Minggu, 14 Desember 2025

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM DI MAPEL DDPK MATERI ALAT UKUR 2025

 

 

 

 

Text Box: PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

 

Satuan Pendidikan    : SMK NEGERI 1 SINE NGAWI

Kelas / Fase                : X (Sepuluh) / E

Nama Guru                : TIM PRODUKTIF OTOMOTIF

Blog                           :   https://www.blogger.com/blog/post/edit/2561505253952795906/1544058428707182006?hl=id

YouTube                     :

Google Drive              :

 

 

 

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

 

SEKOLAH                        : SMK NEGERI 1 SINE

NAMA GURU                   : TIM PRODUKTIF OTOMOTIF

MATA PELAJARAN       : DDPK

MATERI                            : Teknik dasar pemeliharaan dan perbaikan yang terkait dengan seluruh proses bidang otomotif ( Alat Ukur Konvensional)

FASE                                : E

KELAS / SEMESTER     : X / GANJIL

ALOKASI WAKTU          : 12 X 45 menit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IDENTIFIKASI

Peserta Didik

1. Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai

  • Pengetahuan Faktual
    • Definisi Alat Ukur Konvensional dari bagian-bagian, dan fungsinya.
    • Skala utama dan skala nonius (vernier scale).
    • Satuan ukur (mm, cm, inci).
    • Alat Ukur Berat jenis air Aki (hidrometer)
    • Mikrometer dalam dan luar
    • Mengukur Tegangan, Tahanan dan Arus listrik
  • Pengetahuan Konseptual
    • Prinsip kerja pengukuran dengan skala ganda.
    • Hubungan antara ketelitian alat dengan hasil pengukuran.
    • Perbedaan Alat Ukur Konvensional dan  alat elektronik.
  • Pengetahuan Prosedural
    • Langkah-langkah membaca hasil pengukuran.
    • Cara mengukur diameter luar, diameter dalam, dan kedalaman.
    • Prosedur perawatan dan penyimpanan alat.
  • Pengetahuan Metakognitif
    • Strategi memilih alat ukur sesuai kebutuhan.
    • Kesadaran akan potensi kesalahan pengukuran (human error & alat).

2. Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik

  • Digunakan dalam praktikum teknik (otomotif, permesinan, elektro, konstruksi).
  • Bermanfaat saat mengukur komponen seperti baut, poros, cincin, pipa, dan celah.
  • Dapat diterapkan dalam kegiatan hobi seperti membuat model miniatur, kerajinan logam/kayu.
  • Menumbuhkan ketelitian, kesabaran, dan keterampilan teknis yang dibutuhkan di dunia kerja industri.

3. Tingkat Kesulitan Materi

  • Tingkat Kesulitan Rendah
    • Mengenal bagian-bagian Alat Ukur Konvensional Memahami fungsi tiap bagian.
  • Tingkat Kesulitan Sedang
    • Membaca skala utama dan skala nonius secara terpisah.
    • Mengkonversi satuan pengukuran.
  • Tingkat Kesulitan Tinggi
    • Menggabungkan pembacaan skala utama dan nonius dengan tepat.
    • Mengukur bentuk tidak beraturan dan mempertimbangkan toleransi ukur.

4. Struktur Materi

  1. Pendahuluan
    • Pengertian Alat Ukur Konvensional
    • Fungsi umum dan spesifik.
  2. Bagian-Bagian Alat Ukur Konvensional
    • Rahang tetap, rahang geser, batang pengukur kedalaman, skala utama, skala nonius, sekrup pengunci.
    • Tabung baca pada hidrometer
    • Avometer manual dan digital
  3. Jenis Alat Ukur Konvensional
    • Manual (vernier), digital, cairan
  4. Cara Membaca Skala
    • Skala utama.
    • Skala nonius.
    • Menggabungkan hasil bacaan.
    • Jarum penunjuk pada avometer manual
    • Tabung baca di hidrometer
  5. Penggunaan
    • Mengukur diameter luar.
    • Mengukur diameter dalam.
    • Mengukur kedalaman.
    • Mengukur berat jenis air aki
    • Mengukur Tegangan, Arus dan Tahanan
  6. Perawatan & Keselamatan
    • Penyimpanan.
    • Pembersihan.
    • Menghindari benturan/karat.

5. Integrasi Nilai dan Karakter

  • Ketelitian & Disiplin – memastikan hasil ukur akurat dan prosedur dijalankan benar.
  • Kejujuran – melaporkan hasil pengukuran apa adanya.
  • Tanggung Jawab – menjaga dan merawat alat.
  • Kerja Sama – jika dilakukan dalam kelompok.
  • Keselamatan Kerja – memegang dan mengoperasikan alat sesuai SOP.

6. Aspek Pendukung Lainnya

  • Media & Sumber Belajar: Alat Ukur Konvensional , video simulasi, lembar kerja praktik.
  • Metode Pembelajaran: Demonstrasi, praktik langsung, problem based learning (PBL).
  • Penilaian: Tes teori (bagian & fungsi), praktik pengukuran, penilaian sikap saat bekerja.

 

Identifikasi Kesiapan Peserta Didik: Materi Alat Ukur Konvensional

1. Pengetahuan Awal (Prior Knowledge)

  • Matematika dasar
    • Membaca angka desimal dan pecahan.
    • Mengkonversi satuan panjang (mm, cm, m, inci).
    • Membaca jarum pada Avometer Analog
  • Pengalaman dengan alat ukur sederhana
    • Penggaris atau meteran.
    • Mungkin sudah pernah menggunakan mikrometer (bagi yang pernah belajar sebelumnya).
  • Pemahaman konsep panjang, lebar, dan kedalaman
    • Mengerti bahwa benda memiliki dimensi berbeda yang dapat diukur.

2. Minat dan Motivasi

  • Minat Tinggi
    • Peserta didik yang tertarik pada bidang teknik, otomotif, atau permesinan biasanya lebih antusias.
  • Minat Sedang
    • Peserta didik yang belum mengenal alat ini mungkin tertarik jika diajak praktik langsung mengukur benda nyata.
  • Strategi Meningkatkan Minat
    • Menghubungkan dengan hobi atau kegiatan sehari-hari (misalnya mengukur komponen sepeda motor, membuat miniatur, atau memodifikasi peralatan).

3. Latar Belakang Peserta Didik

  • Kelas / Jenjang Pendidikan
    • Umumnya siswa SMK jurusan teknik atau siswa SMA dengan konsentrasi IPA/teknologi.
  • Pengalaman Praktik
    • Ada yang sudah terbiasa dengan bengkel atau laboratorium, ada yang benar-benar baru.
  • Akses terhadap Alat
    • Tidak semua siswa memiliki Alat Ukur Konvensional sendiri, sehingga perlu pengaturan penggunaan alat di kelas/bengkel.

4. Kebutuhan Belajar

  • Pemahaman Konsep
    • Mengerti prinsip kerja skala utama & skala nonius.
  • Keterampilan Praktik
    • Dapat memegang, mengoperasikan, dan membaca hasil ukur dengan benar.
  • Koreksi Kesalahan Umum
    • Menghindari salah membaca skala.
    • Menghindari kesalahan posisi saat mengukur.
  • Latihan Berulang
    • Diperlukan pengulangan dengan berbagai objek supaya kecepatan dan ketelitian meningkat.

5. Aspek Lain yang Mempengaruhi Kesiapan

  • Koordinasi Mata dan Tangan
    • Diperlukan ketelitian penglihatan dan ketepatan gerakan tangan.
  • Kesabaran & Disiplin
    • Mengukur Alat Ukur Konvensional butuh ketenangan, bukan tergesa-gesa.
  • Kesadaran Keselamatan Kerja
    • Meskipun tidak berbahaya seperti mesin, tetap ada risiko jika alat digunakan sembarangan (misalnya menjepit jari).
  • Akses Media Belajar
    • Video tutorial, modul interaktif, atau simulasi pengukuran akan membantu siswa yang kesulitan memahami secara langsung.

.

Materi Pelajaran

1. Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai

  • Pengetahuan Faktual
    • Definisi Alat Ukur Konvensional bagian-bagian, dan fungsinya.
    • Skala utama dan skala nonius (vernier scale).
    • Satuan ukur (mm, cm, inci).
  • Pengetahuan Konseptual
    • Prinsip kerja pengukuran dengan skala ganda.
    • Hubungan antara ketelitian alat dengan hasil pengukuran.
    • Perbedaan  Alat Ukur Konvensional manual, digital, dan .
  • Pengetahuan Prosedural
    • Langkah-langkah membaca hasil pengukuran.
    • Cara mengukur diameter luar, diameter dalam, dan kedalaman.
    • Prosedur perawatan dan penyimpanan alat.
  • Pengetahuan Metakognitif
    • Strategi memilih alat ukur sesuai kebutuhan.
    • Kesadaran akan potensi kesalahan pengukuran (human error & alat).

2. Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik

  • Digunakan dalam praktikum teknik (otomotif, permesinan, elektro, konstruksi).
  • Bermanfaat saat mengukur komponen seperti baut, poros, cincin, pipa, dan celah.
  • Dapat diterapkan dalam kegiatan hobi seperti membuat model miniatur, kerajinan logam/kayu.
  • Menumbuhkan ketelitian, kesabaran, dan keterampilan teknis yang dibutuhkan di dunia kerja industri.

3. Tingkat Kesulitan Materi

  • Tingkat Kesulitan Rendah
    • Mengenal bagian-bagian  Alat Ukur Konvensional.
    • Memahami fungsi tiap bagian.
  • Tingkat Kesulitan Sedang
    • Membaca skala utama dan skala nonius secara terpisah.
    • Mengkonversi satuan pengukuran.
  • Tingkat Kesulitan Tinggi
    • Menggabungkan pembacaan skala utama dan nonius dengan tepat.
    • Mengukur bentuk tidak beraturan dan mempertimbangkan toleransi ukur.

4. Struktur Materi

   

Pendahuluan

    • Pengertian  Alat Ukur Konvensional.
    • Fungsi umum dan spesifik.

Bagian-Bagian Alat Ukur Konvensional

    • Rahang tetap, rahang geser, batang pengukur kedalaman, skala utama, skala nonius, sekrup pengunci.

A.    Jenis Alat Ukur Konvensional

    • Manual (vernier), digital, .

Cara Membaca Skala

    • Skala utama.
    • Skala nonius.
    • Menggabungkan hasil bacaan.

Penggunaan

    • Mengukur diameter luar.
    • Mengukur diameter dalam.
    • Mengukur kedalaman.

Perawatan & Keselamatan

    • Penyimpanan.
    • Pembersihan.
    • Menghindari benturan/karat.

            B. jenis Alat Ukur Hidrometer

Langkah Penggunaan

  1. Buka tutup sel aki yang akan diperiksa.
  2. Masukkan ujung hidrometer ke dalam lubang sel aki hingga menyentuh larutan elektrolit.
  3. Sedot larutan elektrolit dengan cara menekan dan melepas karet hisap pada hidrometer sehingga tabung terisi elektrolit.
  4. Biarkan pelampung (float) di dalam hidrometer naik dan mengambang.
  5. Baca skala pada pelampung di permukaan larutan (usahakan posisi mata sejajar dengan permukaan cairan).
  6. Catat hasil pembacaan berat jenis.
  7. Kembalikan larutan ke dalam sel aki dengan hati-hati.
  8. Lakukan langkah yang sama pada semua sel aki (biasanya 6 sel untuk aki 12 volt).
  9. Tutup kembali sel aki setelah selesai.

Interpretasi Hasil Pengukuran Berat Jenis Elektrolit

Umumnya skala hidrometer menunjukkan:

Berat Jenis (g/cm³)

Kondisi Aki

1.250 – 1.280

Penuh (baik/terisi penuh)

1.200 – 1.240

Setengah (perlu pengisian)

< 1.200

Lemah / aki perlu diisi ulang

< 1.150

Aki kosong/rusak

 

5. Integrasi Nilai dan Karakter

  • Ketelitian & Disiplin – memastikan hasil ukur akurat dan prosedur dijalankan benar.
  • Kejujuran – melaporkan hasil pengukuran apa adanya.
  • Tanggung Jawab – menjaga dan merawat alat.
  • Kerja Sama – jika dilakukan dalam kelompok.
  • Keselamatan Kerja – memegang dan mengoperasikan alat sesuai SOP.

6. Aspek Pendukung Lainnya

  • Media & Sumber Belajar: Alat Ukur Konvensional , video simulasi, lembar kerja praktik.
  • Metode Pembelajaran: Demonstrasi, praktik langsung, problem based learning (PBL).
  • Penilaian: Tes teori (bagian & fungsi), praktik pengukuran, penilaian sikap saat bekerja.

Dimensi Profil Lulusan (DPL)

dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran

 

        DPL 1 

Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa 

Dilaksanakan  dengan kegiatan berdoa yang dipimpin bergantian oleh siswa dikelas                

 


        DPL 2

Kewarganegaraan

Menyanyikan lagu Nasional dipimpin    bergantian oleh siswa dikelas                               

 

        DPL 3

Penalaran Kritis

Siswa mampu memahami jenis, menggunakan, membaca alat dengan baik sesuai SOP

 

        DPL 4

Kreativitas

Membuat Proyek Sederhana:

  • Siswa diminta merancang dan membuat proyek sederhana yang melibatkan penggunaan  alat (misalnya, membuat kotak pensil dengan ukuran tertentu, membuat miniatur bangunan).
  • Siswa merencanakan desain, menentukan ukuran, dan menggunakan  alat untuk mengukur.
  • Proyek ini melatih kreativitas dan penerapan konsep  alat dalam konteks yang lebih luas. 

 

 

        DPL 5

Kolaborasi

Siswa mampu bersama sama bekerjasama menyelesaikan proyek, presntasi didepan siswa yang lain

 

        DPL 6

Kemandirian

Menyelesaikan tugas mandiri pada soal pengukuran langsung

 

        DPL 7

Kesehatan

Mampu membaca dengan baik pada saat pengukuran

 

        DPL 8

Komunikasi

Mampu menjelaskan dan menerangkan materisesuai tugas dan mebantu temannya dalam menyelesaikan kesulitan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DESAIN PEMBELAJARAN

Capaian Pembelajaran

Pada akhir fase E, peserta didik peserta didik mampu memahami teknik dasar bidang otomotif melalui pengenalan dan praktik singkat penggunaan alat ukur, pemeliharaan, perbaikan, pembentukan body kendaraan, perakitan, serta pengenalan alat berat, dump-truck, dan sejenisnya

Lintas Disiplin Ilmu

  Teknik Otomotif – pengukuran suku cadang kendaraan (baut, poros, piston, dll.)..

  Fisika – konsep besaran panjang, ketelitian, dan alat ukur presisi.

  Matematika Terapan – pembacaan skala, konversi satuan, dan perhitungan toleransi.

 

Tujuan Pembelajaran

Menerapkan  teknik  dasar  pemeliharaan  dan  perbaikan  yang terkait dengan seluruh proses bidang otomotif pada materi  alat satuan mm

Topik Pembelajaran

topik Pembelajaran Relevan

  1. Pengenalan Alat Ukur Konvensional
    • Definisi dan fungsi  Alat Ukur Konvensional  dalam pengukuran.
    • Jenis-jenis  Alat Ukur Konvensional (manual, digital, ).
  2. Bagian-Bagian Alat Ukur Konvensional dan Fungsinya
    • Rahang tetap, rahang geser, skala utama, skala nonius, batang pengukur kedalaman, sekrup pengunci.
  3. Prinsip Kerja Alat Ukur Konvensional
    • Cara kerja skala utama dan skala nonius.
    • Hubungan pembacaan kedua skala untuk menghasilkan ukuran akhir.
  4. Cara Membaca Hasil Pengukuran
    • Pembacaan skala utama (mm/cm).
    • Pembacaan skala nonius (mm).
    • Menggabungkan hasil pengukuran.
  5. Penggunaan  Alat Ukur Konvensional pada Berbagai Objek
    • Mengukur diameter luar.
    • Mengukur diameter dalam.
    • Mengukur kedalaman lubang.
    • Mengukur berat jenisair aki
    • Mengukur Tegangan, arus dan tahanan
  6. Konversi Satuan Ukuran
    • Milimeter ↔ sentimeter ↔ inci.
    • Perhitungan toleransi ukuran.
  7. Kesalahan Umum dan Cara Menghindarinya
    • Kesalahan posisi mata (parallax error).
    • Tekanan pengukuran yang tidak tepat.
    • Perbedaan pembacaan antar pengguna.
    • Membersihkan alat setelah digunakan.
    • Menghindari karat dan benturan.
    • Penyimpanan di tempat aman.
  8. Keselamatan Kerja saat Mengukur
    • Posisi tangan dan alat yang aman.
    • Penggunaan alat pelindung bila diperlukan..

Praktik Pedagogis

Model/Strategi/Metode yang ditentukan oleh guru untuk mencapai tujuan belajar dalam mencapai dimensi profil lulusan.

Contoh: pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran inkuiri, pembelajaran kontekstual, dan sebagainya.

1. Model Pembelajaran

  • Project Based Learning (PjBL)
    Peserta didik membuat proyek pengukuran komponen benda nyata, kemudian melaporkan hasilnya dengan dokumentasi dan analisis.
  • Problem Based Learning (PBL)
    Peserta didik diberi masalah nyata, misalnya menentukan ukuran dan toleransi sebuah komponen mesin untuk perakitan.
  • Discovery Learning
    Peserta didik mengamati, mencoba, dan menemukan sendiri cara membaca skala Alat Ukur Konvensional melalui percobaan langsung.

2. Strategi Pembelajaran

  • Demonstrasi → Latihan Terbimbing → Latihan Mandiri
    • Guru memperagakan penggunaan Alat Ukur Konvensional Siswa berlatih di bawah bimbingan.
    • Siswa mengukur benda secara mandiri.
  • Kontekstual (Contextual Teaching and Learning)
    • Menghubungkan pengukuran dengan situasi nyata di dunia industri atau kehidupan sehari-hari.
  • Kolaboratif
    • Siswa bekerja dalam kelompok kecil untuk mengukur dan membandingkan hasil.

3. Metode Pembelajaran

  • Metode Demonstrasi – Menunjukkan langkah-langkah penggunaan alat.
  • Metode Praktikum – Siswa langsung mencoba mengukur berbagai benda.
  • Metode Diskusi – Membahas hasil pengukuran dan perbedaan pembacaan.
  • Metode Tanya Jawab – Mengklarifikasi konsep dan menghindari kesalahan persepsi.
  • Metode Penugasan – Memberi tugas pengukuran di bengkel/lab atau rumah.

Kemitraan Pembelajaran

Mitra kerjasama untuk berkolaborasi dan berperan dalam pembelajaran (lingkungan sekolah, lingkungan luar sekolah, masyarakat).

erikut daftar mitra kerja sama yang bisa dilibatkan dalam pembelajaran materi alat ukur Alat Ukur Konvensional dibagi berdasarkan lingkupnya:

1. Lingkungan Sekolah

  • Guru Produktif / Kejuruan
    • Memberikan materi teknis dan praktik pengukuran.
  • Guru Matematika
    • Membantu menguatkan pemahaman konversi satuan dan pembacaan desimal.
  • Guru Fisika
    • Menjelaskan prinsip besaran panjang, ketelitian, dan error pengukuran.
  • Laboran / Teknisi Bengkel Sekolah
    • Menyiapkan, merawat, dan memastikan kelayakan alat.
  • Teman sebaya (peer learning)
    • Saling membantu dalam latihan membaca hasil ukur.
  • Guru IPAS
    • Membantu menguatkan pemahaman konversi satuan dan pembacaan desimal.

2. Lingkungan Luar Sekolah

  • SMK/Universitas lain
    • Kolaborasi antar sekolah untuk praktik bersama atau berbagi fasilitas.
  • Bengkel Resmi / Bengkel Umum
    • Memberikan studi kasus nyata pengukuran komponen mesin.
  • Industri Manufaktur
    • Menunjukkan standar pengukuran di lini produksi dan quality control.
  • Lembaga Pelatihan Kerja (BLK)
    • Menyediakan pelatihan penggunaan alat ukur industri.
  • Toko Perkakas, Peralatan Bengkel , Distributor Alat Ukur
    • Menyediakan berbagai jenis Alat Ukur Konvensional untuk demonstrasi.

3. Lingkungan Masyarakat

  • Pengrajin Logam / Kayu
    • Menunjukkan penggunaan  Alat Ukur Konvensional pada produk kerajinan.
  • Komunitas Otomotif
    • Mengajarkan pengukuran komponen kendaraan.
  • Orang tua / Wali murid yang bekerja di bidang teknik
    • Membagikan pengalaman nyata penggunaan alat ukur.

 

Lingkungan Pembelajaran

Berikut contoh lingkungan pembelajaran yang mengintegrasikan ruang fisik, ruang virtual, dan budaya belajar untuk mendukung pembelajaran mendalam pada materi Alat Ukur Konvensional 1.

1. Ruang Fisik

  • Bengkel / Laboratorium Teknik
    • Dilengkapi workbench, Alat Ukur Konvensional berbagai jenis (manual, digital, ), komponen untuk diukur, pencahayaan cukup, dan penyimpanan alat yang aman.
  • Ruang Kelas Teori
    • Dilengkapi papan tulis, proyektor, dan poster/diagram bagian-bagian Alat Ukur Konvensional Tempat memamerkan berbagai alat ukur agar siswa dapat melihat perbedaan tipe dan ketelitian.

2. Ruang Virtual

  • Learning Management System (LMS) seperti Google Classroom
    • Materi teori, video tutorial penggunaan Alat Ukur Konvensional modul interaktif, dan kuis online.
  • Aplikasi Simulasi Pengukuran
    • Simulasi virtual membaca skala utama & nonius untuk latihan sebelum praktik langsung.
  • Grup Diskusi Online (WhatsApp/Telegram)
    • Bertukar foto hasil pengukuran, tanya jawab, dan berbagi tips.
  • Platform Video Conference (Zoom, Google Meet)
    • Demonstrasi penggunaan alat secara live dan tanya jawab interaktif.

3. Budaya Belajar

  • Kolaborasi – Siswa bekerja berpasangan/kelompok untuk saling memeriksa hasil pengukuran.
  • Berpikir Kritis – Membandingkan hasil pengukuran antar kelompok dan menganalisis perbedaannya.
  • Kemandirian – Siswa diberi tugas praktik individu di rumah atau di sekolah.
  • Kejujuran Akademik – Hasil pengukuran dilaporkan apa adanya, tanpa manipulasi.
  • Refleksi Diri – Siswa menulis catatan kesalahan yang sering terjadi dan perbaikan yang akan dilakukan.

4. Peran Guru dalam Meningkatkan Keaktifan Peserta Didik

  • Menyediakan contoh benda nyata dari dunia industri/otomotif untuk diukur.
  • Memberikan tantangan pengukuran dengan tingkat kesulitan bertahap.
  • Menggunakan metode tanya jawab dan diskusi untuk menghidupkan kelas.
  • Mengintegrasikan penilaian praktik dan teori agar siswa termotivasi belajar menyeluruh.
  • Memberi umpan balik langsung (feedback) atas hasil ukur siswa.

Pemanfaatan Digital

Berikut contoh pemanfaatan teknologi digital untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan kontekstual pada materi Alat Ukur Konvensional 1. Pembelajaran Lebih Interaktif

  • Video Tutorial Interaktif
    • Menggunakan YouTube, , atau aplikasi interaktif lain untuk menonton dan menjawab pertanyaan langsung terkait penggunaan Alat Ukur Konvensional
    • Simulasi Digital Alat Ukur Konvensional
    • Aplikasi atau website simulasi pengukuran (misalnya Vernier Caliper Simulator) untuk latihan membaca skala utama dan nonius sebelum praktik langsung.
  • Augmented Reality (AR)
    • Aplikasi AR yang menampilkan model 3D Alat Ukur Konvensional di smartphone, sehingga siswa dapat memutar dan mempelajari bagian-bagiannya secara virtual.

2. Pembelajaran Lebih Kolaboratif

  • Forum Diskusi Daring
    • Melalui LMS (Google Classroom, Moodle) atau grup chat (WhatsApp, Telegram) untuk berbagi hasil pengukuran, foto, dan tanya jawab.
  • Proyek Kelompok Online
    • Siswa bekerja sama membuat video praktik pengukuran, lalu diunggah ke Google Drive atau YouTube sekolah.
  • Kolaborasi Dokumen Digital
    • Menggunakan Google Docs/Sheets untuk mencatat dan membandingkan hasil pengukuran antar kelompok secara real-time.

3. Pembelajaran Lebih Kontekstual

  • Perpustakaan Digital
    • Akses modul pengukuran teknik, standar ukuran internasional (SI), dan katalog industri melalui portal sekolah atau perpustakaan online.
  • Studi Kasus Digital
    • Guru membagikan foto/video komponen industri, lalu siswa diminta memperkirakan metode pengukurannya.
  • Penilaian Daring (Online Assessment)
    • Kuis di Google Form, Quizizz, atau Kahoot untuk menguji pemahaman konsep Alat Ukur Konvensional.
    • Tugas mengunggah foto hasil pengukuran beserta analisisnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL

LITERASI

Membahas tentang Makna Terima kasih

Pengalaman Belajar di Awal – Materi Alat Ukur Konvensional

Prinsip Pembelajaran:

  • Berkesadaran – Siswa menyadari tujuan dan manfaat pembelajaran  Alat Ukur Konvensional bagi masa depan mereka.
  • Bermakna – Materi dihubungkan dengan situasi nyata di bengkel, industri, atau kehidupan sehari-hari.
  • Menggembirakan – Proses awal dibuat menarik dan melibatkan aktivitas yang memicu rasa ingin tahu.

Langkah Pengalaman Belajar

  1. Pembukaan yang Memancing Rasa Ingin Tahu (Menggembirakan)
    • Guru menampilkan beberapa benda nyata seperti piston motor, baut besar, atau pipa, lalu bertanya:
      "Kalau kita ingin memastikan ukuran benda ini sangat presisi, alat apa yang kita pakai?"
    • Memunculkan rasa penasaran siswa dengan perbandingan antara penggaris dan  Alat Ukur Konvensional.
  2. Menjelaskan Relevansi (Bermakna)
    • Guru menjelaskan bahwa di industri otomotif, manufaktur, atau teknik, kesalahan 0,1 mm saja bisa memengaruhi kualitas produk.
    • Menunjukkan contoh nyata dari dunia kerja atau video penggunaan Alat Ukur Konvensional di pabrik.
  3. Membangun Kesadaran Tujuan Belajar (Berkesadaran)
    • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari itu:

"Hari ini kita akan belajar mengenal Alat Ukur Konvensional membaca skala dengan tepat, dan menggunakannya untuk mengukur berbagai benda dengan akurasi tinggi."

    • Menjelaskan bahwa keterampilan ini akan menjadi bekal penting saat magang atau bekerja di industri.
  1. Aktivitas Ice Breaking Ringan (Menggembirakan)
    • Siswa diminta menebak ukuran beberapa benda kecil hanya dengan melihat, lalu membandingkan hasil tebakan mereka dengan pengukuran nyata menggunakan Alat Ukur Konvensional
    • Aktivitas ini membuat suasana cair sekaligus menunjukkan pentingnya alat ukur presisi.

 

INTI

Tahap 1 – Memahami (Eksplorasi & Observasi)

Prinsip: Berkesadaran & Bermakna

  • Aktivitas Guru:
    • Menjelaskan kembali tujuan pembelajaran secara jelas.
    • Menunjukkan berbagai jenis Alat Ukur Konvensional (manual, digital, ) secara langsung atau melalui video.
    • Memperagakan cara membaca skala utama dan skala nonius, sambil menjelaskan prinsip kerjanya.
  • Aktivitas Siswa:
    • Mengamati bagian-bagian Alat Ukur Konvensional dan mencatat fungsinya.
    • Mencoba menggeser rahang Alat Ukur Konvensional sambil melihat pergerakan skala.
    • Berdiskusi dalam kelompok kecil untuk membedakan fungsi rahang tetap, rahang geser, dan batang pengukur kedalaman.

Output: Siswa memahami struktur, fungsi, dan prinsip kerja Alat Ukur Konvensional


Tahap 2 – Mengaplikasi (Latihan & Praktik Langsung)

Prinsip: Bermakna & Menyenangkan

  • Aktivitas Guru:
    • Memberi contoh pengukuran diameter luar, diameter dalam, dan kedalaman.
    • Menugaskan siswa mengukur benda nyata di sekitar bengkel/lab (misalnya baut, pipa, cincin, blok kayu kecil).
    • Memberikan tantangan pengukuran berpasangan (satu siswa mengukur, satu siswa memverifikasi hasil).
  • Aktivitas Siswa:
    • Melakukan pengukuran sesuai instruksi, mencatat hasil dengan format yang benar (satuan mm/cm/inci).
    • Mengunggah foto hasil pengukuran ke LMS atau grup diskusi kelas.
    • Membandingkan hasil antar kelompok dan mendiskusikan penyebab perbedaan.
  • Output: Siswa mampu menggunakan Alat Ukur Konvensional untuk pengukuran presisi.

Tahap 3 – Merefleksi (Analisis & Perbaikan)

Prinsip: Berkesadaran & Menyenangkan

  • Aktivitas Guru:
    • Mengajak siswa menganalisis kesalahan umum yang terjadi saat pengukuran.
    • Menampilkan tabel hasil pengukuran semua kelompok di layar proyektor untuk dibandingkan.
    • Memfasilitasi diskusi: “Bagaimana cara meminimalkan selisih hasil pengukuran?”
  • Aktivitas Siswa:
    • Mengidentifikasi kesalahan yang mereka alami (misalnya posisi mata tidak sejajar, tekanan rahang terlalu longgar).
    • Menuliskan strategi perbaikan di buku catatan atau platform digital.
    • Menyampaikan pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh di depan kelas.
  • Output: Siswa mampu mengevaluasi dan memperbaiki teknik pengukuran untuk meningkatkan akurasi.

.

PENUTUP

Pengalaman Belajar – Kegiatan Penutup (Materi Alat Ukur Konvensional)

Prinsip Pembelajaran:

  • Berkesadaran – Siswa menyadari capaian yang sudah diraih dan yang perlu diperbaiki.
  • Bermakna – Pembelajaran dikaitkan kembali dengan manfaat nyata di dunia kerja dan kehidupan sehari-hari.
  • Menyenangkan – Penutup dilakukan dengan aktivitas positif yang memotivasi siswa.

Langkah Kegiatan

  1. Refleksi Bersama (Berkesadaran)
    • Guru mengajak siswa menjawab pertanyaan:

“Hari ini keterampilan apa yang kalian kuasai?”
“Apa tantangan terbesar saat membaca skala 
Alat Ukur Konvensional

    • Siswa menuliskan 1 kekuatan dan 1 hal yang perlu diperbaiki dari hasil praktiknya.
  1. Mengaitkan ke Dunia Nyata (Bermakna)
    • Guru menjelaskan contoh nyata penggunaan  Alat Ukur Konvensional di industri otomotif, manufaktur, dan kerajinan.
    • Menekankan bahwa keterampilan ini akan berguna saat magang, ujian praktik, atau di dunia kerja.
  2. Apresiasi & Motivasi (Menyenangkan)
    • Guru memberi pujian atau “badge” sederhana bagi kelompok dengan hasil pengukuran paling akurat.
    • Mengajak siswa berfoto bersama sambil memegang  Alat Ukur Konvensional sebagai simbol pencapaian hari ini.
  3. Penugasan Ringan untuk Pertemuan Berikutnya
    • Siswa diminta membawa 2–3 benda dari rumah untuk diukur pada pertemuan selanjutnya.
    • Memberikan kuis online singkat (Google Form/Quizizz) sebagai latihan penguatan.

 

 

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen pada Awal Pembelajaran

Asesmen Awal – Materi Alat Ukur Konvensional Tujuan Asesmen Awal

  • Mengidentifikasi pengetahuan awal siswa tentang alat ukur.
  • Mengetahui kemampuan membaca satuan panjang dan angka desimal.
  • Menggali pengalaman siswa menggunakan alat ukur sebelumnya.
  • Memahami minat siswa terhadap pembelajaran pengukuran presisi.

Bentuk Asesmen

  1. Pertanyaan Lisan / Tanya Jawab Cepat
    • “Apa saja alat ukur panjang yang pernah kamu gunakan?”
    • “Apa perbedaan satuan mm dan cm?”
    • “Pernahkah kamu mendengar istilah skala nonius? Kalau pernah, di mana?”
  2. Tes Tertulis Singkat (5–10 menit)
    • Contoh Soal:
      1. Sebuah penggaris menunjukkan angka 12,6 cm. Berapa dalam milimeter?
        a) 1,26 mm
        b) 12,6 mm
        c) 126 mm

        d) 1260 mm
        e) 0,126 mm
      2. Sebutkan dua contoh benda yang perlu diukur dengan ketelitian sampai 0,1 mm.
      3. Berapa nilai Tahanan, Tegangan DC dan nilai arus

3 langkah Cara Menguasai Multimeter Analog - ELEKTRONIKA HENDRY

 

                                 4. Berapa nilainya pengukuran aki dibaawah ini

                                      Cara Menggunakan Hydrometer dengan Benar | kumparan.com

  1. Observasi Alat
    • Guru menunjukkan  PENUTUP dan penggaris, lalu meminta siswa membedakan fungsi keduanya.
  2. Survey Minat
    • Menggunakan Google Form atau kertas sederhana:
      • “Seberapa tertarik kamu mempelajari alat ukur presisi?” (Skala 1–5)
      • “Bidang pekerjaan apa yang menurutmu memerlukan keterampilan ini?”

Prinsip yang Diterapkan

  • Berkesadaran – Siswa memahami tujuan asesmen awal sebagai persiapan belajar, bukan penilaian akhir.
  • Bermakna – Pertanyaan dikaitkan dengan pengalaman nyata siswa.
  • Menyenangkan – Dilakukan dalam bentuk kuis ringan atau ice breaking dengan benda-benda yang ada di sekitar.

Asesmen pada Proses Pembelajaran

Asesmen pada Proses Pembelajaran – Materi Alat Ukur Konvensional Tujuan

  • Memantau keterlibatan dan pemahaman siswa selama pembelajaran berlangsung.
  • Memberi umpan balik langsung agar siswa dapat memperbaiki kesalahan saat itu juga.
  • Menilai keterampilan praktik membaca dan menggunakan Alat Ukur Konvensional.

 

Bentuk Asesmen

  1. Observasi Langsung saat Praktik
    • Guru memperhatikan:
      • Cara siswa memegang  PENUTUP dengan benar.
      • Ketepatan posisi benda pada rahang ukur.
      • Kemampuan membaca skala utama dan nonius.
    • Menggunakan lembar observasi keterampilan dengan indikator dan skor.
  2. Pertanyaan Cepat (Check for Understanding)
    • Contoh:
      • “Jika skala utama menunjukkan 12 mm dan skala nonius sejajar di angka ke-5, berapa hasil pengukurannya?”
      • “Bagaimana cara mengukur diameter luar sebuah pipa?”
  3. Peer Assessment (Penilaian Teman Sebaya)
    • Siswa berpasangan untuk saling memeriksa hasil pengukuran, lalu mendiskusikan perbedaan hasil.
    • Menggunakan format checklist sederhana:
      • Posisi alat benar / tidak
      • Benda tidak bergeser / bergeser
      • Pembacaan skala tepat / keliru
  4. Jurnal Singkat / Catatan Refleksi
    • Siswa menulis 2–3 kalimat:
      • Apa yang sudah dipahami hari ini.
      • Bagian mana yang masih membingungkan.

Asesmen pada Akhir Pembelajaran

Tujuan

  • Mengukur pencapaian kompetensi siswa setelah seluruh materi disampaikan.
  • Menilai pemahaman konsep, keterampilan praktik, dan sikap selama pembelajaran.
  • Memberikan gambaran kemampuan siswa secara individu untuk tindak lanjut/reme.

Bentuk Asesmen

  1. Tes Tertulis (Pilihan Ganda & Uraian)
    • Contoh Soal Pilihan Ganda:
      1. Skala utama menunjukkan 25 mm, skala nonius sejajar di angka ke-6. Berapa hasil pengukuran?
        a) 25,06 mm
        b) 25,6 mm

        c) 25,60 cm
        d) 25,66 mm
        e) 26,06 mm
    • Contoh Soal Uraian:
      • Jelaskan langkah-langkah mengukur diameter luar baut menggunakan Alat Ukur Konvensional dengan ketelitian 0,02 mm.
      • Jelaskan langkah-langkah mengukur aki dengan Avometer dan hidrometer
  1. Tes Praktik
    • Siswa diminta mengukur beberapa benda (baut, koin, pipa kecil, lempengan logam) menggunakan Alat Ukur Konvensional.
    • Kriteria Penilaian:
      • Posisi alat benar (0–20 poin)
      • Prosedur pengukuran tepat (0–30 poin)
      • Hasil pengukuran akurat (0–40 poin)
      • Kerapian & keamanan kerja (0–10 poin)
  1. Penilaian Sikap (Observasi)
    • Dilakukan selama tes praktik:
      • Ketelitian dan kesabaran
      • Kerja sama saat meminjam/bergantian alat
      • Kedisiplinan mengikuti instruksi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rubrik Penilaian Diskusi Kelas : Materi Alat Ukur Konvensional

Tujuan Pembelajaran :Menerapkan  teknik  dasar  pemeliharaan  dan  perbaikan  yang terkait dengan seluruh proses bidang otomotif

Indikator

Baru Memulai

Berkembang

Cakap

Mahir

-  Mengajukan pertanyaan yang relevan terkait konsep Alat Ukur Konvensional - Menyampaikan pendapat atau ide saat diskusi kelompok/kelas.
- Menanggapi pendapat teman dengan sopan dan konstruktif

 

 

 

 

- Mampu menjelaskan fungsi Alat Ukur Konvensional.
- Dapat memberi contoh penggunaan Alat Ukur Konvensional di kehidupan nyata.
- Menunjukkan pemahaman cara membaca skala utama dan nonius.

 

 

 

 

- Berbagi tugas dan peran dalam kelompok.
- Membantu anggota kelompok yang kurang paham.
- Menghargai pendapat semua anggota.

 

 

 

 

- Mendengarkan saat orang lain berbicara.
- Tidak memotong pembicaraan.
- Bersikap santun dan tidak mendominasi pembicaraan.

 

 

 

 

 

Keterangan:

     Baru Memulai: Peserta didik menunjukkan pemahaman dan keterampilan yang sangat dasar.

     Berkembang: Peserta didik menunjukkan pemahaman dan keterampilan yang sedang berkembang, tetapi masih perlu perbaikan.

     Cakap: Peserta didik menunjukkan pemahaman dan keterampilan yang baik, sesuai dengan harapan.

     Mahir: Peserta didik menunjukkan pemahaman dan keterampilan yang sangat baik, melebihi harapan.

 

 

 

 

Kepala SMK Negeri 1 Sine

 

 

Drs. Agus Setyabudi
NIP 19660814 199203 1 011

Guru Mata Pelajaran

 

 

TIM PRODUKTIF OTOMOTIF

 

 

 

MATERI ALAT UKUR

1. Pengertian Alat Ukur

Alat ukur adalah instrumen atau perangkat yang digunakan untuk mengetahui besaran fisik suatu benda, baik panjang, diameter, kedalaman, ketebalan, arus listrik, tegangan, maupun massa jenis cairan. Dalam bidang teknik, penggunaan alat ukur sangat penting untuk memperoleh data yang tepat (akurasi) dan konsisten (presisi).


2. Macam-Macam Alat Ukur

a. Jangka Sorong (Vernier Caliper) MATERI ALAT UKUR

1. Pengertian Alat Ukur

Alat ukur adalah instrumen atau perangkat yang digunakan untuk mengetahui besaran fisik suatu benda, baik panjang, diameter, kedalaman, ketebalan, arus listrik, tegangan, maupun massa jenis cairan. Dalam bidang teknik, penggunaan alat ukur sangat penting untuk memperoleh data yang tepat (akurasi) dan konsisten (presisi).


2. Macam-Macam Alat Ukur

a. Jangka Sorong (Vernier Caliper)

  • Fungsi : Mengukur panjang, diameter luar, diameter dalam, dan kedalaman benda.
  • Bagian utama : Rahang tetap, rahang geser, skala utama, skala nonius, batang pengukur kedalaman.
  • Ketelitian : 0,1 mm; 0,05 mm; atau 0,02 mm.
  • Contoh penggunaan : Mengukur diameter pipa, ketebalan pelat, atau kedalaman lubang.

b. Mikrometer (Micrometer Screw Gauge)

  • Fungsi : Mengukur ketebalan atau diameter luar benda dengan presisi tinggi.
  • Bagian utama : Frame, anvil, spindle, sleeve (skala utama), thimble (skala putar), ratchet stop.
  • Ketelitian : 0,01 mm (analog) atau 0,001 mm (digital).
  • Contoh penggunaan : Mengukur tebal plat logam, diameter kawat, atau ketebalan kertas.

c. Hidrometer (Hydrometer)

  • Fungsi : Mengukur massa jenis cairan, terutama elektrolit aki.
  • Bagian utama : Tabung kaca, pelampung, skala ukur, pipet karet.
  • Ketelitian : Skala 0,001 g/cm³.
  • Contoh penggunaan : Mengetahui kondisi aki (penuh, lemah, atau habis).

d. AVO Meter (Ampere Volt Ohm Meter / Multimeter)

  • Fungsi : Mengukur tegangan (V), arus (A), dan tahanan listrik (Ω).
  • Jenis : Analog (jarum penunjuk) dan digital (layar LCD).
  • Bagian utama : Selector switch, probe merah & hitam, skala ukur (analog), layar display (digital).
  • Contoh penggunaan : Mengukur tegangan aki, arus rangkaian, dan hambatan resistor.

3. Prinsip Dasar Penggunaan Alat Ukur

  1. Pastikan alat ukur dalam kondisi baik dan terkalibrasi.
  2. Lakukan penyetelan nol (zero adjustment) sebelum digunakan.
  3. Gunakan alat sesuai fungsi dan ketelitian masing-masing.
  4. Posisi mata harus sejajar dengan skala saat membaca (untuk analog).
  5. Jaga kebersihan alat agar hasil pengukuran tetap akurat.

4. Kesalahan Umum dalam Pengukuran

  • Kesalahan nol (zero error) → Skala tidak menunjukkan nol saat posisi tertutup.
  • Kesalahan paralaks (parallax error) → Posisi mata tidak sejajar dengan jarum/skala.
  • Kesalahan penggunaan → Salah memilih skala ukur atau menekan terlalu kuat.

5. Pentingnya Alat Ukur dalam Teknik

  • Menjamin akurasi pekerjaan teknik.
  • Mencegah kesalahan perakitan komponen.
  • Mendukung standar kualitas produk.
  • Sebagai sarana praktikum dan pembelajaran di sekolah maupun industri.

 

  • Fungsi : Mengukur panjang, diameter luar, diameter dalam, dan kedalaman benda.
  • Bagian utama : Rahang tetap, rahang geser, skala utama, skala nonius, batang pengukur kedalaman.
  • Ketelitian : 0,1 mm; 0,05 mm; atau 0,02 mm.
  • Contoh penggunaan : Mengukur diameter pipa, ketebalan pelat, atau kedalaman lubang.

b. Mikrometer (Micrometer Screw Gauge)

  • Fungsi : Mengukur ketebalan atau diameter luar benda dengan presisi tinggi.
  • Bagian utama : Frame, anvil, spindle, sleeve (skala utama), thimble (skala putar), ratchet stop.
  • Ketelitian : 0,01 mm (analog) atau 0,001 mm (digital).
  • Contoh penggunaan : Mengukur tebal plat logam, diameter kawat, atau ketebalan kertas.

c. Hidrometer (Hydrometer)

  • Fungsi : Mengukur massa jenis cairan, terutama elektrolit aki.
  • Bagian utama : Tabung kaca, pelampung, skala ukur, pipet karet.
  • Ketelitian : Skala 0,001 g/cm³.
  • Contoh penggunaan : Mengetahui kondisi aki (penuh, lemah, atau habis).

d. AVO Meter (Ampere Volt Ohm Meter / Multimeter)

  • Fungsi : Mengukur tegangan (V), arus (A), dan tahanan listrik (Ω).
  • Jenis : Analog (jarum penunjuk) dan digital (layar LCD).
  • Bagian utama : Selector switch, probe merah & hitam, skala ukur (analog), layar display (digital).
  • Contoh penggunaan : Mengukur tegangan aki, arus rangkaian, dan hambatan resistor.

3. Prinsip Dasar Penggunaan Alat Ukur

  1. Pastikan alat ukur dalam kondisi baik dan terkalibrasi.
  2. Lakukan penyetelan nol (zero adjustment) sebelum digunakan.
  3. Gunakan alat sesuai fungsi dan ketelitian masing-masing.
  4. Posisi mata harus sejajar dengan skala saat membaca (untuk analog).
  5. Jaga kebersihan alat agar hasil pengukuran tetap akurat.

4. Kesalahan Umum dalam Pengukuran

  • Kesalahan nol (zero error) → Skala tidak menunjukkan nol saat posisi tertutup.
  • Kesalahan paralaks (parallax error) → Posisi mata tidak sejajar dengan jarum/skala.
  • Kesalahan penggunaan → Salah memilih skala ukur atau menekan terlalu kuat.

5. Pentingnya Alat Ukur dalam Teknik

  • Menjamin akurasi pekerjaan teknik.
  • Mencegah kesalahan perakitan komponen.
  • Mendukung standar kualitas produk.
  • Sebagai sarana praktikum dan pembelajaran di sekolah maupun industri.

 

Glosarium Jangka Sorong

  1. Jangka Sorong (Vernier Caliper)
    Alat ukur presisi yang digunakan untuk mengukur panjang, diameter luar, diameter dalam, dan kedalaman suatu benda.
  2. Rahang Tetap (Fixed Jaw)
    Bagian jangka sorong yang tidak dapat digerakkan, digunakan sebagai acuan saat pengukuran.
  3. Rahang Geser (Sliding Jaw)
    Bagian yang bisa digerakkan untuk menyesuaikan dengan benda yang diukur.
  4. Skala Utama (Main Scale)
    Skala tetap yang terdapat pada badan jangka sorong, biasanya memiliki satuan milimeter (mm) atau inci.
  5. Skala Nonius (Vernier Scale)
    Skala tambahan yang terdapat pada rahang geser untuk membaca pecahan terkecil dari skala utama.
  6. Bibir Luar (Outside Jaws)
    Bagian rahang yang digunakan untuk mengukur dimensi luar atau diameter luar benda.
  7. Bibir Dalam (Inside Jaws)
    Rahang kecil di bagian atas yang digunakan untuk mengukur diameter dalam suatu benda.
  8. Batang Pengukur Kedalaman (Depth Rod/Depth Gauge)
    Batang tipis yang berada di ujung bawah jangka sorong, digunakan untuk mengukur kedalaman lubang atau celah.
  9. Sekrup Pengunci (Lock Screw)
    Bagian yang digunakan untuk mengunci rahang geser agar tidak berubah saat pembacaan hasil ukur.
  10. Ketelitian (Accuracy/Resolution)
    Tingkat ketepatan pengukuran jangka sorong, umumnya 0,1 mm; 0,05 mm; atau 0,02 mm.
  11. Nol Jangka Sorong (Zero Point)
    Posisi awal skala utama dan skala nonius saat rahang tertutup rapat, digunakan sebagai acuan pengukuran.
  12. Kesalahan Nol (Zero Error)
    Kondisi ketika skala utama dan skala nonius tidak sejajar di angka nol meskipun rahang dalam keadaan tertutup rapat.
  13. Kalibrasi (Calibration)
    Proses penyesuaian dan pemeriksaan jangka sorong agar hasil pengukurannya tetap akurat sesuai standar.
  14. Pembacaan Skala (Scale Reading)
    Proses membaca nilai dari skala utama dan skala nonius untuk mendapatkan hasil pengukuran.
  15. Presisi (Precision)
    Tingkat konsistensi hasil pengukuran ketika dilakukan berulang kali.

 

Glosarium Mikrometer

  1. Mikrometer (Micrometer Screw Gauge)
    Alat ukur presisi yang digunakan untuk mengukur ketebalan, diameter luar, atau panjang benda dengan tingkat ketelitian sangat tinggi (umumnya 0,01 mm atau 0,001 mm).
  2. Rangka (Frame)
    Bagian berbentuk seperti huruf “C” yang menjadi kerangka utama mikrometer dan menahan semua komponen.
  3. Anvil (Landasan Tetap)
    Bagian ujung yang tidak bergerak, berfungsi sebagai titik tumpu benda yang akan diukur.
  4. Spindle (Batang Geser)
    Batang ulir yang dapat bergerak maju atau mundur saat thimble diputar, berfungsi menekan benda yang diukur.
  5. Sleeve (Skala Utama / Barrel)
    Tabung tetap yang memuat skala utama dalam milimeter atau inci.
  6. Thimble (Skala Putar)
    Silinder yang dapat diputar, memiliki skala keliling yang digunakan untuk pembacaan pecahan milimeter.
  7. Ratchet Stop (Pengatur Tekanan)
    Bagian berbentuk knop kecil di ujung thimble, berfungsi membatasi tekanan agar pengukuran tidak berlebihan dan hasil tetap akurat.
  8. Lock Nut (Sekrup Pengunci)
    Bagian yang berfungsi mengunci posisi spindle agar tidak bergeser saat hasil pengukuran dibaca.
  9. Skala Utama (Main Scale)
    Skala tetap pada sleeve yang menunjukkan satuan utama pengukuran (misalnya 1 mm).
  10. Skala Putar / Nonius Mikrometer (Thimble Scale)
    Skala pada thimble yang menunjukkan pecahan milimeter (biasanya 0,01 mm per garis).
  11. Ketelitian (Accuracy/Resolution)
    Tingkat kehalusan pengukuran mikrometer, umumnya 0,01 mm, dan pada tipe digital bisa mencapai 0,001 mm.
  12. Nol Mikrometer (Zero Point)
    Posisi ketika anvil dan spindle bertemu, seharusnya menunjukkan angka nol pada skala.
  13. Kesalahan Nol (Zero Error)
    Kondisi ketika mikrometer tidak menunjukkan nol saat anvil dan spindle menutup rapat.
  14. Kalibrasi (Calibration)
    Proses penyesuaian mikrometer agar hasil pengukuran akurat sesuai standar.
  15. Presisi (Precision)
    Kemampuan mikrometer memberikan hasil pengukuran yang konsisten saat dilakukan berulang kali.

 

Glosarium Hidrometer

  1. Hidrometer (Hydrometer)
    Alat ukur yang digunakan untuk mengukur massa jenis (berat jenis) suatu cairan, seperti elektrolit pada aki, air laut, atau cairan kimia.
  2. Tabung Kaca (Glass Tube)
    Bagian utama berbentuk silinder transparan tempat cairan masuk agar hidrometer bisa mengapung.
  3. Pelampung (Float / Bulb)
    Bagian bawah yang berisi pemberat (biasanya timah) agar hidrometer dapat berdiri tegak saat dimasukkan ke cairan.
  4. Skala Ukur (Graduated Scale)
    Skala yang tertera pada tabung hidrometer untuk menunjukkan nilai massa jenis atau berat jenis cairan yang diukur.
  5. Elektrolit (Electrolyte)
    Cairan penghantar arus listrik (biasanya campuran air suling dan asam sulfat) dalam aki yang massa jenisnya diukur menggunakan hidrometer.
  6. Massa Jenis (Specific Gravity / Density)
    Perbandingan antara massa suatu zat cair dengan massa air murni pada suhu tertentu.
  7. Pipet Karet (Rubber Bulb)
    Bagian karet yang digunakan untuk menyedot cairan ke dalam tabung hidrometer.
  8. Pembacaan Skala (Scale Reading)
    Proses membaca angka pada skala hidrometer sejajar dengan permukaan cairan.
  9. Suhu Kalibrasi (Calibration Temperature)
    Suhu standar (biasanya 20°C) di mana hidrometer dirancang agar hasil pengukuran akurat.
  10. Tingkat Pengisian Aki (Battery State of Charge)
    Kondisi aki yang ditentukan berdasarkan hasil pengukuran berat jenis cairan elektrolit dengan hidrometer.
  11. Rentang Skala (Scale Range)
    Batas bawah dan atas pengukuran massa jenis pada hidrometer, misalnya 1,100 – 1,300 g/cm³ untuk aki.
  12. Kesalahan Pembacaan (Reading Error / Parallax Error)
    Kesalahan akibat posisi mata tidak sejajar dengan permukaan cairan saat membaca skala hidrometer.
  13. Kalibrasi (Calibration)
    Proses pengecekan dan penyesuaian hidrometer agar hasil pengukuran tetap sesuai standar.
  14. Arus Listrik Aki (Battery Current)
    Besarnya aliran listrik yang dipengaruhi oleh kondisi elektrolit yang diukur dengan hidrometer.
  15. Kebersihan Elektrolit (Electrolyte Cleanliness)
    Faktor penting karena kotoran atau kontaminasi dapat memengaruhi hasil pengukuran hidrometer.

Glosarium AVOmeter (Multimeter)

  1. AVO Meter (Ampere-Volt-Ohm Meter)
    Alat ukur listrik serbaguna yang digunakan untuk mengukur arus listrik (A), tegangan listrik (V), dan tahanan listrik (Ω).
  2. Multimeter
    Nama lain dari AVOmeter, ada dua jenis yaitu analog (jarum) dan digital (angka pada layar).
  3. Jarum Penunjuk (Pointer / Needle)
    Pada AVOmeter analog, jarum bergerak menunjukkan nilai hasil pengukuran pada skala.
  4. Layar Digital (Digital Display / LCD)
    Pada multimeter digital, hasil pengukuran langsung tampil dalam bentuk angka.
  5. Skala Ukur (Scale)
    Deretan angka pada AVOmeter analog yang menunjukkan satuan tegangan, arus, atau resistansi.
  6. Tombol Selektor (Selector Switch / Rotary Switch)
    Saklar pemilih fungsi untuk menentukan mode pengukuran (V, A, Ω, dll).
  7. Probe (Test Lead)
    Kabel pengukur dengan ujung logam (merah dan hitam) untuk menghubungkan AVOmeter dengan rangkaian.
  8. Probe Merah (Positive Lead)
    Kabel uji dengan warna merah, biasanya dihubungkan ke terminal positif atau V/Ω.
  9. Probe Hitam (Negative / Common Lead)
    Kabel uji berwarna hitam, selalu dihubungkan ke terminal COM (common/ground).
  10. Terminal COM (Common Terminal)
    Lubang soket untuk probe hitam, berfungsi sebagai ground atau referensi.
  11. Terminal V/Ω (Voltage/Resistance Terminal)
    Soket untuk probe merah saat mengukur tegangan dan resistansi.
  12. Terminal mA/A (Current Terminal)
    Soket untuk probe merah khusus saat mengukur arus listrik. Biasanya ada dua: mA (arus kecil) dan A (arus besar).
  13. Kalibrasi Nol (Zero Adjustment)
    Tombol pada AVOmeter analog untuk menyetel jarum ke posisi nol sebelum mengukur resistansi.
  14. Baterai Internal (Internal Battery)
    Sumber daya dalam AVOmeter yang digunakan khusus untuk pengukuran resistansi.
  15. Sekering (Fuse Protection)
    Komponen pengaman dalam AVOmeter untuk melindungi dari arus berlebih.
  16. Tahanan (Resistance / Ohm)
    Besaran listrik yang diukur dengan AVOmeter, satuannya Ohm (Ω).
  17. Tegangan (Voltage)
    Besar beda potensial listrik antara dua titik yang bisa diukur dalam satuan volt (V).
  18. Arus Listrik (Current)
    Jumlah muatan listrik yang mengalir tiap detik, diukur dalam ampere (A).
  19. Kesalahan Pengukuran (Measurement Error)
    Perbedaan antara hasil ukur dengan nilai sebenarnya akibat keterbatasan alat atau cara penggunaan.
  20. Overload Protection
    Fitur pada multimeter digital untuk melindungi alat dari kerusakan jika pengukuran melebihi batas skala.

 

Daftar Pustaka Materi Alat Ukur

  1. Ginting, S. (2018). Alat Ukur dan Pengukurannya. Jakarta: Erlangga.
  2. Sutrisno, H. (2019). Teknik Pemakaian Alat Ukur Mekanik dan Elektrik. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  3. Budiman, R. (2020). Prinsip-Prinsip Pengukuran Teknik. Yogyakarta: Andi Offset.
  4. Daryanto. (2017). Teknik Pengukuran Besaran Listrik. Bandung: Yrama Widya.
  5. Setiawan, A. (2016). Dasar-Dasar Teknik Otomotif. Jakarta: Bumi Aksara.
  6. Wiryosumarto, H. (2015). Pengantar Teknik Mesin. Bandung: ITB Press.
  7. Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Buku Sekolah Elektronik: Teknik Kendaraan Ringan – Alat Ukur dan Pengukuran. Jakarta: Depdiknas.
  8. Rachmat, T. (2021). Instrumen Ukur Presisi dalam Teknik Mesin. Malang: Universitas Negeri Malang Press.
  9. Nugroho, B. (2022). Elektronika Dasar dan Alat Ukur Listrik. Yogyakarta: Deepublish.
  10. Petunjuk Praktikum. (2020). Modul Praktikum Alat Ukur. Jurusan Teknik Otomotif, SMK Negeri.

Instrumen Penilaian Materi Alat Ukur

1. Penilaian Pengetahuan (Tes Tertulis)

Bentuk soal: Pilihan ganda & isian singkat

Contoh soal:

  1. Bagian jangka sorong yang digunakan untuk mengukur diameter dalam adalah …
    a. Rahang tetap
    b. Rahang geser
    c. Bibir luar
    d. Bibir dalam

    e. Batang kedalaman
  2. Mikrometer memiliki tingkat ketelitian …
    a. 0,1 mm
    b. 0,01 mm

    c. 1 mm
    d. 0,5 mm
    e. 0,05 mm
  3. Hidrometer digunakan untuk mengukur …
    Jawaban: Massa jenis cairan (elektrolit aki).
  4. Sebutkan 3 fungsi utama AVOmeter!
    Jawaban: Mengukur arus listrik (A), tegangan listrik (V), dan hambatan listrik (Ω).

Rubrik Penilaian

  • Jawaban benar → skor 1
  • Jawaban salah → skor 0

2. Penilaian Keterampilan (Praktik)

Tugas Praktik

  1. Mengukur diameter luar suatu pipa dengan jangka sorong.
  2. Mengukur ketebalan plat logam dengan mikrometer.
  3. Mengukur berat jenis elektrolit aki dengan hidrometer.
  4. Mengukur tegangan aki menggunakan AVOmeter.

Rubrik Penilaian Keterampilan

Aspek yang Dinilai

Skor 4 (Sangat Baik)

Skor 3 (Baik)

Skor 2 (Cukup)

Skor 1 (Kurang)

Persiapan alat

Menyiapkan semua alat dengan benar

Menyiapkan sebagian besar alat

Menyiapkan alat dengan bantuan

Tidak menyiapkan alat

Penggunaan alat

Menggunakan sesuai prosedur & aman

Ada sedikit kesalahan

Banyak kesalahan prosedur

Tidak paham penggunaan

Ketelitian hasil

Hasil sangat tepat & konsisten

Hasil cukup tepat

Hasil kurang tepat

Hasil tidak sesuai

Waktu pengerjaan

Tepat waktu

Sedikit terlambat

Terlambat cukup lama

Tidak selesai


3. Penilaian Sikap

Aspek yang dinilai saat praktik:

  • Disiplin (datang tepat waktu, menggunakan APD).
  • Teliti & hati-hati saat menggunakan alat ukur.
  • Tanggung jawab (mengembalikan alat setelah dipakai).
  • Kerjasama (dalam kelompok praktikum).

Rubrik Penilaian Sikap

Aspek

Skor 4 (Sangat Baik)

Skor 3 (Baik)

Skor 2 (Cukup)

Skor 1 (Kurang)

Disiplin

Selalu tepat waktu & mematuhi aturan

Kadang terlambat

Sering terlambat

Tidak disiplin

Ketelitian

Sangat teliti, hasil akurat

Cukup teliti

Kurang teliti

Tidak teliti sama sekali

Tanggung jawab

Selalu menjaga & mengembalikan alat

Kadang lupa

Sering lalai

Tidak bertanggung jawab

Kerjasama

Aktif bekerja sama

Kadang ikut membantu

Pasif

Menghambat kerja kelompok


4. Bentuk Laporan

Siswa diminta membuat laporan hasil pengukuran yang berisi:

  • Judul praktik
  • Tujuan
  • Alat dan bahan
  • Langkah kerja
  • Hasil pengukuran (dengan tabel)
  • Analisis & kesimpulan

Penilaian laporan:

  • Kerapian & sistematika (20%)
  • Kelengkapan isi (40%)
  • Analisis hasil (30%)
  • Bahasa & presentasi (10%)

Apakah mau saya susun instrumen penilaian ini dalam format

 

 

Instrumen Penilaian Materi Alat Ukur

1. Penilaian Pengetahuan (Tes Tertulis)

Bentuk soal: Pilihan ganda & isian singkat

Contoh soal:

  1. Bagian jangka sorong yang digunakan untuk mengukur diameter dalam adalah …
    a. Rahang tetap
    b. Rahang geser
    c. Bibir luar
    d. Bibir dalam

    e. Batang kedalaman
  2. Mikrometer memiliki tingkat ketelitian …
    a. 0,1 mm
    b. 0,01 mm

    c. 1 mm
    d. 0,5 mm
    e. 0,05 mm
  3. Hidrometer digunakan untuk mengukur …
    Jawaban: Massa jenis cairan (elektrolit aki).
  4. Sebutkan 3 fungsi utama AVOmeter!
    Jawaban: Mengukur arus listrik (A), tegangan listrik (V), dan hambatan listrik (Ω).

Rubrik Penilaian

  • Jawaban benar → skor 1
  • Jawaban salah → skor 0

2. Penilaian Keterampilan (Praktik)

Tugas Praktik

  1. Mengukur diameter luar suatu pipa dengan jangka sorong.
  2. Mengukur ketebalan plat logam dengan mikrometer.
  3. Mengukur berat jenis elektrolit aki dengan hidrometer.
  4. Mengukur tegangan aki menggunakan AVOmeter.

Rubrik Penilaian Keterampilan

Aspek yang Dinilai

Skor 4 (Sangat Baik)

Skor 3 (Baik)

Skor 2 (Cukup)

Skor 1 (Kurang)

Persiapan alat

Menyiapkan semua alat dengan benar

Menyiapkan sebagian besar alat

Menyiapkan alat dengan bantuan

Tidak menyiapkan alat

Penggunaan alat

Menggunakan sesuai prosedur & aman

Ada sedikit kesalahan

Banyak kesalahan prosedur

Tidak paham penggunaan

Ketelitian hasil

Hasil sangat tepat & konsisten

Hasil cukup tepat

Hasil kurang tepat

Hasil tidak sesuai

Waktu pengerjaan

Tepat waktu

Sedikit terlambat

Terlambat cukup lama

Tidak selesai


3. Penilaian Sikap

Aspek yang dinilai saat praktik:

  • Disiplin (datang tepat waktu, menggunakan APD).
  • Teliti & hati-hati saat menggunakan alat ukur.
  • Tanggung jawab (mengembalikan alat setelah dipakai).
  • Kerjasama (dalam kelompok praktikum).

Rubrik Penilaian Sikap

Aspek

Skor 4 (Sangat Baik)

Skor 3 (Baik)

Skor 2 (Cukup)

Skor 1 (Kurang)

Disiplin

Selalu tepat waktu & mematuhi aturan

Kadang terlambat

Sering terlambat

Tidak disiplin

Ketelitian

Sangat teliti, hasil akurat

Cukup teliti

Kurang teliti

Tidak teliti sama sekali

Tanggung jawab

Selalu menjaga & mengembalikan alat

Kadang lupa

Sering lalai

Tidak bertanggung jawab

Kerjasama

Aktif bekerja sama

Kadang ikut membantu

Pasif

Menghambat kerja kelompok


4. Bentuk Laporan

Siswa diminta membuat laporan hasil pengukuran yang berisi:

  • Judul praktik
  • Tujuan
  • Alat dan bahan
  • Langkah kerja
  • Hasil pengukuran (dengan tabel)
  • Analisis & kesimpulan

Penilaian laporan:

  • Kerapian & sistematika (20%)
  • Kelengkapan isi (40%)
  • Analisis hasil (30%)
  • Bahasa & presentasi (10%)

JOBSHEET PRAKTIK

Penggunaan Alat Ukur

1. Identitas

  • Mata Pelajaran : Dasar-Dasar Teknik Otomotif
  • Kompetensi Dasar : Menggunakan alat ukur mekanik dan elektrik
  • Materi Pokok : Jangka Sorong, Mikrometer, Hidrometer, dan AVOmeter
  • Alokasi Waktu : 2 × 45 menit

2. Tujuan Pembelajaran

Setelah melakukan praktik, siswa mampu:

  1. Menyebutkan fungsi dan bagian-bagian alat ukur (jangka sorong, mikrometer, hidrometer, AVOmeter).
  2. Menggunakan alat ukur dengan prosedur yang benar.
  3. Membaca hasil pengukuran dengan teliti dan akurat.
  4. Menunjukkan sikap disiplin, teliti, dan bertanggung jawab saat menggunakan alat ukur.

3. Alat dan Bahan

  • Jangka Sorong
  • Mikrometer
  • Hidrometer
  • AVOmeter (digital/analog)
  • Benda kerja: plat logam, pipa, kawat, aki kendaraan

4. Keselamatan Kerja (K3)

  • Gunakan alat ukur sesuai fungsinya.
  • Jangan menjatuhkan alat ukur.
  • Pastikan AVOmeter disetel pada fungsi & skala yang tepat.
  • Gunakan APD (sarung tangan & kacamata kerja bila diperlukan).
  • Bersihkan dan kembalikan alat setelah selesai digunakan.

5. Langkah Kerja

A. Jangka Sorong

  1. Periksa nol jangka sorong dalam posisi tertutup.
  2. Ukur diameter luar pipa dengan bibir luar.
  3. Ukur diameter dalam pipa dengan bibir dalam.
  4. Ukur kedalaman lubang menggunakan batang kedalaman.
  5. Catat hasil pengukuran.

B. Mikrometer

  1. Pastikan mikrometer menunjukkan nol saat anvil & spindle bertemu.
  2. Letakkan benda (plat logam) di antara anvil dan spindle.
  3. Putar thimble perlahan sampai terdengar bunyi klik ratchet.
  4. Catat hasil pengukuran dari skala sleeve dan thimble.

C. Hidrometer

  1. Ambil sampel elektrolit aki dengan pipet karet.
  2. Masukkan hidrometer ke dalam sampel hingga pelampung mengapung.
  3. Baca skala pada permukaan cairan.
  4. Bandingkan hasil dengan standar kondisi aki.

D. AVOmeter

  1. Atur selector switch pada fungsi pengukuran (V, A, atau Ω).
  2. Hubungkan probe merah ke terminal positif dan probe hitam ke COM.
  3. Lakukan pengukuran:
    • Tegangan aki (VDC)
    • Hambatan resistor (Ω)
  4. Catat hasil pengukuran.

6. Lembar Hasil Pengukuran

No

Alat Ukur

Objek yang Diukur

Hasil Pengukuran

Ketelitian

1

Jangka Sorong

Diameter luar pipa

…………… mm

0,05 mm

2

Jangka Sorong

Diameter dalam pipa

…………… mm

0,05 mm

3

Mikrometer

Tebal plat logam

…………… mm

0,01 mm

4

Hidrometer

Berat jenis elektrolit

…………… g/cm³

0,001 g/cm³

5

AVOmeter

Tegangan aki

…………… Volt

0,1 Volt

6

AVOmeter

Hambatan resistor

…………… Ohm

0,1 Ω


7. Pertanyaan Diskusi

  1. Apa perbedaan fungsi jangka sorong dan mikrometer?
  2. Bagaimana cara mengetahui aki dalam kondisi penuh, lemah, atau kosong dengan hidrometer?
  3. Apa yang terjadi jika salah memilih skala pada AVOmeter?
  4. Mengapa perlu kalibrasi nol pada alat ukur sebelum digunakan?

8. Penilaian

A. Pengetahuan → Tes tulis (soal teori)
B. Keterampilan → Praktik penggunaan alat ukur
C. Sikap → Disiplin, teliti, tanggung jawab

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Proposal “Business Matching 2025 Gelar Karya Vokasi PKPLK”

  Proposal “Business Matching 2025 Gelar Karya Vokasi PKPLK” Gelar Karya Vokasi PKPLK   “Produksi Trainer Otomotif Pada Kendaraan Ro...