Minggu, 14 Desember 2025

PPM KELAS XI MAPEL PMK PADA SUB MATERI PRINSIP KERJA MESIN BENSIN DAN DIESEL

 

 

Struktur Organisasi – SMKN 1 SINE

MODUL AJAR

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

 

Penyusun               : Setyo Budi Edy Murtopo, S.Pd

Pendidikan             : SMK Negeri 1 SINE

Tahun Pelajaran     : 2025/2026

Jenjang Sekolah     : SMK

Mata Pelajaran      : Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan

Materi                     : Menjelaskan Prinsip Kerja Mesin Bensin dan  Mesin Diesel

Sub Materi             :

Fase/Kelas              : F/XI

Alokasi Waktu        :  ........  (... Pertemuan)

 

                                     IDENTIFIKASI                              

A. Identifikasi Peserta Didik

1. Karakteristik Umum Peserta Didik

·         Peserta didik berada pada usia 16–17 tahun, berada pada tahap perkembangan remaja akhir.

·         Sudah memiliki dasar pengetahuan otomotif dari kelas sebelumnya, termasuk komponen dasar mesin.

·         Memiliki kemampuan motorik yang cukup baik untuk melakukan praktik bengkel sederhana.

·         Sudah mampu melakukan analisis dan pemecahan masalah tingkat menengah terkait sistem kerja mesin.

2. Kesiapan Belajar Peserta Didik (Readiness)

·         Telah memperoleh materi dasar mengenai:

o    Bagian utama mesin bensin dan diesel

o    Siklus kerja 4 langkah dan 2 langkah

o    Sistem pembakaran (ignition system dan fuel system)

·         Memiliki pengalaman praktik awal seperti:

o    Mengamati mesin konvensional di bengkel sekolah

o    Menggunakan tools dasar otomotif

3. Minat dan Motivasi Belajar

·         Berminat pada hal yang bersifat teknis dan praktik seperti:

o    Membongkar pasang komponen mesin

o    Mengamati cara kerja mesin langsung

·         Motivasi meningkat ketika materi dikaitkan dengan:

o    Industri otomotif modern

o    Teknologi injeksi bensin & common rail diesel

o    Prospek kerja di bidang otomotif

4. Gaya Belajar

·         Visual: Membutuhkan gambar, diagram siklus, dan animasi kerja mesin.

·         Auditori: Penjelasan langkah kerja dan diskusi teknis.

·         Kinestetik: Observasi langsung dan praktik bongkar pasang atau pengamatan mesin.


B. Identifikasi Materi

1. Ruang Lingkup Materi

Materi mencakup penjelasan prinsip kerja kedua jenis mesin, yaitu:

a. Mesin Bensin

·         Prinsip pembakaran menggunakan busi (spark ignition).

·         Siklus Otto (4 langkah):

1.      Intake (hisap)

2.      Compression (kompresi)

3.      Power (usaha)

4.      Exhaust (buang)

·         Proses pencampuran udara-bahan bakar melalui:

o    Karburator

o    Sistem injeksi EFI

·         Karakteristik: putaran tinggi, respons cepat, getaran halus.

b. Mesin Diesel

·         Prinsip pembakaran kompresi (compression ignition) tanpa busi.

·         Siklus Diesel (4 langkah)

·         Sistem injeksi bahan bakar:

o    In-line pump

o    VE pump

o    Common rail system

·         Karakteristik: torsi besar, efisiensi tinggi, digunakan pada kendaraan berat.


2. Capaian Pembelajaran yang Diharapkan

Peserta didik mampu:

·         Menjelaskan perbedaan mendasar antara mesin bensin dan diesel.

·         Menguraikan tahapan siklus kerja 4 langkah pada masing-masing mesin.

·         Menjelaskan bagaimana proses pembakaran terjadi.

·         Mengidentifikasi sistem pendukung pembakaran (fuel system, air intake, ignition).

·         Menganalisis kelebihan dan kekurangan kedua mesin.


3. Kompetensi yang Dikembangkan

·         Kognitif: memahami konsep teknis kerja mesin.

·         Psikomotor: mengamati dan mengidentifikasi bagian mesin di bengkel.

·         Afektif: disiplin dalam bekerja, sikap aman dan teliti saat praktik.


4. Potensi Kesulitan Materi

Peserta didik mungkin mengalami kesulitan pada:

·         Membedakan proses pembakaran antara mesin bensin vs diesel.

·         Memahami peran tekanan kompresi dan rasio kompresi.

·         Memahami mekanisme injeksi bahan bakar modern seperti common rail.

·         Visualisasi gerakan piston & katup pada siklus kerja.

Solusi: penggunaan animasi, maket mesin, video pembelajaran, dan praktik langsung.

 

 

Dimensi Profil Lulusan

ü

 

ü

 
DPL 1                                             DPL 3                                     DPL 5                                  DPL 7

Keimanan dan                             Penalaran Kritis                    Kolaborasi                         Kesehatan Ketakwaan terhadap

Tuhan YME

ü

 

ü

 
DPL 2                                             DPL 4                                     DPL 6                                    DPL 8

Kewargaan                                    Kreativitas                             Kemandirian                        Komunikasi


                                    DESAIN PEMBELAJARAN                       

TUJUAN PEMBELAJARAN

TUJUAN PEMBELAJARAN

Materi: Menjelaskan Prinsip Kerja Mesin Bensin dan Mesin Diesel
Fase F – Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan (TKR)

Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik mampu:

A. Tujuan Pengetahuan (Kognitif)

  1. Menjelaskan pengertian mesin bensin dan mesin diesel secara tepat.
  2. Menguraikan perbedaan prinsip kerja antara mesin bensin (spark ignition) dan mesin diesel (compression ignition).
  3. Menggambarkan tahapan siklus kerja empat langkah pada mesin bensin dan diesel dengan benar.
  4. Menjelaskan proses pembentukan campuran udara-bahan bakar pada kedua jenis mesin (karburator, EFI, dan sistem injeksi diesel).
  5. Menjelaskan mekanisme proses pembakaran pada mesin bensin dan diesel.
  6. Menganalisis kelebihan dan kekurangan dari mesin bensin dan diesel berdasarkan karakteristik kerja masing-masing.
  7. Mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efisiensi kerja mesin bensin dan diesel.

B. Tujuan Keterampilan (Psikomotor)

  1. Mengamati dan membandingkan secara langsung komponen utama mesin bensin dan mesin diesel di bengkel sekolah.
  2. Mengidentifikasi secara tepat rangkaian siklus kerja mesin melalui model, animasi, atau mesin nyata.
  3. Menyajikan diagram alur atau skema sederhana yang menunjukkan prinsip kerja mesin bensin dan diesel.
  4. Menyimpulkan cara kerja masing-masing mesin melalui kegiatan praktikum atau observasi.

C. Tujuan Sikap (Afektif)

  1. Menunjukkan sikap disiplin, teliti, dan bertanggung jawab dalam melakukan observasi dan diskusi teknis.
  2. Mengutamakan keselamatan kerja (K3) saat berada di ruang bengkel.
  3. Menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terkait perkembangan teknologi mesin bensin dan diesel modern.
  4. Berkolaborasi dengan baik dalam kelompok untuk menganalisis prinsip kerja mesin.

 

 

lingkungannya Praktik Pedagogik                             : Diskusi kelompok, Presentasi dan Pembelajaran Berbasis Projek Kemitraan Pembelajaran    : Kolaborasi antarsiswa, guru Mapel lain (misalnya DDPK) Lingkungan Pembelajaran      : Kombinasi ruang kelas fisik dan media digital (Canva, Google,Classroom)

Pemanfaatn Digital                 : Video

 

                               PENGALAMAN BELAJAR                    

 

Topik Menjelaskan Prinsip Kerja Mesin Bensin dan  Mesin Diesel (.... x 45 menit)

Murid mengikuti tes awal yaitu berupa Pre-Tes bertujuan untuk mengetahui kemampuan murid diawal pembelajaran. Tes dilakukan dengan memberikan beberapa pertanyaan. Kemudian murid menuliskan jawaban di kertas yang sudah disiapkan.

 

MEMAHAMI (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan)

·         Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama, dan sapaan ramah (ice breaking) untuk menciptakan suasana belajar yang positif.

·         Apersepsi : Guru menampilkan sebuah gambar, kemudian memberikan sebuah pertanyaan “Apakah yang bisa kalian temukan pada gambar tersebut?”

·         Menyampaikan tujuan dan manfaat belajar topik ini.

 

MENGAPLIKASI (Berkesadaran, Bermakna)

·         Guru memutar video singkat tentang Menjelaskan Prinsip Kerja Mesin Bensin dan  Mesin Diesel .

·         Murid mengamati tayangan video

·         Guru membagi murid ke dalam beberapa kelompok kecil (5-6 orang).

·         Guru membagikan Lembar Kerja Murid.

·         Guru menyampaikan langkah-langkah dalam membuat projek.

·         Murid membuat sebuah miniatur 3D yang menggambarkan tentang proses Menjelaskan Prinsip Kerja Mesin Bensin dan  Mesin Diesel

·         Murid mempresentasikan hasil projek yang telah dibuat.

 

 

MEREFLESIKAN (Menggembirakan, Bermakna):

·         Guru dan murid memberikan umpan balik dan rangkuman materi.

·         Murid menulis refleksi pribadi: Menjelaskan Prinsip Kerja Mesin Bensin dan  Mesin Diesel

·         Beberapa siswa membagikan hasil refleksinya.

·         Menyampaikan keterkaitan materi ini dengan topik pertemuan selanjutnya.

·         Guru memberikan soal post-tes.

 

                                                   ASESMEN PEMBELAJARAN                                                       

Awal                            : pre-test  soal tentang materi yang akan dipelajari.

Proses                          : Observasi diskusi kelompok tentang materi yang dipelajari.

Akhir                            : Tes singkat (5 soal uraian) dan refleksi tertulis. Metode Asesmen                      : Penilaian kinerja, tes tertulis.

Text Box: ASESMEN FORMATIF AWAL

5 TES SOAL URAIAN + JAWABAN


Soal 1

Jelaskan perbedaan prinsip pembakaran antara mesin bensin dan mesin diesel!

Jawaban:

·         Mesin bensin menggunakan prinsip Spark Ignition (SI), yaitu campuran udara dan bensin di dalam ruang bakar dibakar oleh percikan api dari busi.

·         Mesin diesel menggunakan prinsip Compression Ignition (CI), yaitu udara dikompresi hingga sangat panas, kemudian solar diinjeksikan dan terbakar sendiri karena suhu tinggi tersebut tanpa busi.
Jadi, perbedaan utamanya: mesin bensin membutuhkan busi, mesin diesel tidak membutuhkan busi karena pembakarannya murni akibat kompresi.


Soal 2

Uraikan tahapan siklus kerja empat langkah (four-stroke) pada mesin bensin!

Jawaban:

1.       Langkah Hisap (Intake): Katup masuk terbuka, piston turun, udara dan bensin masuk ke silinder.

2.       Langkah Kompresi (Compression): Kedua katup tertutup, piston naik sehingga campuran udara–bensin mengalami kompresi.

3.       Langkah Usaha (Power): Busi memercikkan api, campuran terbakar dan mendorong piston turun menghasilkan tenaga.

4.       Langkah Buang (Exhaust): Katup buang terbuka, piston naik dan mendorong gas sisa pembakaran keluar.


Soal 3

Mengapa mesin diesel memiliki torsi lebih besar dibanding mesin bensin? Jelaskan alasannya!

Jawaban:

Mesin diesel memiliki torsi lebih besar karena:

·         Rasio kompresi lebih tinggi (14:1 hingga 22:1 pada diesel vs 8:1 hingga 12:1 pada bensin).

·         Tekanan pembakaran yang dihasilkan lebih besar.

·         Solar memiliki nilai energi dan kecepatan pembakaran (self ignition) yang mendukung gaya dorong lebih kuat.

·         Komponen mesin diesel (crankshaft, piston, connecting rod) dirancang lebih kuat sehingga mampu menyalurkan torsi besar pada putaran rendah.
Hasilnya, mesin diesel cocok untuk kendaraan bermuatan berat.


Soal 4

Jelaskan proses pembentukan campuran udara–bahan bakar pada mesin bensin sistem EFI (Electronic Fuel Injection)!

Jawaban:

Pada sistem EFI:

1.       ECU membaca sensor-sensor seperti MAP, MAF, TPS, ECT, dan O2 sensor.

2.       ECU menghitung jumlah bahan bakar yang tepat.

3.       Injector menyemprotkan bensin dalam bentuk kabut halus ke intake manifold atau langsung ke ruang bakar (pada GDI).

4.       Udara masuk melalui throttle body dan bercampur dengan bensin sebelum masuk ke silinder.

5.       Campuran yang ideal (14,7:1) diatur secara elektronik sehingga pembakaran lebih efisien.


Soal 5

Jelaskan alur kerja sistem injeksi bahan bakar pada mesin diesel tipe common rail!

Jawaban:

1.       Fuel pump menekan solar dan mengirimkannya ke common rail (pipa bertekanan tinggi).

2.       Common rail menyimpan bahan bakar dengan tekanan sangat tinggi (hingga 1600–2000 bar).

3.       ECU mengontrol injector secara elektronik berdasarkan data sensor (RPM, temperatur, tekanan udara, beban mesin).

4.       Injector menyemprotkan bahan bakar dengan tekanan sangat tinggi ke ruang bakar pada waktu yang sangat presisi.

5.       Solar terbakar sendiri karena suhu udara hasil kompresi yang sangat panas.
Teknologi ini menghasilkan pembakaran lebih halus, efisien, dan ramah lingkungan.

 

 

Text Box: ASESMEN FORMATIF PROSES

Rubrik Penilaian LKM

 

Aspek

Indikator

Keterangan

Presentasi Lisan

1.  Bertanya atau merespon pertanyaan

Sesuai jumlah indikator yang terpenuhi (0-5)

2.  Menjelaskan materi secara jelas dan tepat

3.  Menjelaskan materi secara terstruktur

4.  Materi yang dijelaskan relevansi sesuai

dengan topik

5.  Menggunakan intonasi dan tata bahasa yang

baik

Rancangan Produk / Tampilan

Perencanaan dan Design (25%)

Sesuai indikator yang terpenuhi 0-100%

Proses Pembuatan (25%)

Kreativitas dan Inovasi (25%)

Kualitas Produk (25%)

 

Rencana Tindak Lanjut:

·         Murid dengan skor minimal 3 untuk lisan dan 80% untuk rancangan produk, dapat melanjutkan pada kegiatan selanjutnya.

·         Bagi yang belum memenuhi, melanjutkan kegiatan dengan didampingi pendidik.

 

jurnal Refleksi Individu

Setelah mengikuti pembelajaran materi , tuliskan pengalaman kalian selama pembelajaran dengan menjawab pertanyaan berikut.

Pertanyaan

Jawaban

Pemahaman materi

(Tuliskan materi yang sudah dipelajari beserta tingkat pemahaman kalian terhadap materi tersebut)

Sub Topik:

Jaring-jaring makanan dan Ekosistem

 

Kesulitan yang dihadapi

(Tuliskan kesulitan apa saja yang kalian hadapi selama pembelajaran)

 

Upaya mengatasi kesulitan

(Tuliskan    bagaimana    cara    kalian    untuk mengatasi kesulitan tersebut)

 

Penerapam dalam kehidupan sehari-hari (Tuliskan apa saja manfaat kalian mempelajari materi

 

 

*Bisa disebarkan menggunakan aplikasi pembuat survey seperti google form, spreadsheet dan lainnya.

*Untuk bagian pemahaman materi, disesuaikan dengan materi yang diberikan.

 

MATERI AJAR

Menjelaskan Prinsip Kerja Mesin Bensin dan Mesin Diesel

Fase F – Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan (TKR)


1. Pengertian Mesin Bensin dan Mesin Diesel

a. Mesin Bensin (Spark Ignition Engine)

Mesin bensin adalah mesin pembakaran dalam (internal combustion engine) yang bekerja dengan prinsip pengapian menggunakan busi. Campuran udara dan bahan bakar dibakar oleh percikan api (spark) untuk menghasilkan tenaga.
Mesin bensin umumnya digunakan pada kendaraan ringan seperti mobil penumpang dan sepeda motor.

b. Mesin Diesel (Compression Ignition Engine)

Mesin diesel bekerja dengan prinsip pengapian sendiri (self ignition) akibat tekanan kompresi yang sangat tinggi. Udara dikompresi hingga mencapai suhu tinggi, kemudian solar disemprotkan dan terbakar spontan.
Mesin diesel banyak digunakan pada kendaraan komersial dan kendaraan dengan kebutuhan torsi besar.


2. Perbedaan Dasar Mesin Bensin dan Diesel

No

Mesin Bensin

Mesin Diesel

1.

Menggunakan busi

Tidak menggunakan busi

2.

Campuran udara–bahan bakar dihisap sebelum kompresi

Udara saja yang dikompresi

3.

Rasio kompresi rendah (8:1–12:1)

Rasio kompresi tinggi (14:1–22:1)

4.

Torsi kecil–sedang

Torsi besar

5.

Bahan bakar bensin

Bahan bakar solar

6.

Pembakaran cepat dan halus

Pembakaran lebih kuat, suara lebih kasar

7.

Cocok untuk mobil kecil/menengah

Cocok untuk kendaraan berat


3. Siklus Kerja Empat Langkah (Four-Stroke Cycle)

A. Mesin Bensin (Otto Cycle)

  1. Langkah Hisap (Intake)
    Katup masuk terbuka, piston turun menghisap campuran udara dan bensin.
  2. Langkah Kompresi (Compression)
    Kedua katup tertutup, piston naik dan mengompresi campuran.
  3. Langkah Usaha (Power)
    Busi memercikkan api, campuran terbakar, tekanan tinggi mendorong piston turun.
  4. Langkah Buang (Exhaust)
    Katup buang terbuka, piston naik mendorong gas sisa pembakaran.

B. Mesin Diesel (Diesel Cycle)

  1. Langkah Hisap (Intake)
    Katup masuk terbuka, piston turun menghisap udara saja.
  2. Langkah Kompresi (Compression)
    Udara dikompresi hingga sangat panas.
  3. Langkah Usaha (Power)
    Solar diinjeksikan melalui injector → terbakar sendiri karena panas kompresi.
  4. Langkah Buang (Exhaust)
    Katup buang terbuka, piston naik mendorong gas sisa pembakaran.

4. Sistem Pembentukan Campuran Udara–Bahan Bakar

A. Mesin Bensin

  1. Karburator
    • Campuran udara–bahan bakar dibuat secara mekanis.
    • Tekanan udara yang mengalir menarik bensin melalui nozzle.
  2. EFI (Electronic Fuel Injection)
    • Menggunakan ECU dan sensor-sensor.
    • Injector menyemprotkan bahan bakar dengan sangat presisi.
    • Lebih irit, ramah lingkungan, dan efisiensi meningkat.

B. Mesin Diesel

  1. In-Line Pump Injection System
    • Menggunakan pompa injeksi mekanis.
    • Tekanan bahan bakar belum setinggi sistem modern.
  2. Bosch VE Distributor Pump
    • Tekanan lebih stabil.
    • Banyak digunakan pada mobil diesel konvensional.
  3. Common Rail Injection System
    • Solar disimpan pada common rail dengan tekanan sangat tinggi (1.600–2.000 bar).
    • Injector dikontrol ECU.
    • Pembakaran lebih efisien, emisi rendah, performa tinggi.

5. Karakteristik Kinerja Mesin

Mesin Bensin

  • Putaran mesin cepat (high RPM)
  • Akselerasi responsif
  • Suara halus
  • Efisiensi bahan bakar lebih rendah dibanding diesel

Mesin Diesel

  • Torsi besar pada putaran rendah
  • Sangat irit bahan bakar
  • Kuat terhadap beban berat
  • Emisi NOx dan partikulat lebih tinggi tanpa teknologi tambahan

6. Keunggulan dan Kelemahan

Mesin Bensin

Keunggulan

  • Suara halus dan getaran kecil
  • Akselerasi cepat
  • Perawatan relatif murah

Kelemahan

  • Konsumsi bahan bakar lebih boros
  • Torsi lebih kecil
  • Membutuhkan bensin dengan oktan tertentu

Mesin Diesel

Keunggulan

  • Hemat bahan bakar
  • Torsi besar
  • Lebih kuat dan tahan lama

Kelemahan

  • Suara mesin lebih kasar
  • Harga kendaraan lebih mahal
  • Perawatan injeksi modern (common rail) cukup rumit

7. Faktor yang Mempengaruhi Efisiensi Kerja Mesin

  • Rasio kompresi
  • Kualitas bahan bakar
  • Suhu kerja mesin
  • Waktu pengapian (bensin)
  • Waktu injeksi (diesel)
  • Kondisi komponen mesin (kompresi, valve, injector, busi)

GLOSARIUM

Istilah

Penjelasan

Otto Cycle

Siklus kerja empat langkah pada mesin bensin.

Diesel Cycle

Siklus kerja empat langkah pada mesin diesel.

Spark Ignition

Sistem pembakaran yang menggunakan busi.

Compression Ignition

Pembakaran terjadi karena kompresi udara yang tinggi.

EFI

Sistem injeksi elektronik pada mesin bensin.

Injector

Komponen penyemprot bahan bakar.

ECU

Unit kontrol elektronik yang mengatur pembakaran.

Common Rail

Pipa bertekanan tinggi pada mesin diesel modern.

Rasio Kompresi

Perbandingan volume total silinder dengan volume ruang bakar.

Torque (Torsi)

Gaya puntir yang dihasilkan mesin.

MAF/MAP Sensor

Sensor pengukur aliran dan tekanan udara masuk.

Self Ignition

Pembakaran bahan bakar tanpa busi, hanya akibat panas kompresi.


DAFTAR PUSTAKA

  1. Bosch, Robert. Automotive Handbook. Germany: Bosch GmbH.
  2. Crouse, William H. & Anglin, Donald L. Automotive Mechanics. McGraw-Hill.
  3. Erjavec, Jack. Automotive Technology: A Systems Approach. Cengage Learning.
  4. Toyota Motor Corporation. Engine Mechanical Training Manual.
  5. Daryanto. Teknologi Dasar Otomotif. PT Sarana Tutorial Nurani Sejahtera.
  6. Direktorat Pembinaan SMK. Buku Paket Teknik Kendaraan Ringan (TKR) Kurikulum Merdeka.
  7. Sunaryo. Mesin Konversi Energi. Surakarta: UNS Press.

A. 20 SOAL PILIHAN GANDA + KUNCI JAWABAN

1. Mesin bensin disebut mesin “spark ignition” karena…

A. Menggunakan solar
B. Pembakaran terjadi akibat kompresi
C. Pembakaran menggunakan percikan busi
D. Tidak memerlukan udara
Jawaban: C

2. Mesin diesel bekerja berdasarkan prinsip…

A. Spark ignition
B. Self ignition melalui kompresi tinggi
C. Pendinginan oli
D. Pengapian ganda
Jawaban: B

3. Pada langkah kompresi mesin bensin, kondisi katup adalah…

A. Masuk terbuka
B. Buang terbuka
C. Kedua katup tertutup
D. Kedua katup terbuka
Jawaban: C

4. Apa yang terjadi pada langkah usaha mesin diesel?

A. Busi memercikkan api
B. Udara masuk ke silinder
C. Piston naik mengompresi udara
D. Solar disemprotkan dan terbakar akibat panas kompresi
Jawaban: D

5. Rasio kompresi mesin diesel umumnya berkisar…

A. 5:1 – 8:1
B. 8:1 – 12:1
C. 14:1 – 22:1
D. 30:1 – 40:1
Jawaban: C

6. Sistem yang menyemprotkan bensin secara elektronik pada mesin bensin disebut…

A. Karburator
B. EFI
C. CRDI
D. VE Pump
Jawaban: B

7. Pada mesin diesel, pembakaran terjadi karena…

A. Percikan busi
B. Udara sangat panas akibat kompresi
C. Percikan dari injector
D. Pembakaran eksternal
Jawaban: B

8. Fungsi utama injector adalah…

A. Mengukur udara masuk
B. Menyimpan bahan bakar
C. Menyemprotkan bahan bakar
D. Mengontrol katup
Jawaban: C

9. Komponen utama yang menghasilkan percikan api pada mesin bensin adalah…

A. Injector
B. Busi
C. Katup
D. Piston
Jawaban: B

10. Sistem injeksi solar bertekanan tinggi pada diesel modern adalah…

A. EFI
B. VE Pump
C. Common Rail
D. Karburator
Jawaban: C

11. Langkah buang terjadi ketika…

A. Piston naik dan katup buang terbuka
B. Piston turun dan katup masuk terbuka
C. Busi memercikkan api
D. Solar disemprotkan
Jawaban: A

12. Karakteristik utama mesin diesel adalah…

A. Putaran tinggi, torsi kecil
B. Torsi besar pada putaran rendah
C. Konsumsi bahan bakar boros
D. Rasio kompresi rendah
Jawaban: B

13. Pada mesin bensin EFI, volume bahan bakar diatur oleh…

A. Injector mekanis
B. ECU berdasarkan sensor
C. Katup buang
D. Rasio kompresi
Jawaban: B

14. Sensor MAF berfungsi untuk…

A. Mengukur tekanan oli
B. Mengukur jumlah udara masuk
C. Menyemprotkan bahan bakar
D. Mengatur putaran idle
Jawaban: B

15. Piston bergerak dari TMA ke TMB setelah pembakaran pada langkah…

A. Hisap
B. Kompresi
C. Usaha
D. Buang
Jawaban: C

16. Keuntungan utama mesin bensin dibanding diesel adalah…

A. Torsi besar
B. Irit bahan bakar
C. Suara lebih halus
D. Kompresi lebih tinggi
Jawaban: C

17. Perbandingan volume silinder dan ruang bakar disebut…

A. Stroke
B. Clearance volume
C. Rasio kompresi
D. Crank angle
Jawaban: C

18. Sistem injeksi diesel yang menggunakan pompa distribusi adalah…

A. Common Rail
B. GDI
C. VE Pump
D. EFI
Jawaban: C

19. Pada mesin bensin, campuran ideal udara dan bensin adalah…

A. 5:1
B. 10:1
C. 14,7:1
D. 20:1
Jawaban: C

20. Salah satu kekurangan mesin diesel adalah…

A. Boros bahan bakar
B. Torsi kecil
C. Suara lebih kasar
D. Pembakaran lambat
Jawaban: C


B. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)

LKPD – Menjelaskan Prinsip Kerja Mesin Bensin dan Mesin Diesel

Fase F – Kelas XI TKR

1. Tujuan Pembelajaran

  • Peserta didik mampu menjelaskan perbedaan prinsip kerja mesin bensin dan diesel.
  • Peserta didik mampu mengurutkan langkah-langkah siklus mesin empat langkah.
  • Peserta didik mampu mengidentifikasi komponen utama sistem pembakaran.

2. Alat dan Bahan

  • Model/mesin bensin dan diesel (mock-up atau mesin nyata)
  • Laptop atau video animasi siklus 4 langkah
  • Lembar observasi
  • Spidol dan kertas plano

3. Langkah Kerja

A. Observasi Mesin

  1. Amati mesin bensin dan mesin diesel di bengkel.
  2. Catat perbedaan komponen seperti: busi, injector, pompa bahan bakar, throttle body.

B. Analisis Siklus Kerja
3. Tonton animasi siklus 4 langkah.
4. Buat sketsa sederhana dari masing-masing langkah pada mesin bensin dan diesel.

C. Diskusi Kelompok
5. Diskusikan:

  • Mengapa mesin diesel tidak memerlukan busi?
  • Mengapa mesin diesel memiliki torsi lebih besar?

D. Laporan Hasil
6. Susun kesimpulan mengenai perbedaan prinsip kerja kedua mesin.


4. Pertanyaan Pemahaman

  1. Apa perbedaan proses pembakaran kedua mesin?
  2. Mengapa rasio kompresi penting pada mesin diesel?
  3. Sebutkan minimal 3 komponen yang berbeda antara mesin bensin dan diesel!

5. Penilaian LKPD

  • Ketepatan observasi (30%)
  • Kualitas sketsa siklus kerja (30%)
  • Kelengkapan jawaban pertanyaan (20%)
  • Kerja sama kelompok (20%)

C. METODE PENILAIAN

1. Penilaian Pengetahuan

  • Tes tertulis (PG dan uraian)
  • Tes lisan mengenai prinsip kerja mesin
  • Penilaian portofolio (catatan observasi, sketsa siklus, laporan LKPD)

2. Penilaian Keterampilan

  • Observasi praktik pengenalan mesin bensin dan diesel
  • Penilaian skema siklus kerja yang digambar siswa
  • Unjuk kerja (observasi komponen pembakaran)

3. Penilaian Sikap

  • Kepatuhan terhadap K3
  • Kerja sama kelompok
  • Keaktifan dalam diskusi
  • Ketelitian dan kedisiplinan

D. RENCANA TINDAK LANJUT (RTL)

1. Untuk Peserta Didik yang Belum Tuntas

  • Remedial melalui:
    • Penjelasan ulang dengan media animasi
    • Latihan soal tambahan
    • Bimbingan kecil (small group tutoring)
    • Praktik ulang observasi siklus mesin

2. Untuk Peserta Didik yang Sudah Tuntas

  • Diberi pengayaan:
    • Menganalisis sistem common rail vs EFI
    • Pembuatan poster perbandingan kinerja mesin
    • Studi kasus masalah pembakaran (misfire, knocking, asap hitam diesel)

3. Tindak Lanjut Pembelajaran

  • Guru melakukan refleksi pembelajaran
  • Memberikan hasil penilaian kepada peserta didik
  • Menyusun rencana perbaikan pertemuan berikutnya
  • Mempersiapkan materi lanjutan: perawatan sistem bahan bakar bensin dan diesel

 

 

 

 

Kepala SMK Negeri 1 Sine

 

 

Drs. Agus Setyabudi
NIP 19660814 199203 1 011

Guru Mata Pelajaran

 

 

Setyo Budi Edy Murtopo, S.Pd

Nip. 19790422 201001 1 011

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Proposal “Business Matching 2025 Gelar Karya Vokasi PKPLK”

  Proposal “Business Matching 2025 Gelar Karya Vokasi PKPLK” Gelar Karya Vokasi PKPLK   “Produksi Trainer Otomotif Pada Kendaraan Ro...