MODUL
AJAR
Penyusun : TIM PRODUKTIF OTOMOTIF
Pendidikan :
SMK Negeri 1 SINE
Tahun Pelajaran : 2025/2026
Jenjang Sekolah : SMK
Mata Pelajaran : Keselamatan dan Kesehatan Kerja Serta Lingkungan Industri
Materi :
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA
LINGKUNGAN INDUSTRI
Sub
Materi : keselamatan kerja
Fase/Kelas :
E/X
Alokasi Waktu : (1 Pertemuan)
|
IDENTIFIKASI |
|
|
Peserta Didik |
Pengetahuan awal
: peserta didik diharapkan memiliki Keselamatan dan Kesehatan Kerja Serta
Lingkungan Industri Minat : Minat
peserta didik dalam memahami dan mengerti Jenis memiliki Keselamatan dan
Kesehatan Kerja Serta Lingkungan Industri Latar belakang :
keberagaman latar belakang peserta didik yang dapat memberikan kemampuan
unik. Kebutuhan
belajar: beberapa peserta didik mungkin memerlukan bimbingan lebih dalam
mengenai materi memiliki Keselamatan dan Kesehatan Kerja Serta Lingkungan
Industri |
|
Materi Pelajaran |
Keselamatan dan
Kesehatan Kerja Serta Lingkungan Industri |
|
Dimensi Profil
Lulusan |
●
Penalaran
Kritis : melalui informasi yang didapat dan digunakan untuk menganalisis ●
Kreatif
: dengan kemampuan menganalisis dan memperoleh informasi secara pelajar
dapat menceritakan hal tersebut. ●
Mandiri
: dengan kemampuan sendiri mendapat informasi yang dapat
dipertanggungjawabkan kebenarannya. ●
Kolaborasi
: Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dalam tim, menghargai
perbedaan pendapat, dan mencapai tujuan bersama. |
|
DESAIN PEMBELAJARAN |
|
|
Capaian Pembelajaran |
Capaian
Pembelajaran (CP) Fase E dalam Kurikulum Mendalam untuk mata pelajaran
terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Lingkungan Hidup (K3LH)
dan Budaya Kerja Industri dirancang untuk siswa SMK kelas X (usia sekitar
15-16 tahun). Fase E menekankan pemahaman dasar dan penerapan praktis K3 di
lingkungan industri, termasuk identifikasi bahaya, prosedur keselamatan, dan
pengelolaan lingkungan kerja. Tujuannya adalah membentuk peserta didik yang
mandiri, kritis, dan peduli lingkungan, sesuai dengan Profil Pelajar
Pancasila. Menurut modul ajar resmi, pada akhir Fase E, siswa diharapkan
mampu menerapkan K3LH secara mandiri, seperti praktik kerja aman, penggunaan
Alat Pelindung Diri (APD), dan pencegahan kecelakaan di sektor industri
seperti manufaktur, kimia, atau konstruksi id.scribd.com. CP ini mencakup
elemen-elemen inti seperti pengenalan konsep K3 (definisi, tujuan, dan
peranannya dalam melindungi pekerja dari bahaya), identifikasi risiko
lingkungan kerja (misalnya, bahan berbahaya atau B3 di industri kimia), serta
budaya kerja 5R (Ringan, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). Di lingkungan industri,
fokusnya adalah sinergi antara keselamatan pekerja, kesehatan, dan
pelestarian lingkungan, seperti pengendalian emisi atau pengelolaan limbah
untuk mencegah dampak ekologis. Buku panduan K3LH menjelaskan bahwa penerapan
ini dimulai dari tahap pengenalan bahaya hingga aplikasi praktis, termasuk
prosedur higiene industri dan evaluasi risiko secara menyeluruh ebooks.borneonovelty.com. Regulasi dan
Standar K3 di Indonesia untuk Lingkungan Industri Di Indonesia, K3
diatur oleh Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, yang
diperkuat oleh Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No. 5 Tahun
2018 tentang K3 Lingkungan Kerja. Regulasi ini mewajibkan perusahaan industri
untuk menunjuk petugas higiene industri, melakukan identifikasi bahaya, dan
menyusun prosedur pengendalian risiko, termasuk pengelolaan lingkungan
seperti pencegahan pencemaran dari bahan kimia atau limbah. Untuk proyek
konstruksi (yang sering terkait fase industri), Permen PUPR No. 21 Tahun 2019
mengatur Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), yang mencakup aspek
keamanan, kesehatan pekerja, dan keberlanjutan lingkungan, seperti penggunaan
APD standar SNI dan asuransi kecelakaan kerja peraturan.bpk.go.id. Praktik terbaik
di lingkungan industri meliputi penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (SMK3) berbasis ISO 45001, yang menekankan pencegahan
kecelakaan besar melalui pelatihan, audit rutin, dan integrasi dengan
pengelolaan lingkungan (ISO 14001). Contohnya, di industri kimia, panduan
menyarankan pengendalian instalasi berisiko tinggi untuk melindungi pekerja
dan masyarakat dari kebocoran atau ledakan ftp.idu.ac.id.
Secara global, best practices seperti yang direkomendasikan OSHA mencakup
identifikasi bahaya, pelatihan harian, dan pemantauan kesehatan pekerja untuk
mengurangi 2,3 juta kasus kematian kerja tahunan osha.gov. Penerapan
Praktis di Lingkungan Industri Untuk menerapkan
CP Fase E di industri, siswa atau pekerja harus memahami simbol K3 (seperti
tanda bahaya kimia), prosedur darurat (P3K dan APAR), serta budaya kerja aman
seperti 5R untuk menjaga kebersihan lingkungan. Di proyek konstruksi, standar
mencakup helm SNI, scaffolding aman, dan pengawasan ahli K3 untuk mencegah
jatuh atau tertimpa. Perusahaan wajib mendokumentasikan dan mengevaluasi
prosedur ini, termasuk sosialisasi dan pelatihan berkala, untuk memastikan
kepatuhan dan mengurangi risiko penyakit akibat kerja seperti paparan debu
atau zat beracun |
|
Lintas Disiplin Ilmu |
KIK,
Kewirausahaan(PKK). |
|
Tujuan Pembelajaran |
Setelah mengikuti
pembelajaran dengan model Problem Based
Learning (PBL) dan PjBLdan
diskusi kelompok, peserta didik mampu : 1.
Memahami pentingnya Keselamatan kerja 2.
Berkolaborasi dan berkomunikasi efektif dalam
kelompok. |
|
Topik Pembelajaran |
Menganalisis
strukur Jenis Alat pengngkat |
|
Praktik Pedagogis |
Model
Pembelajaran : Problem Based Learning (PBL)
Pendekatan : CRT, TPACK Metode:
demontrasi, Tanya jawab, diskusi dan Presentasi |
|
Kemitraan Pembelajaran |
Narasumber/seniman
yang dapat membantu peserta didik lebih mendalami jenis Keselamatan kerja Guru Bimbingan Konseling (BK) untuk membantu peserta didik mengidentifikasi potensi dan
bakat. Alumni SMK yang
sukses menjadi pengusaha. |
|
Lingkungan Pembelajaran |
●
Ruang kelas (diskusi, presentasi). ●
Lingkungan sekolah (observasi perilaku teman,
guru, dan staf). ●
Platform digital (berbagi materi, forum
diskusi online). |
|
Pemanfaatan Digital |
●
Pencarian sumber ide kreatif
(internet,youtube) |
|
PENGALAMAN BELAJAR |
|
|
1. Pendahuluan |
Orientasi ●
Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin
doa sebelum memulai pembelajaran ●
Guru membuka dengan salam, menyapa, menanyakan
kabar, dan mencatat kehadiran siswa ●
Guru mengecek kesiapan siswa dengan memberikan
ice breaking ●
Guru mengingatkan kembali materi sebelumnya
dan mengaitkannya dengan materi yang akan dipelajari Pertanyaan Pemantik Bermakna Apa yang membuat
Jenis alat pengangkat? Jika kalian
diminta untuk mengerti Jenis Keselamatan kerja apa yang kalian persiapkan? Menyampaikan Tujuan dan Motivasi Guru menyampaikan
tujuan pembelajaran dan manfaat mempelajari Jenis Perusahaan Berdasarkan Keselamatan
kerja Asesmen Awal Guru memberikan pertanyaan lisan atau kuesioner singkat untuk mengidentifikasi pengetahuan
awal peserta didik tentang Jenis Alat pengngkat . |
|
2. Kegiatan
Inti |
A. Memahami (Berkesadaran, Bermakna) 1.
Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok
heterogen. Guru menyajikan materi pengantar tentang “bagaimana memahami jenis
Keselamatan kerja 2.
Guru memfasilitasi sesi tanya jawab untuk
memastikan pemahaman peserta didik tentang mengerti Jenis Keselamatan kerja.
(berkesadaran) |
|
B. Mengaplikasi (Bermakna,
Menggembirakan) 1. Project Start: Guru membagikan dan
menjelaskan sistematika pengerjaan LKPD, setiap kelompok diminta untuk
melakukan observasi dan ekplorasi tentang Jenis alat pengangkat.
(Kontekstual, Bermakna, Menggembirakan) |
|
|
|
2.
Peserta didik secara berkelompok melaksanakan
arahan dari guru dengan menyusun dan memilih Keselamatan kerja.. (Bermakna,
Berkesadaran) 3.
Guru memberikan bimbingan dan feedback secara
diferensiasi kepada setiap kelompok sesuai dengan kebutuhan mereka, baik
secara individu maupun kelompok, dalam menganalisis dan mengerti
(Berkesadaran) |
|
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna) 1.
Setiap kelompok mempresentasikan hasil
analisis struktur Jenis Keselamatan kerja(Bermakna, Menggembirakan) 2.
Guru dan peserta didik bersama-sama melakukan
refleksi terhadap proses analisis dan mengerti Jenis Keselamatan kerja.
(Berkesadaran, Bermakna) |
|
|
3. Penutup |
1.
Umpan
Balik: Guru memfasilitasi dalam menemukan kesimpulan tentang konsep Jenis
Perusahaan Berdasarkan jenis Keselamatan
dan Kesehatan Kerja Serta Lingkungan Industri 2.
Kesimpulan:
Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang pentingnya
pemahaman jenis, struktur Jenis Perusahaan Berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Serta Lingkungan Industri 3.
Perencanaan
Selanjutnya: Guru memberikan pengantar untuk materi selanjutnya
(misalnya, makna dari Jenis Perusahaan Berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Serta Lingkungan Industri 4.
Guru mengakhiri pembelajaran dengan melakukan
doa bersama dan mengucapkan salam penutup |
|
Asesmen |
1.
Asesmen
Awal ●
Kuesioner 10 pertanyaan (Kognitif) 2.
Asesmen
Formatif ●
Observasi Kinerja Kelompok (Penilaian Kinerja
dan Observasi) ●
Penilaian ●
Penilaian keterampilan: penilaian performa
observasi, presentasi 3.
Asesmen
Sumatif ●
Tes tertulis dalam bentuk pilihan ganda dan
essay di akhir Bab |
|
Refleksi |
Refleksi Guru 1.
Adakah kendala kesulitan guru saat melakukan
pembelajaran hari ini? 2.
Bagaimana cara guru mengatasi kesulitan
pembelajaran hari ini? 3.
Jika belum mencapai tujuan pembelajaran apa
cara yang dilakukan? 4.
Apa hal yang berbeda akan dilakukan guru pada
saat pembelajaran berikutnya? Refleksi Siswa 1.
Bagaimana perasaan kalian setelah mengikuti
kegiatan pembelajaran hari ini? 2.
Apa saja yang peserta didik dapatkan setelah
mempelajari sub topik ini? 3.
Apakah ada kesulitan saat pembelajaran dengan
percobaan? 4.
Bagaimana cara kalian mengatasi kesulitan
tersebut? |
|
Drs.
Agus Setyabudi |
Guru
Mata Pelajaran TIM PRODUKTIF OTOMOTIF |
MATERI AJAR KELAS X: KESELAMATAN KERJA
A. Kompetensi Dasar
Setelah mengikuti pembelajaran ini, siswa diharapkan mampu:
- Menjelaskan
pengertian keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
- Mengidentifikasi
potensi bahaya di tempat kerja.
- Menerapkan
prosedur keselamatan kerja dalam kegiatan praktik.
- Menunjukkan
sikap disiplin dan peduli terhadap keselamatan diri dan orang lain.
B. Indikator Pencapaian
- Siswa
dapat menyebutkan pengertian keselamatan kerja.
- Siswa
dapat mengidentifikasi risiko kecelakaan di laboratorium atau workshop.
- Siswa
dapat menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai prosedur.
- Siswa
dapat membuat daftar prosedur keselamatan kerja sederhana.
C. Materi Pokok
1. Pengertian Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja adalah upaya yang dilakukan untuk
melindungi tenaga kerja dari risiko kecelakaan, cedera, atau penyakit akibat
pekerjaan. Tujuannya adalah menjaga keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan
pekerja agar produktivitas tetap terjaga.
2. Prinsip Keselamatan Kerja
- Mencegah
kecelakaan dengan mengenali risiko di lingkungan kerja.
- Menggunakan
alat pelindung diri (APD) sesuai jenis pekerjaan.
- Mematuhi
peraturan dan prosedur kerja yang telah ditetapkan.
- Menyediakan
fasilitas keselamatan, seperti kotak P3K, alat pemadam kebakaran, dan
tanda peringatan.
3. Jenis Bahaya di Tempat Kerja
- Bahaya
fisik: listrik, mesin bergerak, suhu ekstrem.
- Bahaya
kimia: bahan beracun, mudah terbakar, atau iritasi.
- Bahaya
biologis: bakteri, virus, jamur.
- Bahaya
ergonomi: posisi kerja yang tidak nyaman, angkat beban berat.
- Bahaya
psikososial: stres kerja, intimidasi, atau tekanan berlebihan.
4. Alat Pelindung Diri (APD)
APD digunakan untuk melindungi pekerja dari risiko cedera
atau penyakit akibat kerja, misalnya:
- Helm
pengaman
- Sarung
tangan
- Sepatu
keselamatan
- Kacamata
pelindung
- Masker
/ respirator
5. Tindakan Keselamatan Kerja
- Memeriksa
alat sebelum digunakan.
- Menjaga
kebersihan dan kerapihan area kerja.
- Menyimpan
bahan kimia dan alat tajam di tempat aman.
- Melaporkan
kondisi berbahaya atau kecelakaan kepada guru/pembina.
- Mengetahui
prosedur darurat, seperti evakuasi dan penggunaan APAR.
6. Kecelakaan Kerja dan Pertolongan Pertama
- Contoh
kecelakaan kerja: luka, terbakar, tersengat listrik, jatuh dari
ketinggian.
- Pertolongan
pertama:
- Luka
ringan → cuci dengan air bersih, balut dengan perban steril
- Luka
bakar → siram air mengalir, jangan dioleskan minyak
- Tersengat
listrik → jangan sentuh korban dengan tangan kosong, matikan sumber
listrik
D. Metode Pembelajaran
- Ceramah
& diskusi
- Demonstrasi
penggunaan APD
- Praktik
simulasi keselamatan kerja
- Penugasan
membuat poster keselamatan kerja
E. Penilaian
- Penilaian
Pengetahuan: Tes pilihan ganda, isian singkat, atau esai.
- Penilaian
Keterampilan: Praktik menggunakan APD, simulasi evakuasi.
- Penilaian
Sikap: Observasi disiplin, kepedulian terhadap keselamatan diri dan
teman.
GLOSARIUM
|
Istilah |
Arti |
|
K3 |
Keselamatan dan Kesehatan Kerja, upaya melindungi pekerja
dari risiko kerja |
|
APD |
Alat Pelindung Diri, perlengkapan untuk melindungi pekerja
dari cedera |
|
Bahaya fisik |
Risiko yang muncul dari kondisi fisik, seperti mesin,
listrik, atau suhu ekstrem |
|
Bahaya kimia |
Risiko yang muncul dari paparan zat kimia berbahaya |
|
Ergonomi |
Ilmu yang mempelajari cara kerja yang sesuai dengan
kemampuan fisik manusia |
|
P3K |
Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan, tindakan awal saat
terjadi kecelakaan |
|
Evakuasi |
Prosedur mengeluarkan orang dari tempat berbahaya secara
aman |
DAFTAR PUSTAKA
- Kementerian
Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2017). Pedoman Umum Keselamatan
dan Kesehatan Kerja (K3). Jakarta: Kemenaker RI.
- Winarno,
B. (2018). Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk Siswa SMK.
Jakarta: Erlangga.
- Sari,
D. & Hadi, S. (2019). Pengenalan K3 di Lingkungan Sekolah dan
Workshop. Bandung: Alfabeta.
- Hasibuan,
M. (2020). Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Jakarta:
Prenadamedia Group.
Soal Pilihan Ganda Keselamatan Kerja Kelas X
1. Pengertian keselamatan kerja adalah…
A. Upaya melindungi pekerja dari risiko cedera atau sakit akibat pekerjaan
B. Cara untuk mempercepat pekerjaan
C. Proses memotivasi karyawan
D. Menyelesaikan pekerjaan tanpa alat
E. Mengurangi jumlah pekerja
Jawaban: A
2. Tujuan utama K3 adalah…
A. Meningkatkan kecepatan produksi
B. Melindungi tenaga kerja dari risiko kecelakaan dan penyakit akibat pekerjaan
C. Mengurangi biaya operasional
D. Menyusun laporan keuangan
E. Menambah jumlah pekerja
Jawaban: B
3. Alat pelindung diri (APD) yang digunakan untuk
melindungi mata adalah…
A. Helm pengaman
B. Sarung tangan
C. Sepatu keselamatan
D. Kacamata pelindung
E. Masker
Jawaban: D
4. Contoh bahaya fisik di tempat kerja adalah…
A. Bakteri
B. Mesin bergerak
C. Bahan kimia beracun
D. Stres kerja
E. Ruangan yang nyaman
Jawaban: B
5. Bahaya kimia di tempat kerja meliputi…
A. Mesin bergerak
B. Listrik tegangan tinggi
C. Bahan mudah terbakar atau beracun
D. Posisi kerja yang salah
E. Tekanan teman kerja
Jawaban: C
6. Pertolongan pertama untuk luka bakar ringan
adalah…
A. Mengoleskan minyak atau pasta gigi
B. Menutup dengan kain kering tanpa air
C. Menyiram dengan air mengalir
D. Memberi alkohol
E. Memijat luka
Jawaban: C
7. Fungsi APD sepatu keselamatan adalah…
A. Melindungi mata dari percikan bahan kimia
B. Melindungi kepala dari benturan
C. Melindungi kaki dari benda tajam dan jatuh
D. Melindungi telinga dari kebisingan
E. Menyaring udara yang dihirup
Jawaban: C
8. Contoh bahaya ergonomi adalah…
A. Terpapar zat kimia
B. Posisi kerja yang tidak nyaman
C. Terkena mesin bergerak
D. Kebisingan tinggi
E. Listrik tegangan tinggi
Jawaban: B
9. Salah satu tindakan pencegahan kecelakaan kerja
adalah…
A. Mengabaikan prosedur kerja
B. Memeriksa alat sebelum digunakan
C. Menggunakan alat seadanya
D. Bekerja tanpa APD
E. Menunda pekerjaan
Jawaban: B
10. Yang bukan termasuk APD adalah…
A. Helm pengaman
B. Sarung tangan
C. Kacamata pelindung
D. Mesin las
E. Masker
Jawaban: D
11. Salah satu penyebab kecelakaan kerja di
laboratorium adalah…
A. Mengikuti prosedur kerja
B. Menyimpan bahan kimia dengan benar
C. Mengabaikan penggunaan APD
D. Membersihkan meja kerja
E. Menggunakan alat sesuai petunjuk
Jawaban: C
12. APD yang digunakan untuk melindungi telinga dari
kebisingan adalah…
A. Sepatu keselamatan
B. Sarung tangan
C. Penutup telinga / earplug
D. Masker
E. Kacamata pelindung
Jawaban: C
13. Contoh bahaya biologis di tempat kerja adalah…
A. Bakteri dan virus
B. Mesin berputar
C. Listrik tegangan tinggi
D. Angkat beban berat
E. Kebisingan
Jawaban: A
14. Tindakan evakuasi dilakukan untuk…
A. Mempercepat pekerjaan
B. Mengurangi penggunaan APD
C. Mengeluarkan orang dari tempat berbahaya secara aman
D. Meningkatkan kualitas produk
E. Membersihkan bahan kimia
Jawaban: C
15. Yang bukan merupakan prinsip keselamatan kerja
adalah…
A. Mencegah kecelakaan
B. Menggunakan APD
C. Mengabaikan prosedur kerja
D. Menyediakan fasilitas keselamatan
E. Mematuhi peraturan kerja
Jawaban: C
16. Masker atau respirator digunakan untuk…
A. Melindungi mata dari percikan bahan kimia
B. Melindungi kaki dari benda tajam
C. Melindungi pernapasan dari debu atau bahan berbahaya
D. Melindungi telinga dari kebisingan
E. Menyaring air minum
Jawaban: C
17. Yang dimaksud dengan P3K adalah…
A. Prosedur Penanganan Peralatan Kerja
B. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
C. Peralatan Proteksi Pekerja Konstruksi
D. Program Pengawasan Perusahaan Kecil
E. Pengendalian Produksi dan Kualitas
Jawaban: B
18. Salah satu manfaat menerapkan K3 adalah…
A. Meningkatkan risiko kecelakaan
B. Mengurangi produktivitas
C. Meningkatkan keselamatan dan kenyamanan kerja
D. Membuat pekerjaan lebih sulit
E. Menghilangkan kewajiban pekerja
Jawaban: C
19. Tanda peringatan di tempat kerja berfungsi untuk…
A. Menunjukkan lokasi makan siang
B. Mengingatkan adanya potensi bahaya
C. Menambah dekorasi ruangan
D. Memberi informasi gaji
E. Menunjukkan waktu istirahat
Jawaban: B
20. Hal pertama yang harus dilakukan saat menemukan
bahan kimia tumpah adalah…
A. Mengabaikannya
B. Membersihkan dengan tangan kosong
C. Menjauh dan melaporkan kepada petugas
D. Mencampur dengan air minum
E. Menyapunya ke arah rekan kerja
Jawaban: C
Kalau kamu mau, saya juga bisa buatkan LKPD (Lembar
Kegiatan Peserta Didik) Keselamatan Kerja yang bisa langsung dicetak dan
digunakan untuk praktik kelas X.
Apakah saya buatkan sekalian LKPD-nya?
Anda bilang:
BUATKAN lkpd TENTANG keselamatan kerja UNTUK KELAS X
ChatGPT bilang:
Berikut saya buatkan LKPD (Lembar Kegiatan Peserta Didik)
Keselamatan Kerja untuk kelas X. LKPD ini bisa langsung dicetak dan
digunakan untuk praktik maupun penugasan.
LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK (LKPD)
Mata Pelajaran: Prakarya / PPKn / PKK (sesuai
kurikulum)
Kelas/Semester: X / 1
Topik: Keselamatan Kerja
Alokasi Waktu: 2 x 40 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan ini, siswa diharapkan dapat:
- Menjelaskan
pengertian keselamatan kerja.
- Mengidentifikasi
potensi bahaya di lingkungan kerja.
- Menggunakan
alat pelindung diri (APD) sesuai prosedur.
- Membuat
daftar prosedur keselamatan kerja sederhana.
B. Alat dan Bahan
- Alat
pelindung diri (helm, sarung tangan, sepatu keselamatan, kacamata, masker)
- Alat
tulis (pensil, buku catatan)
- Poster
atau media visual K3
- Peralatan
praktik sesuai bidang kerja (misal: laboratorium, workshop)
C. Petunjuk Kegiatan
- Bacalah
materi tentang keselamatan kerja.
- Lakukan
pengamatan di lingkungan sekolah atau workshop.
- Catat
potensi bahaya yang ditemukan.
- Gunakan
APD yang sesuai saat melakukan praktik.
- Diskusikan
dengan teman kelompok tentang cara mencegah kecelakaan.
D. Kegiatan Peserta Didik
1. Aktivitas Pengamatan
- Amati
area kerja atau laboratorium sekolah.
- Jawablah
pertanyaan berikut:
|
No |
Pertanyaan |
Jawaban |
|
1 |
Sebutkan minimal 3 potensi bahaya yang ada di area kerja! |
|
|
2 |
Apa APD yang sesuai untuk masing-masing bahaya? |
|
|
3 |
Bagaimana cara mencegah bahaya tersebut agar tidak terjadi
kecelakaan? |
2. Aktivitas Praktik
- Kenakan
APD sesuai dengan jenis praktik yang dilakukan.
- Praktikkan
prosedur keselamatan kerja sesuai instruksi guru.
- Jawablah
pertanyaan berikut:
|
No |
Pertanyaan |
Jawaban |
|
1 |
APD apa saja yang kamu gunakan saat praktik? |
|
|
2 |
Bagaimana cara menggunakan APD dengan benar? |
|
|
3 |
Apa yang harus dilakukan jika terjadi kecelakaan kecil
saat praktik? |
3. Aktivitas Diskusi
- Diskusikan
dalam kelompok tentang pentingnya K3.
- Buat
kesimpulan kelompok tentang langkah-langkah keselamatan kerja.
- Tuliskan
hasil diskusi:
|
No |
Kesimpulan |
Tindakan Pencegahan |
|
1 |
||
|
2 |
||
|
3 |
E. Tugas Individu
Buat poster K3 sederhana di area kelas atau laboratorium
yang berisi:
- Jenis
bahaya kerja
- APD
yang digunakan
- Cara
mencegah kecelakaan
F. Refleksi
Jawablah pertanyaan berikut:
- Apa
yang kamu pelajari tentang keselamatan kerja?
- Bagaimana
penerapan K3 dapat membantu keselamatan diri dan orang lain?
- Apa
yang akan kamu lakukan berbeda setelah mempelajari K3?
G. Penilaian
- Pengetahuan:
Jawaban pertanyaan pengamatan dan diskusi.
- Keterampilan:
Penggunaan APD dan praktik keselamatan kerja.
- Sikap:
Kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan teman.
Jika mau, saya bisa buatkan versi LKPD yang lebih
interaktif dan siap cetak dalam format tabel lengkap + gambar ilustrasi APD,
supaya siswa lebih mudah memahami dan praktik.
Apakah mau saya buat versi cetaknya juga?
Anda bilang:
BUATKAN RTL TENTANG keselamatan kerja UNTUK KELAS X
ChatGPT bilang:
Berikut saya buatkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) tentang
Keselamatan Kerja untuk kelas X, yang bisa digunakan guru untuk
merencanakan dan memonitor kegiatan pembelajaran:
RENCANA TINDAK LANJUT (RTL)
Mata Pelajaran: Prakarya / PKK / PPKn (sesuai
kurikulum)
Kelas/Semester: X / 1
Topik: Keselamatan Kerja (K3)
Alokasi Waktu: 2 x 40 menit
A. Tujuan RTL
- Menjamin
peserta didik memahami konsep keselamatan dan kesehatan kerja.
- Mengidentifikasi
potensi bahaya di lingkungan kerja.
- Melatih
siswa menerapkan prosedur keselamatan kerja dan penggunaan APD.
- Menumbuhkan
sikap disiplin dan peduli terhadap keselamatan diri dan orang lain.
B. Strategi dan Kegiatan RTL
|
No |
Kegiatan |
Waktu |
Penanggung Jawab |
Indikator Keberhasilan |
|
1 |
Pemberian materi pengertian K3, prinsip, dan tujuan
keselamatan kerja |
20 menit |
Guru |
Siswa dapat menjelaskan pengertian dan tujuan K3 |
|
2 |
Diskusi kelompok tentang potensi bahaya di lingkungan
sekolah atau workshop |
15 menit |
Guru & Siswa |
Siswa dapat mengidentifikasi minimal 3 bahaya kerja |
|
3 |
Demonstrasi penggunaan APD sesuai jenis pekerjaan |
20 menit |
Guru |
Siswa dapat mengenakan APD dengan benar |
|
4 |
Praktik simulasi prosedur keselamatan kerja dan
pertolongan pertama |
30 menit |
Guru & Siswa |
Siswa dapat melakukan prosedur K3 secara benar dan aman |
|
5 |
Pembuatan poster atau daftar prosedur keselamatan kerja |
25 menit |
Siswa |
Siswa dapat menyusun poster/prosedur K3 yang jelas dan
informatif |
|
6 |
Refleksi dan evaluasi |
10 menit |
Guru & Siswa |
Siswa mampu menyebutkan manfaat K3 dan langkah pencegahan
kecelakaan |
C. Media dan Sumber Belajar
- Media:
Poster K3, alat pelindung diri (helm, sarung tangan, sepatu keselamatan,
kacamata, masker), APAR, kotak P3K.
- Sumber
Belajar:
- Kementerian
Ketenagakerjaan RI. (2017). Pedoman Umum Keselamatan dan Kesehatan
Kerja. Jakarta.
- Winarno,
B. (2018). Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk Siswa SMK.
Jakarta: Erlangga.
D. Tindak Lanjut
- Memantau
siswa dalam praktik penggunaan APD dan prosedur K3 di laboratorium atau
workshop.
- Memberikan
penguatan tentang bahaya kerja dan langkah pencegahan di setiap praktik.
- Menilai
pemahaman siswa melalui LKPD, kuis, dan observasi praktik.
- Menyusun
laporan hasil kegiatan K3 yang dilakukan siswa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar