Satuan
Pendidikan : SMK NEGERI 1 SINE NGAWI
Kelas
/ Fase : X (Sepuluh) / E
Nama Guru
: TIM PRODUKTIF OTOMOTIF
Blog : https://www.blogger.com/blog/post/edit/2561505253952795906/1544058428707182006?hl=id
YouTube :
Google Drive :
PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM
SEKOLAH :
SMK NEGERI 1 SINE
NAMA GURU :
TIM PRODUKTIF OTOMOTIF
MATA PELAJARAN :
DDPK
MATERI : Teknik dasar pemeliharaan dan
perbaikan yang terkait dengan seluruh proses bidang otomotif ( Alat Ukur Konvensional)
FASE :
E
KELAS / SEMESTER :
X / GANJIL
ALOKASI WAKTU :
12 X 45 menit
|
IDENTIFIKASI |
Peserta Didik |
1. Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai
2. Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik
3. Tingkat Kesulitan Materi
4. Struktur Materi
5. Integrasi Nilai dan Karakter
6. Aspek Pendukung Lainnya
Identifikasi Kesiapan Peserta Didik: Materi Alat Ukur Konvensional 1. Pengetahuan Awal (Prior Knowledge)
2. Minat dan Motivasi
3. Latar Belakang Peserta Didik
4. Kebutuhan Belajar
5. Aspek Lain yang Mempengaruhi Kesiapan
. |
|||||||||||
|
Materi Pelajaran |
1. Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai
2. Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik
3. Tingkat Kesulitan Materi
4. Struktur Materi Pendahuluan
Bagian-Bagian Alat Ukur
Konvensional
A. Jenis Alat Ukur Konvensional
Cara Membaca Skala
Penggunaan
Perawatan & Keselamatan
B. jenis Alat Ukur Hidrometer Langkah Penggunaan
Interpretasi Hasil Pengukuran Berat Jenis
Elektrolit Umumnya skala
hidrometer menunjukkan:
5. Integrasi Nilai dan Karakter
6. Aspek Pendukung Lainnya
|
||||||||||||
|
Dimensi Profil Lulusan (DPL) |
dimensi
profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran |
||||||||||||
|
|
Keimanan dan ketakwaan
terhadap Tuhan Yang Maha Esa Dilaksanakan dengan kegiatan berdoa yang dipimpin
bergantian oleh siswa dikelas
DPL 2 Kewarganegaraan Menyanyikan lagu
Nasional dipimpin bergantian oleh
siswa dikelas
Penalaran Kritis Siswa mampu memahami
jenis, menggunakan, membaca alat dengan baik sesuai SOP
Kreativitas Membuat
Proyek Sederhana:
|
Kolaborasi Siswa mampu bersama
sama bekerjasama menyelesaikan proyek, presntasi didepan siswa yang lain
Kemandirian Menyelesaikan tugas
mandiri pada soal pengukuran langsung
Kesehatan Mampu membaca dengan
baik pada saat pengukuran
Komunikasi Mampu menjelaskan dan
menerangkan materisesuai tugas dan mebantu temannya dalam menyelesaikan
kesulitan |
|||||||||||
|
DESAIN
PEMBELAJARAN |
Capaian Pembelajaran |
Pada
akhir fase E, peserta didik peserta didik mampu memahami teknik dasar bidang
otomotif melalui pengenalan dan praktik singkat penggunaan alat ukur,
pemeliharaan, perbaikan, pembentukan
body kendaraan, perakitan, serta pengenalan alat berat, dump-truck, dan sejenisnya |
|||||||||||
|
Lintas Disiplin Ilmu |
Teknik
Otomotif – pengukuran suku cadang kendaraan (baut, poros, piston, dll.).. Fisika –
konsep besaran panjang, ketelitian, dan alat ukur presisi.
Matematika Terapan – pembacaan skala, konversi satuan, dan perhitungan
toleransi. |
||||||||||||
|
Tujuan Pembelajaran |
Menerapkan
teknik dasar pemeliharaan dan
perbaikan yang terkait dengan
seluruh proses bidang otomotif pada materi
alat satuan mm |
||||||||||||
|
Topik Pembelajaran |
topik Pembelajaran Relevan
|
||||||||||||
|
Praktik Pedagogis |
Model/Strategi/Metode yang ditentukan oleh guru untuk mencapai tujuan
belajar dalam mencapai dimensi profil lulusan. Contoh: pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek,
pembelajaran inkuiri, pembelajaran kontekstual, dan sebagainya. 1. Model Pembelajaran
2. Strategi Pembelajaran
3. Metode Pembelajaran
|
||||||||||||
|
Kemitraan Pembelajaran |
Mitra kerjasama untuk berkolaborasi dan berperan dalam pembelajaran
(lingkungan sekolah, lingkungan luar sekolah, masyarakat). erikut daftar mitra kerja sama yang bisa
dilibatkan dalam pembelajaran materi alat
ukur Alat
Ukur Konvensional dibagi berdasarkan
lingkupnya: 1. Lingkungan Sekolah
2. Lingkungan Luar Sekolah
3. Lingkungan Masyarakat
|
||||||||||||
|
Lingkungan Pembelajaran |
Berikut contoh lingkungan pembelajaran yang mengintegrasikan ruang
fisik, ruang virtual, dan budaya belajar untuk mendukung pembelajaran
mendalam pada materi Alat Ukur Konvensional 1. 1. Ruang Fisik
2. Ruang Virtual
3. Budaya Belajar
4. Peran Guru dalam Meningkatkan Keaktifan Peserta Didik
|
||||||||||||
|
Pemanfaatan Digital |
Berikut contoh pemanfaatan teknologi digital untuk menciptakan
pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan kontekstual pada materi Alat
Ukur Konvensional 1. Pembelajaran Lebih Interaktif
2. Pembelajaran Lebih Kolaboratif
3. Pembelajaran Lebih Kontekstual
|
||||||||||||
|
PENGALAMAN
BELAJAR |
AWAL LITERASI Membahas tentang Makna
Terima kasih Pengalaman Belajar di Awal – Materi Alat Ukur
Konvensional Prinsip Pembelajaran:
Langkah Pengalaman Belajar
"Hari ini kita
akan belajar mengenal Alat Ukur Konvensional membaca skala dengan tepat, dan menggunakannya
untuk mengukur berbagai benda dengan akurasi tinggi."
|
||||||||||||
|
|
|||||||||||||
|
INTI |
|||||||||||||
|
Tahap 1 – Memahami (Eksplorasi & Observasi) Prinsip: Berkesadaran & Bermakna
Output: Siswa memahami struktur, fungsi, dan
prinsip kerja Alat Ukur Konvensional Tahap 2 – Mengaplikasi (Latihan & Praktik
Langsung) Prinsip: Bermakna & Menyenangkan
Tahap 3 – Merefleksi (Analisis & Perbaikan) Prinsip: Berkesadaran & Menyenangkan
. |
|||||||||||||
|
PENUTUP |
|||||||||||||
|
Pengalaman Belajar – Kegiatan Penutup (Materi Alat Ukur Konvensional) Prinsip Pembelajaran:
Langkah Kegiatan
“Hari ini keterampilan apa yang kalian kuasai?”
|
|||||||||||||
|
ASESMEN
PEMBELAJARAN |
Asesmen pada Awal Pembelajaran |
Asesmen Awal – Materi Alat Ukur Konvensional Tujuan Asesmen Awal
Bentuk Asesmen
4. Berapa nilainya pengukuran aki dibaawah ini
Prinsip yang Diterapkan
|
|||||||||||
|
Asesmen pada Proses Pembelajaran |
Asesmen pada Proses Pembelajaran – Materi Alat Ukur Konvensional Tujuan
Bentuk Asesmen
|
||||||||||||
|
Asesmen pada Akhir Pembelajaran |
Tujuan
Bentuk Asesmen
|
||||||||||||
|
|
|||||||||||||
Rubrik
Penilaian Diskusi Kelas : Materi Alat Ukur Konvensional
Tujuan Pembelajaran
:Menerapkan teknik dasar
pemeliharaan dan perbaikan
yang terkait dengan seluruh proses bidang otomotif
|
Indikator |
Baru Memulai |
Berkembang |
Cakap |
Mahir |
|
- Mengajukan pertanyaan yang relevan
terkait konsep Alat Ukur Konvensional - Menyampaikan pendapat atau ide saat diskusi kelompok/kelas. |
|
|
|
|
|
- Mampu menjelaskan fungsi Alat Ukur Konvensional. |
|
|
|
|
|
- Berbagi tugas dan peran dalam kelompok. |
|
|
|
|
|
- Mendengarkan saat orang lain berbicara. |
|
|
|
|
Keterangan:
● Baru Memulai: Peserta didik
menunjukkan pemahaman dan keterampilan yang sangat dasar.
● Berkembang: Peserta didik menunjukkan
pemahaman dan keterampilan yang sedang berkembang, tetapi masih perlu
perbaikan.
● Cakap: Peserta didik menunjukkan
pemahaman dan keterampilan yang baik, sesuai dengan harapan.
● Mahir: Peserta didik menunjukkan
pemahaman dan keterampilan yang sangat baik, melebihi harapan.
|
Kepala SMK Negeri 1 Sine Drs. Agus Setyabudi |
Guru Mata Pelajaran TIM PRODUKTIF OTOMOTIF |
MATERI ALAT UKUR
1.
Pengertian Alat Ukur
Alat
ukur adalah instrumen atau perangkat yang digunakan untuk mengetahui besaran
fisik suatu benda, baik panjang, diameter, kedalaman, ketebalan, arus listrik,
tegangan, maupun massa jenis cairan. Dalam bidang teknik, penggunaan alat ukur
sangat penting untuk memperoleh data yang tepat (akurasi) dan konsisten
(presisi).
2.
Macam-Macam Alat Ukur
a. Jangka Sorong
(Vernier Caliper) MATERI
ALAT UKUR
1. Pengertian Alat Ukur
Alat
ukur adalah instrumen atau perangkat yang digunakan untuk mengetahui besaran
fisik suatu benda, baik panjang, diameter, kedalaman, ketebalan, arus listrik,
tegangan, maupun massa jenis cairan. Dalam bidang teknik, penggunaan alat ukur
sangat penting untuk memperoleh data yang tepat (akurasi) dan konsisten
(presisi).
2. Macam-Macam Alat Ukur
a. Jangka Sorong (Vernier Caliper)
- Fungsi :
Mengukur panjang, diameter luar, diameter dalam, dan kedalaman benda.
- Bagian utama : Rahang tetap, rahang geser, skala utama, skala nonius, batang
pengukur kedalaman.
- Ketelitian : 0,1 mm; 0,05 mm; atau 0,02 mm.
- Contoh penggunaan : Mengukur diameter pipa, ketebalan pelat, atau kedalaman lubang.
b. Mikrometer (Micrometer Screw Gauge)
- Fungsi :
Mengukur ketebalan atau diameter luar benda dengan presisi tinggi.
- Bagian utama : Frame, anvil, spindle, sleeve (skala utama), thimble (skala
putar), ratchet stop.
- Ketelitian : 0,01 mm (analog) atau 0,001 mm (digital).
- Contoh penggunaan : Mengukur tebal plat logam, diameter kawat, atau ketebalan
kertas.
c. Hidrometer (Hydrometer)
- Fungsi :
Mengukur massa jenis cairan, terutama elektrolit aki.
- Bagian utama : Tabung kaca, pelampung, skala ukur, pipet karet.
- Ketelitian : Skala 0,001 g/cm³.
- Contoh penggunaan : Mengetahui kondisi aki (penuh, lemah, atau habis).
d. AVO Meter (Ampere Volt Ohm Meter / Multimeter)
- Fungsi :
Mengukur tegangan (V), arus (A), dan tahanan listrik (Ω).
- Jenis :
Analog (jarum penunjuk) dan digital (layar LCD).
- Bagian utama : Selector switch, probe merah & hitam, skala ukur (analog),
layar display (digital).
- Contoh penggunaan : Mengukur tegangan aki, arus rangkaian, dan hambatan resistor.
3. Prinsip Dasar Penggunaan Alat Ukur
- Pastikan alat ukur dalam kondisi baik
dan terkalibrasi.
- Lakukan penyetelan nol (zero
adjustment) sebelum digunakan.
- Gunakan alat sesuai fungsi dan
ketelitian masing-masing.
- Posisi mata harus sejajar dengan
skala saat membaca (untuk analog).
- Jaga kebersihan alat agar hasil
pengukuran tetap akurat.
4. Kesalahan Umum dalam Pengukuran
- Kesalahan nol (zero error) → Skala tidak menunjukkan nol saat posisi tertutup.
- Kesalahan paralaks (parallax
error) → Posisi mata tidak sejajar dengan
jarum/skala.
- Kesalahan penggunaan → Salah memilih skala ukur atau menekan terlalu kuat.
5. Pentingnya Alat Ukur dalam Teknik
- Menjamin akurasi pekerjaan
teknik.
- Mencegah kesalahan perakitan
komponen.
- Mendukung standar kualitas
produk.
- Sebagai sarana praktikum dan
pembelajaran di sekolah maupun industri.
- Fungsi : Mengukur panjang, diameter
luar, diameter dalam, dan kedalaman benda.
- Bagian utama : Rahang tetap, rahang
geser, skala utama, skala nonius, batang pengukur kedalaman.
- Ketelitian : 0,1 mm; 0,05 mm; atau
0,02 mm.
- Contoh penggunaan : Mengukur diameter
pipa, ketebalan pelat, atau kedalaman lubang.
b.
Mikrometer (Micrometer Screw Gauge)
- Fungsi : Mengukur ketebalan atau
diameter luar benda dengan presisi tinggi.
- Bagian utama : Frame, anvil, spindle,
sleeve (skala utama), thimble (skala putar), ratchet stop.
- Ketelitian : 0,01 mm (analog) atau
0,001 mm (digital).
- Contoh penggunaan : Mengukur tebal
plat logam, diameter kawat, atau ketebalan kertas.
c.
Hidrometer (Hydrometer)
- Fungsi : Mengukur massa jenis cairan,
terutama elektrolit aki.
- Bagian utama : Tabung kaca,
pelampung, skala ukur, pipet karet.
- Ketelitian : Skala 0,001 g/cm³.
- Contoh penggunaan : Mengetahui
kondisi aki (penuh, lemah, atau habis).
d.
AVO Meter (Ampere Volt Ohm Meter / Multimeter)
- Fungsi : Mengukur tegangan (V), arus
(A), dan tahanan listrik (Ω).
- Jenis : Analog (jarum penunjuk) dan
digital (layar LCD).
- Bagian utama : Selector switch, probe
merah & hitam, skala ukur (analog), layar display (digital).
- Contoh penggunaan : Mengukur tegangan
aki, arus rangkaian, dan hambatan resistor.
3.
Prinsip Dasar Penggunaan Alat Ukur
- Pastikan alat ukur dalam kondisi baik
dan terkalibrasi.
- Lakukan penyetelan nol (zero
adjustment) sebelum digunakan.
- Gunakan alat sesuai fungsi dan
ketelitian masing-masing.
- Posisi mata harus sejajar dengan
skala saat membaca (untuk analog).
- Jaga kebersihan alat agar hasil
pengukuran tetap akurat.
4.
Kesalahan Umum dalam Pengukuran
- Kesalahan nol (zero error) → Skala
tidak menunjukkan nol saat posisi tertutup.
- Kesalahan paralaks (parallax error) →
Posisi mata tidak sejajar dengan jarum/skala.
- Kesalahan penggunaan → Salah memilih
skala ukur atau menekan terlalu kuat.
5.
Pentingnya Alat Ukur dalam Teknik
- Menjamin akurasi pekerjaan teknik.
- Mencegah kesalahan perakitan
komponen.
- Mendukung standar kualitas produk.
- Sebagai sarana praktikum dan
pembelajaran di sekolah maupun industri.
Glosarium Jangka Sorong
- Jangka Sorong (Vernier Caliper)
Alat ukur presisi yang digunakan untuk mengukur panjang, diameter luar, diameter dalam, dan kedalaman suatu benda. - Rahang Tetap (Fixed Jaw)
Bagian jangka sorong yang tidak dapat digerakkan, digunakan sebagai acuan saat pengukuran. - Rahang Geser (Sliding Jaw)
Bagian yang bisa digerakkan untuk menyesuaikan dengan benda yang diukur. - Skala Utama (Main Scale)
Skala tetap yang terdapat pada badan jangka sorong, biasanya memiliki satuan milimeter (mm) atau inci. - Skala Nonius (Vernier Scale)
Skala tambahan yang terdapat pada rahang geser untuk membaca pecahan terkecil dari skala utama. - Bibir Luar (Outside Jaws)
Bagian rahang yang digunakan untuk mengukur dimensi luar atau diameter luar benda. - Bibir Dalam (Inside Jaws)
Rahang kecil di bagian atas yang digunakan untuk mengukur diameter dalam suatu benda. - Batang Pengukur Kedalaman (Depth
Rod/Depth Gauge)
Batang tipis yang berada di ujung bawah jangka sorong, digunakan untuk mengukur kedalaman lubang atau celah. - Sekrup Pengunci (Lock Screw)
Bagian yang digunakan untuk mengunci rahang geser agar tidak berubah saat pembacaan hasil ukur. - Ketelitian (Accuracy/Resolution)
Tingkat ketepatan pengukuran jangka sorong, umumnya 0,1 mm; 0,05 mm; atau 0,02 mm. - Nol Jangka Sorong (Zero Point)
Posisi awal skala utama dan skala nonius saat rahang tertutup rapat, digunakan sebagai acuan pengukuran. - Kesalahan Nol (Zero Error)
Kondisi ketika skala utama dan skala nonius tidak sejajar di angka nol meskipun rahang dalam keadaan tertutup rapat. - Kalibrasi (Calibration)
Proses penyesuaian dan pemeriksaan jangka sorong agar hasil pengukurannya tetap akurat sesuai standar. - Pembacaan Skala (Scale Reading)
Proses membaca nilai dari skala utama dan skala nonius untuk mendapatkan hasil pengukuran. - Presisi (Precision)
Tingkat konsistensi hasil pengukuran ketika dilakukan berulang kali.
Glosarium Mikrometer
- Mikrometer (Micrometer Screw
Gauge)
Alat ukur presisi yang digunakan untuk mengukur ketebalan, diameter luar, atau panjang benda dengan tingkat ketelitian sangat tinggi (umumnya 0,01 mm atau 0,001 mm). - Rangka (Frame)
Bagian berbentuk seperti huruf “C” yang menjadi kerangka utama mikrometer dan menahan semua komponen. - Anvil (Landasan Tetap)
Bagian ujung yang tidak bergerak, berfungsi sebagai titik tumpu benda yang akan diukur. - Spindle (Batang Geser)
Batang ulir yang dapat bergerak maju atau mundur saat thimble diputar, berfungsi menekan benda yang diukur. - Sleeve (Skala Utama / Barrel)
Tabung tetap yang memuat skala utama dalam milimeter atau inci. - Thimble (Skala Putar)
Silinder yang dapat diputar, memiliki skala keliling yang digunakan untuk pembacaan pecahan milimeter. - Ratchet Stop (Pengatur Tekanan)
Bagian berbentuk knop kecil di ujung thimble, berfungsi membatasi tekanan agar pengukuran tidak berlebihan dan hasil tetap akurat. - Lock Nut (Sekrup Pengunci)
Bagian yang berfungsi mengunci posisi spindle agar tidak bergeser saat hasil pengukuran dibaca. - Skala Utama (Main Scale)
Skala tetap pada sleeve yang menunjukkan satuan utama pengukuran (misalnya 1 mm). - Skala Putar / Nonius Mikrometer
(Thimble Scale)
Skala pada thimble yang menunjukkan pecahan milimeter (biasanya 0,01 mm per garis). - Ketelitian (Accuracy/Resolution)
Tingkat kehalusan pengukuran mikrometer, umumnya 0,01 mm, dan pada tipe digital bisa mencapai 0,001 mm. - Nol Mikrometer (Zero Point)
Posisi ketika anvil dan spindle bertemu, seharusnya menunjukkan angka nol pada skala. - Kesalahan Nol (Zero Error)
Kondisi ketika mikrometer tidak menunjukkan nol saat anvil dan spindle menutup rapat. - Kalibrasi (Calibration)
Proses penyesuaian mikrometer agar hasil pengukuran akurat sesuai standar. - Presisi (Precision)
Kemampuan mikrometer memberikan hasil pengukuran yang konsisten saat dilakukan berulang kali.
Glosarium Hidrometer
- Hidrometer (Hydrometer)
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur massa jenis (berat jenis) suatu cairan, seperti elektrolit pada aki, air laut, atau cairan kimia. - Tabung Kaca (Glass Tube)
Bagian utama berbentuk silinder transparan tempat cairan masuk agar hidrometer bisa mengapung. - Pelampung (Float / Bulb)
Bagian bawah yang berisi pemberat (biasanya timah) agar hidrometer dapat berdiri tegak saat dimasukkan ke cairan. - Skala Ukur (Graduated Scale)
Skala yang tertera pada tabung hidrometer untuk menunjukkan nilai massa jenis atau berat jenis cairan yang diukur. - Elektrolit (Electrolyte)
Cairan penghantar arus listrik (biasanya campuran air suling dan asam sulfat) dalam aki yang massa jenisnya diukur menggunakan hidrometer. - Massa Jenis (Specific Gravity /
Density)
Perbandingan antara massa suatu zat cair dengan massa air murni pada suhu tertentu. - Pipet Karet (Rubber Bulb)
Bagian karet yang digunakan untuk menyedot cairan ke dalam tabung hidrometer. - Pembacaan Skala (Scale Reading)
Proses membaca angka pada skala hidrometer sejajar dengan permukaan cairan. - Suhu Kalibrasi (Calibration
Temperature)
Suhu standar (biasanya 20°C) di mana hidrometer dirancang agar hasil pengukuran akurat. - Tingkat Pengisian Aki (Battery
State of Charge)
Kondisi aki yang ditentukan berdasarkan hasil pengukuran berat jenis cairan elektrolit dengan hidrometer. - Rentang Skala (Scale Range)
Batas bawah dan atas pengukuran massa jenis pada hidrometer, misalnya 1,100 – 1,300 g/cm³ untuk aki. - Kesalahan Pembacaan (Reading Error
/ Parallax Error)
Kesalahan akibat posisi mata tidak sejajar dengan permukaan cairan saat membaca skala hidrometer. - Kalibrasi (Calibration)
Proses pengecekan dan penyesuaian hidrometer agar hasil pengukuran tetap sesuai standar. - Arus Listrik Aki (Battery Current)
Besarnya aliran listrik yang dipengaruhi oleh kondisi elektrolit yang diukur dengan hidrometer. - Kebersihan Elektrolit (Electrolyte
Cleanliness)
Faktor penting karena kotoran atau kontaminasi dapat memengaruhi hasil pengukuran hidrometer.
Glosarium AVOmeter (Multimeter)
- AVO Meter (Ampere-Volt-Ohm Meter)
Alat ukur listrik serbaguna yang digunakan untuk mengukur arus listrik (A), tegangan listrik (V), dan tahanan listrik (Ω). - Multimeter
Nama lain dari AVOmeter, ada dua jenis yaitu analog (jarum) dan digital (angka pada layar). - Jarum Penunjuk (Pointer / Needle)
Pada AVOmeter analog, jarum bergerak menunjukkan nilai hasil pengukuran pada skala. - Layar Digital (Digital Display /
LCD)
Pada multimeter digital, hasil pengukuran langsung tampil dalam bentuk angka. - Skala Ukur (Scale)
Deretan angka pada AVOmeter analog yang menunjukkan satuan tegangan, arus, atau resistansi. - Tombol Selektor (Selector Switch /
Rotary Switch)
Saklar pemilih fungsi untuk menentukan mode pengukuran (V, A, Ω, dll). - Probe (Test Lead)
Kabel pengukur dengan ujung logam (merah dan hitam) untuk menghubungkan AVOmeter dengan rangkaian. - Probe Merah (Positive Lead)
Kabel uji dengan warna merah, biasanya dihubungkan ke terminal positif atau V/Ω. - Probe Hitam (Negative / Common
Lead)
Kabel uji berwarna hitam, selalu dihubungkan ke terminal COM (common/ground). - Terminal COM (Common Terminal)
Lubang soket untuk probe hitam, berfungsi sebagai ground atau referensi. - Terminal V/Ω (Voltage/Resistance
Terminal)
Soket untuk probe merah saat mengukur tegangan dan resistansi. - Terminal mA/A (Current Terminal)
Soket untuk probe merah khusus saat mengukur arus listrik. Biasanya ada dua: mA (arus kecil) dan A (arus besar). - Kalibrasi Nol (Zero Adjustment)
Tombol pada AVOmeter analog untuk menyetel jarum ke posisi nol sebelum mengukur resistansi. - Baterai Internal (Internal
Battery)
Sumber daya dalam AVOmeter yang digunakan khusus untuk pengukuran resistansi. - Sekering (Fuse Protection)
Komponen pengaman dalam AVOmeter untuk melindungi dari arus berlebih. - Tahanan (Resistance / Ohm)
Besaran listrik yang diukur dengan AVOmeter, satuannya Ohm (Ω). - Tegangan (Voltage)
Besar beda potensial listrik antara dua titik yang bisa diukur dalam satuan volt (V). - Arus Listrik (Current)
Jumlah muatan listrik yang mengalir tiap detik, diukur dalam ampere (A). - Kesalahan Pengukuran (Measurement
Error)
Perbedaan antara hasil ukur dengan nilai sebenarnya akibat keterbatasan alat atau cara penggunaan. - Overload Protection
Fitur pada multimeter digital untuk melindungi alat dari kerusakan jika pengukuran melebihi batas skala.
Daftar Pustaka Materi Alat Ukur
- Ginting, S. (2018). Alat Ukur dan
Pengukurannya. Jakarta: Erlangga.
- Sutrisno, H. (2019). Teknik
Pemakaian Alat Ukur Mekanik dan Elektrik. Bandung: Remaja Rosdakarya.
- Budiman, R. (2020). Prinsip-Prinsip
Pengukuran Teknik. Yogyakarta: Andi Offset.
- Daryanto. (2017). Teknik
Pengukuran Besaran Listrik. Bandung: Yrama Widya.
- Setiawan, A. (2016). Dasar-Dasar
Teknik Otomotif. Jakarta: Bumi Aksara.
- Wiryosumarto, H. (2015). Pengantar
Teknik Mesin. Bandung: ITB Press.
- Departemen Pendidikan Nasional.
(2008). Buku Sekolah Elektronik: Teknik Kendaraan Ringan – Alat Ukur
dan Pengukuran. Jakarta: Depdiknas.
- Rachmat, T. (2021). Instrumen Ukur
Presisi dalam Teknik Mesin. Malang: Universitas Negeri Malang Press.
- Nugroho, B. (2022). Elektronika
Dasar dan Alat Ukur Listrik. Yogyakarta: Deepublish.
- Petunjuk Praktikum. (2020). Modul
Praktikum Alat Ukur. Jurusan Teknik Otomotif, SMK Negeri.
Instrumen Penilaian Materi Alat Ukur
1. Penilaian Pengetahuan (Tes Tertulis)
Bentuk soal: Pilihan ganda & isian singkat
Contoh soal:
- Bagian jangka sorong yang digunakan
untuk mengukur diameter dalam adalah …
a. Rahang tetap
b. Rahang geser
c. Bibir luar
d. Bibir dalam ✅
e. Batang kedalaman - Mikrometer memiliki tingkat
ketelitian …
a. 0,1 mm
b. 0,01 mm ✅
c. 1 mm
d. 0,5 mm
e. 0,05 mm - Hidrometer digunakan untuk mengukur …
Jawaban: Massa jenis cairan (elektrolit aki). - Sebutkan 3 fungsi utama AVOmeter!
Jawaban: Mengukur arus listrik (A), tegangan listrik (V), dan hambatan listrik (Ω).
Rubrik Penilaian
- Jawaban benar → skor 1
- Jawaban salah → skor 0
2. Penilaian Keterampilan (Praktik)
Tugas Praktik
- Mengukur diameter luar suatu pipa
dengan jangka sorong.
- Mengukur ketebalan plat logam dengan
mikrometer.
- Mengukur berat jenis elektrolit aki
dengan hidrometer.
- Mengukur tegangan aki menggunakan
AVOmeter.
Rubrik Penilaian Keterampilan
|
Aspek yang Dinilai |
Skor 4 (Sangat Baik) |
Skor 3 (Baik) |
Skor 2 (Cukup) |
Skor 1 (Kurang) |
|
Persiapan alat |
Menyiapkan semua alat dengan benar |
Menyiapkan sebagian besar alat |
Menyiapkan alat dengan bantuan |
Tidak menyiapkan alat |
|
Penggunaan alat |
Menggunakan sesuai prosedur & aman |
Ada sedikit kesalahan |
Banyak kesalahan prosedur |
Tidak paham penggunaan |
|
Ketelitian hasil |
Hasil sangat tepat & konsisten |
Hasil cukup tepat |
Hasil kurang tepat |
Hasil tidak sesuai |
|
Waktu pengerjaan |
Tepat waktu |
Sedikit terlambat |
Terlambat cukup lama |
Tidak selesai |
3. Penilaian Sikap
Aspek yang dinilai saat praktik:
- Disiplin (datang tepat waktu,
menggunakan APD).
- Teliti & hati-hati saat
menggunakan alat ukur.
- Tanggung jawab (mengembalikan alat
setelah dipakai).
- Kerjasama (dalam kelompok praktikum).
Rubrik Penilaian Sikap
|
Aspek |
Skor 4 (Sangat Baik) |
Skor 3 (Baik) |
Skor 2 (Cukup) |
Skor 1 (Kurang) |
|
Disiplin |
Selalu tepat waktu & mematuhi aturan |
Kadang terlambat |
Sering terlambat |
Tidak disiplin |
|
Ketelitian |
Sangat teliti, hasil akurat |
Cukup teliti |
Kurang teliti |
Tidak teliti sama sekali |
|
Tanggung jawab |
Selalu menjaga & mengembalikan alat |
Kadang lupa |
Sering lalai |
Tidak bertanggung jawab |
|
Kerjasama |
Aktif bekerja sama |
Kadang ikut membantu |
Pasif |
Menghambat kerja kelompok |
4. Bentuk Laporan
Siswa
diminta membuat laporan hasil pengukuran yang berisi:
- Judul praktik
- Tujuan
- Alat dan bahan
- Langkah kerja
- Hasil pengukuran (dengan tabel)
- Analisis & kesimpulan
Penilaian laporan:
- Kerapian & sistematika (20%)
- Kelengkapan isi (40%)
- Analisis hasil (30%)
- Bahasa & presentasi (10%)
Apakah
mau saya susun instrumen penilaian ini dalam format
Instrumen Penilaian Materi Alat Ukur
1. Penilaian Pengetahuan (Tes Tertulis)
Bentuk soal: Pilihan ganda & isian singkat
Contoh soal:
- Bagian jangka sorong yang digunakan
untuk mengukur diameter dalam adalah …
a. Rahang tetap
b. Rahang geser
c. Bibir luar
d. Bibir dalam ✅
e. Batang kedalaman - Mikrometer memiliki tingkat
ketelitian …
a. 0,1 mm
b. 0,01 mm ✅
c. 1 mm
d. 0,5 mm
e. 0,05 mm - Hidrometer digunakan untuk mengukur …
Jawaban: Massa jenis cairan (elektrolit aki). - Sebutkan 3 fungsi utama AVOmeter!
Jawaban: Mengukur arus listrik (A), tegangan listrik (V), dan hambatan listrik (Ω).
Rubrik Penilaian
- Jawaban benar → skor 1
- Jawaban salah → skor 0
2. Penilaian Keterampilan (Praktik)
Tugas Praktik
- Mengukur diameter luar suatu pipa
dengan jangka sorong.
- Mengukur ketebalan plat logam dengan
mikrometer.
- Mengukur berat jenis elektrolit aki
dengan hidrometer.
- Mengukur tegangan aki menggunakan
AVOmeter.
Rubrik Penilaian Keterampilan
|
Aspek yang Dinilai |
Skor 4 (Sangat Baik) |
Skor 3 (Baik) |
Skor 2 (Cukup) |
Skor 1 (Kurang) |
|
Persiapan alat |
Menyiapkan semua alat dengan benar |
Menyiapkan sebagian besar alat |
Menyiapkan alat dengan bantuan |
Tidak menyiapkan alat |
|
Penggunaan alat |
Menggunakan sesuai prosedur & aman |
Ada sedikit kesalahan |
Banyak kesalahan prosedur |
Tidak paham penggunaan |
|
Ketelitian hasil |
Hasil sangat tepat & konsisten |
Hasil cukup tepat |
Hasil kurang tepat |
Hasil tidak sesuai |
|
Waktu pengerjaan |
Tepat waktu |
Sedikit terlambat |
Terlambat cukup lama |
Tidak selesai |
3. Penilaian Sikap
Aspek yang dinilai saat praktik:
- Disiplin (datang tepat waktu,
menggunakan APD).
- Teliti & hati-hati saat
menggunakan alat ukur.
- Tanggung jawab (mengembalikan alat
setelah dipakai).
- Kerjasama (dalam kelompok praktikum).
Rubrik Penilaian Sikap
|
Aspek |
Skor 4 (Sangat Baik) |
Skor 3 (Baik) |
Skor 2 (Cukup) |
Skor 1 (Kurang) |
|
Disiplin |
Selalu tepat waktu & mematuhi aturan |
Kadang terlambat |
Sering terlambat |
Tidak disiplin |
|
Ketelitian |
Sangat teliti, hasil akurat |
Cukup teliti |
Kurang teliti |
Tidak teliti sama sekali |
|
Tanggung jawab |
Selalu menjaga & mengembalikan alat |
Kadang lupa |
Sering lalai |
Tidak bertanggung jawab |
|
Kerjasama |
Aktif bekerja sama |
Kadang ikut membantu |
Pasif |
Menghambat kerja kelompok |
4. Bentuk Laporan
Siswa
diminta membuat laporan hasil pengukuran yang berisi:
- Judul praktik
- Tujuan
- Alat dan bahan
- Langkah kerja
- Hasil pengukuran (dengan tabel)
- Analisis & kesimpulan
Penilaian laporan:
- Kerapian & sistematika (20%)
- Kelengkapan isi (40%)
- Analisis hasil (30%)
- Bahasa & presentasi (10%)
JOBSHEET PRAKTIK
Penggunaan Alat Ukur
1. Identitas
- Mata Pelajaran : Dasar-Dasar Teknik
Otomotif
- Kompetensi Dasar : Menggunakan alat
ukur mekanik dan elektrik
- Materi Pokok : Jangka Sorong,
Mikrometer, Hidrometer, dan AVOmeter
- Alokasi Waktu : 2 × 45 menit
2. Tujuan Pembelajaran
Setelah
melakukan praktik, siswa mampu:
- Menyebutkan fungsi dan bagian-bagian
alat ukur (jangka sorong, mikrometer, hidrometer, AVOmeter).
- Menggunakan alat ukur dengan prosedur
yang benar.
- Membaca hasil pengukuran dengan
teliti dan akurat.
- Menunjukkan sikap disiplin, teliti,
dan bertanggung jawab saat menggunakan alat ukur.
3. Alat dan Bahan
- Jangka Sorong
- Mikrometer
- Hidrometer
- AVOmeter (digital/analog)
- Benda kerja: plat logam, pipa, kawat,
aki kendaraan
4. Keselamatan Kerja (K3)
- Gunakan alat ukur sesuai fungsinya.
- Jangan menjatuhkan alat ukur.
- Pastikan AVOmeter disetel pada fungsi
& skala yang tepat.
- Gunakan APD (sarung tangan &
kacamata kerja bila diperlukan).
- Bersihkan dan kembalikan alat setelah
selesai digunakan.
5. Langkah Kerja
A. Jangka Sorong
- Periksa nol jangka sorong dalam
posisi tertutup.
- Ukur diameter luar pipa dengan bibir
luar.
- Ukur diameter dalam pipa dengan bibir
dalam.
- Ukur kedalaman lubang menggunakan
batang kedalaman.
- Catat hasil pengukuran.
B. Mikrometer
- Pastikan mikrometer menunjukkan nol
saat anvil & spindle bertemu.
- Letakkan benda (plat logam) di antara
anvil dan spindle.
- Putar thimble perlahan sampai
terdengar bunyi klik ratchet.
- Catat hasil pengukuran dari skala
sleeve dan thimble.
C. Hidrometer
- Ambil sampel elektrolit aki dengan
pipet karet.
- Masukkan hidrometer ke dalam sampel
hingga pelampung mengapung.
- Baca skala pada permukaan cairan.
- Bandingkan hasil dengan standar
kondisi aki.
D. AVOmeter
- Atur selector switch pada fungsi
pengukuran (V, A, atau Ω).
- Hubungkan probe merah ke terminal
positif dan probe hitam ke COM.
- Lakukan pengukuran:
- Tegangan aki (VDC)
- Hambatan resistor
(Ω)
- Catat hasil pengukuran.
6. Lembar Hasil Pengukuran
|
No |
Alat Ukur |
Objek yang Diukur |
Hasil Pengukuran |
Ketelitian |
|
1 |
Jangka Sorong |
Diameter luar pipa |
…………… mm |
0,05 mm |
|
2 |
Jangka Sorong |
Diameter dalam pipa |
…………… mm |
0,05 mm |
|
3 |
Mikrometer |
Tebal plat logam |
…………… mm |
0,01 mm |
|
4 |
Hidrometer |
Berat jenis elektrolit |
…………… g/cm³ |
0,001 g/cm³ |
|
5 |
AVOmeter |
Tegangan aki |
…………… Volt |
0,1 Volt |
|
6 |
AVOmeter |
Hambatan resistor |
…………… Ohm |
0,1 Ω |
7. Pertanyaan Diskusi
- Apa perbedaan fungsi jangka sorong
dan mikrometer?
- Bagaimana cara mengetahui aki dalam
kondisi penuh, lemah, atau kosong dengan hidrometer?
- Apa yang terjadi jika salah memilih
skala pada AVOmeter?
- Mengapa perlu kalibrasi nol pada alat
ukur sebelum digunakan?
8. Penilaian
A. Pengetahuan → Tes tulis (soal teori)
B. Keterampilan → Praktik penggunaan alat ukur
C. Sikap → Disiplin, teliti, tanggung jawab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar