.500.000 |
1.500.000 |
|
2 |
Plat besi penutup panel (1,2
mm) |
1 set |
700.000 |
700.000 |
|
3 |
Cat rangka + clear coat |
1 paket |
300.000 |
300.000 |
|
4 |
Komponen kelistrikan utama
(relay, sekering, soket, kabel) |
1 paket |
1.200.000 |
1.200.000 |
|
5 |
Modul sistem Sistem Penerangan, Body Elektrik) |
1 set |
3.000.000 |
3.000.000 |
|
6 |
Kabel harness custom |
1 set |
1.000.000 |
1.000.000 |
|
7 |
Lampu indikator panel |
1 set |
350.000 |
350.000 |
|
8 |
Panel akrilik + stiker diagram |
1 set |
900.000 |
900.000 |
|
9 |
Power supply / aki 12V |
1 unit |
600.000 |
600.000 |
|
10 |
Dudukan komponen + baut &
braket |
1 paket |
250.000 |
250.000 |
Subtotal Bahan : Rp 9.800.000
B. Biaya Tenaga Kerja
|
No |
Uraian |
Volume |
Harga Satuan |
Total |
|
1 |
Desain trainer & layout
panel |
1 kali |
500.000 |
500.000 |
|
2 |
Fabrikasi rangka dan pengecatan |
1 paket |
1.000.000 |
1.000.000 |
|
3 |
Perakitan komponen & sistem |
1 paket |
1.500.000 |
1.500.000 |
|
4 |
Instalasi kelistrikan &
wiring harness |
1 paket |
1.200.000 |
1.200.000 |
|
5 |
Pengujian dan kalibrasi trainer |
1 paket |
700.000 |
700.000 |
|
6 |
Pembuatan modul pembelajaran +
manual book |
1 paket |
500.000 |
500.000 |
Subtotal Tenaga Kerja : Rp
5.400.000
C. Biaya Pendukung Produksi
|
No |
Uraian |
Jumlah |
Harga Satuan |
Total |
|
1 |
Peralatan kerja (bor, gerinda,
mata bor – penyusutan) |
1 paket |
300.000 |
300.000 |
|
2 |
Biaya listrik produksi |
1 paket |
150.000 |
150.000 |
|
3 |
Transportasi pembelian bahan |
1 kali |
200.000 |
200.000 |
|
4 |
Konsumsi tim produksi |
1 paket |
100.000 |
100.000 |
Subtotal Pendukung : Rp
750.000
D. Biaya Overhead & Cadangan
|
No |
Uraian |
Total |
|
1 |
Overhead (5% dari total bahan +
tenaga) |
Rp 1.240.000 |
|
2 |
Cadangan risiko (3% dari total) |
Rp 37.200 |
Subtotal Overhead: Rp 1.227.700
TOTAL RENCANA ANGGARAN BIAYA
(RAB)
Total = Bahan + Tenaga Kerja +
Pendukung + Overhead
Total = Rp 9.800.000 + Rp
5.400.000 + Rp 750.000 + Rp 1.227.700
TOTAL RAB = Rp 17.177.700
1. Menentukan Harga Jual
Harga jual umumnya dihitung dari:
Harga Jual = Total Biaya Produksi
+ Margin Keuntungan + Pajak (jika ada)
Di dunia manufaktur pendidikan,
margin keuntungan yang umum dipakai:
· 20%
– 40% untuk trainer sederhana
2. Menggunakan RAB Anda
Total RAB sebelumnya:
Total Biaya Produksi = Rp 17.177.700
Keuntungan 30%.
Keuntungan = 30% × Rp 17.177.700 =
Rp 5153310
Harga Jual Sementara = 17.177.700 +
5153310
= Rp 22.331.010
3. Jika Ditambah Pajak / PPN
(11%)
Jika ada tambahan PPN:
PPN = 11% × Rp 22.331.010 = Rp 2.456.411
Harga Jual Akhir = 22.331.010 +
2.456.411 =
Rp 24.787.421
Dibulatkan menjadi:
Harga Jual : Rp 25.000.000
LAMPIRAN LAMPIRAN
:
Starting
Management System
ASESOR OTOMOTIF
Surat Undangan Pertemuan Pembuatan Media Pembelajaran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar